Sutrisno: Jika MBG Dihilangkan untuk SMA-SD, untuk B3 Harus Tetap Berjalan
taufik ismail June 19, 2026 06:31 PM

 

Laporan Kontributor Majalengka Adim Mubaroq

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Mantan Bupati Majalengka, Sutrisno, menegaskan program bantuan pangan bergizi bagi kelompok B3, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, harus tetap dipertahankan meskipun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah dievaluasi.

Menurut Sutrisno, kelompok B3 merupakan kelompok masyarakat yang paling rentan sehingga tetap membutuhkan dukungan pemerintah untuk menjaga kecukupan gizi dan kesehatan mereka.

"Andaikan masyarakat tetap mendesak agar MBG dihentikan, saya berpendapat jangan untuk B3. Karena balita, ibu hamil, dan ibu menyusui pada umumnya merupakan kelompok masyarakat yang rentan kehidupannya sehingga dukungan pemerintah tetap harus ada," kata Sutrisno.

Ia menilai program pemenuhan gizi bagi kelompok B3 memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar bantuan makanan.

Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, program tersebut juga menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, bantuan pangan bergizi bagi kelompok rentan akan membuat masyarakat merasakan langsung kehadiran negara dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka.

"Kelompok masyarakat rentan ini perlu mendapat perhatian. Dengan adanya bantuan pemerintah, mereka bisa terbantu dan merasakan bahwa negara hadir di tengah kesulitan yang mereka hadapi," ujarnya.

Tak hanya itu, Sutrisno menekankan bahwa pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan berdampak besar terhadap kualitas generasi penerus bangsa.

Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang baik sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan dinilai memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat dan cerdas.

"Anak-anak inilah yang nantinya akan memikul tanggung jawab bangsa dan negara ke depan. Karena itu mereka harus dipastikan tumbuh sehat, kuat, dan cerdas melalui pemenuhan gizi yang baik sejak dini," katanya.

Sutrisno juga meminta pengawasan program B3 diperkuat agar bantuan yang disalurkan benar-benar diterima dan dikonsumsi oleh penerima manfaat. Ia mengaku masih menerima laporan adanya makanan bergizi yang tidak diambil penerima atau justru dibagikan kepada pihak lain.

Karena itu, ia mendorong keterlibatan pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, serta posyandu dalam mengawasi pelaksanaan program di lapangan.

"Jangan sampai bantuan yang sudah disiapkan pemerintah tidak dimanfaatkan oleh yang berhak. Program untuk B3 ini harus dijaga karena manfaatnya sangat besar, baik bagi keluarga penerima maupun masa depan bangsa," katanya.

Baca juga: Mantan Bupati Majalengka Minta BGN Evaluasi Titik Dapur MBG Hingga Skema Insentif

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.