TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr H Khairul M Kes melantik dan mengambil sumpah jabatan 12 pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemkot Tarakan, Jumat (19/6/2026) siang.
Pelantikan yang digelar secara sederhana tersebut sekaligus menuntaskan proses mutasi dan promosi jabatan yang sempat tertunda karena proses administrasi dan rekomendasi dari pemerintah pusat.
Dalam sambutannya, Khairul menjelaskan pelantikan tersebut sejatinya merupakan bagian dari rotasi jabatan yang telah direncanakan pada periode sebelumnya. Namun pelaksanaannya tertunda lantaran masih menunggu terbitnya persetujuan teknis dan rekomendasi dari instansi terkait.
"Alhamdulillah pada siang hari ini kita bisa menyelesaikan. Sebenarnya ini adalah masih di periode yang lalu, cuma karena peteknya terlambat keluar. Ada satu yang harus menunggu, kalau tidak salah waktu itu yang butuh menunggu Sekretaris Irban, karena harus ada persetujuan terlebih dahulu," ujar Khairul.
Baca juga: Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali Lantik dan Ambil Sumpah PNS, Tekankan Kerja Sesuai Tupoksi
Ia menjelaskan, proses pengisian jabatan Inspektur Pembantu (Irban) menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah posisi lain ikut tertahan.
"Karena Irban itu bergeser dari promosi eselon 3A, lalu ada yang mengisi jabatannya di perangkat daerah lain, itu juga tidak bisa bergerak kalau ini tidak bergerak. Jadi akhirnya ada 12 orang yang tersisa kemarin dari satu rekomendasi yang belum keluar," katanya.
Menurut Khairul, pelantikan sengaja dilakukan sesederhana mungkin agar tidak melewati masa berlaku persetujuan yang telah diterbitkan. Wali Kota Tarakan menegaskan para pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat.
Mulai dari penilaian internal pemerintah daerah, rekomendasi gubernur hingga pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Tentu kita berharap bapak ibu yang sudah melalui seleksi yang begitu ketat ini bisa memenuhi harapan kita untuk mengisi jabatan-jabatan yang ditempati sekarang ini. Tentu hasil analisa, pertimbangan dan rekam jejak menjadi dasar penempatannya," katanya.
Baca juga: Bupati Malinau Wempi Lantik 8 Kepala Dinas Baru: Dorong Perkuat Transparansi Informasi OPD
Dalam kesempatan itu, Khairul juga menyinggung beberapa pejabat yang telah bertahun-tahun mengabdi pada posisi yang sama sebelum akhirnya mendapat kesempatan promosi dan rotasi jabatan.
Mereka yang dilantik ada yang mengabdi sudah 10 tahun bahkan ada juga sampai 19 tahun dan kini memperoleh promosi jabatan.
Menurut orangn omor satu di Tarakan, lamanya seseorang bertugas pada suatu posisi tidak selalu berarti diabaikan, melainkan sering kali karena sulit mencari pengganti yang memiliki kemampuan setara.
"Biasanya orang kalau agak lama tidak dipindah itu ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama belum dapat tempat yang bagus. Kemungkinan kedua susah cari penggantinya. Jadi sebenarnya bapak ibu yang lama di situ harus bersyukur juga karena memang dianggap orang yang mampu," ujarnya.
Khairul kemudian memberikan perhatian khusus terhadap jabatan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan akuntansi daerah.
Menurutnya, bidang tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kualitas tata kelola pemerintahan serta mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan.
"Akuntansi ini menjadi bagian yang penting karena ini juga menentukan di dalam opini WTP. Bidang WTP itu sangat bergantung juga dari bidang akuntansi. Jadi berat kerjanya," katanya.
Ia berharap pejabat yang baru dilantik dapat meneruskan pengalaman dan capaian yang telah dibangun pejabat sebelumnya.
"Saya kira bisa belajar dengan pejabat yang sudah bertahun-tahun di bidang itu. Pengalamannya sudah banyak sekali dan bisa diteruskan kepada penggantinya," ujarnya.
Selain itu, Khairul mengingatkan bahwa tantangan birokrasi saat ini jauh lebih berat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Kondisi efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah mengharuskan seluruh perangkat daerah bekerja lebih kreatif dan inovatif dengan sumber daya yang terbatas.
"Tantangan birokrasi kita saat ini memang cukup berat. Kita di tengah-tengah efisiensi anggaran ini tentu bapak ibu harus bekerja dengan keterbatasan anggaran. Tidak bisa lagi seperti dulu," katanya.
Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah harus mampu mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia dan tidak selalu bergantung pada pengadaan baru.
"Misalnya setiap tahun minta ganti laptop. Mungkin kalau memang masih bisa dimanfaatkan, bagaimana caranya yang sudah ada itu bisa dioptimalkan. Karena memang kita melakukan efisiensi di beberapa titik," ujarnya.
Tak hanya itu, Khairul juga meminta para pejabat yang baru dilantik mampu berkontribusi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
"Tentu juga kita berharap di samping pintar menggunakan anggaran, harapan kita juga bisa meningkatkan pendapatan masing-masing di daerah. Karena memang bagian yang terpenting saat ini, semua pemerintah daerah diharapkan menggali potensi pendapatan di daerah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan pembangunan," katanya.
Ia menilai kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih turut berdampak terhadap daerah, sehingga dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam mengelola potensi yang dimiliki.
"Sekarang ini kalau kita lihat memang harga-harga sumber daya alam ada yang naik turun. Kondisi ekonomi dunia juga sedang lesu. Tentu kita harus pintar menggali potensi dan saya yakin serta percaya bapak ibu bisa melakukan itu," ujarnya.
Menutup sambutannya, Khairul menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik dan berharap mereka segera beradaptasi dengan tugas baru masing-masing.
"Saya ucapkan selamat kepada 12 orang yang hari ini dilantik. Kebetulan ada beberapa jabatan yang memang harus segera diisi, termasuk Irban yang kosong. Mudah-mudahan perputaran dan pergeseran ini bisa meningkatkan kinerja organisasi," katanya.
Ia kembali menekankan pentingnya penguatan bidang akuntansi sebagai salah satu penopang utama tata kelola pemerintahan daerah.
"Yang paling utama, akuntansi ini benar-benar harus ditelusuri dan diperkuat karena ini menjadi nyawa kita juga, nyawa dari opini kita di dalam setiap audit yang dilakukan," tutup Khairul.
(*)
Penulis: Andi Pausiah