Polres Kubu Raya Ajak Mitra Jurnalis Gaungkan Tolak Judi Online di Tengah Demam Piala Dunia
Jamadin June 17, 2026 02:28 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA – Demam Piala Dunia 2026 yang tengah melanda global tidak luput dari intaian segala jenis perjudian. 

Menanggapi hal tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia ini sebagai ajang taruhan, terutama judi bola online.

Pesan menohok ini disampaikan di sela-sela acara noton bareng bersama Mitra Jurnalis Kubu Raya laga Argentina melawan Aljazair yang berakhir dengan skor 3-0, Rabu 17 Juni 2026.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsie Penmas Aiptu Ade, menegaskan bahwa kemeriahan Piala Dunia seharusnya menjadi panggung untuk mempererat kebersamaan dan merayakan nilai-nilai sportivitas, bukan justru menjadi ladang transaksi ilegal di ruang digital.

"Piala Dunia merupakan kegiatan yang menyemarakkan semangat dan kebersamaan masyarakat. Karena itu, kami mengimbau dengan keras agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik perjudian bola dalam bentuk apa pun, khususnya judi online yang perputarannya sangat masif," ujar Ade.

Polres Kubu Raya memastikan tidak akan tinggal diam terhadap bandar maupun pemain yang mencoba memancing di air keruh memanfaatkan kemudahan aplikasi dan situs web terlarang.

Pengawasan ketat, termasuk patroli siber, akan diintensifkan guna mengantisipasi maraknya taruhan digital yang kerap mendompleng turnamen internasional.

Ade menambahkan, kepolisian telah menyiapkan atensi khusus untuk mengendus dan memetakan potensi praktik perjudian online yang menyasar anak muda hingga orang dewasa selama musim bola ini.

"Sekali lagi kami tegaskan, setiap event olahraga jangan sampai dikotori oleh aktivitas judi, baik konvensional maupun judi online. Apabila terdapat laporan dari masyarakat atau temuan siber di lapangan, tidak ada kompromi, akan kami tindak tegas dan proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku," pungkas Ade.

Baca juga: Nonton Bareng Piala Dunia 2026 Jadi Momen Keakraban Polisi dan Masyarakat di Sekadau

Langkah preventif ini diambil demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kubu Raya.

Polisi mengingatkan bahwa judi online bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan candu yang merusak ekonomi keluarga dan memicu kriminalitas lainnya.

Polres Kubu Raya juga mengetuk kesadaran masyarakat untuk ikut ambil bagian sebagai kontrol sosial.

Publik diajak untuk menikmati setiap gol dan drama di lapangan hijau dengan cara yang positif, sehat, dan bersih dari bayang-bayang taruhan digital.

Melalui partisipasi aktif warga dalam menolak dan melaporkan link serta aktivitas judi online, diharapkan atmosfer Piala Dunia 2026 di Kubu Raya dapat dinikmati dengan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya pelanggaran hukum.

Jaring Aspirasi Masyarakat

Atmosfer panas nan seru tersaji saat Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya menggelar nonton bareng (nobar) laga sengit antara Argentina melawan Aljazair bersama Mitra Jurnalistik Kubu Raya, Rabu 17 Juni 2026.

Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak Argentina 3-0 tersebut menjadi momentum penting dalam mencairkan sekat komunikasi antara aparat penegak hukum dan kuli tinta.

Lebih dari sekadar hiburan, agenda nobar ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan dua pilar penting daerah.

NONTON BARENG - Polres Kubu Raya menggelar nonton bareng (nobar) laga sengit antara Argentina melawan Aljazair bersama Mitra Jurnalistik Kubu Raya, Rabu 17 Juni 2026. Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak Argentina 3-0 tersebut menjadi momentum penting dalam mencairkan sekat komunikasi antara aparat penegak hukum dan kuli tinta.
NONTON BARENG - Polres Kubu Raya menggelar nonton bareng (nobar) laga sengit antara Argentina melawan Aljazair bersama Mitra Jurnalistik Kubu Raya, Rabu 17 Juni 2026. Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak Argentina 3-0 tersebut menjadi momentum penting dalam mencairkan sekat komunikasi antara aparat penegak hukum dan kuli tinta. (Humas Polres Kubu Raya)

Lewat ruang informal ini, Polres Kubu Raya dan mitra jurnalis saling bertukar informasi krusial, membangun keakraban tanpa batas kaku birokrasi, hingga menyelaraskan komitmen untuk terus memberikan edukasi dan informasi yang sehat kepada publik.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsie Penmas, Aiptu Ade, menegaskan bahwa momentum Piala Dunia 2026 ini sengaja dimanfaatkan sebagai jembatan untuk mempererat hubungan emosional dengan masyarakat dan media.

"Kegiatan ini bukan sekadar nonton bola. Ini adalah upaya nyata kami untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjadi wadah langsung untuk menampung aspirasi, keluhan, hingga inspirasi dari warga," ujar Ade kepada awak media.

Buka Pintu Nobar untuk Warga

Melihat antusiasme yang tinggi, Polres Kubu Raya secara terbuka mengundang seluruh lapisan masyarakat Kubu Raya untuk ikut merasakan keseruan pesta bola dunia ini langsung di markas kepolisian.

"Kami mengajak seluruh warga Kubu Raya untuk datang dan nobar Piala Dunia 2026 di Polres Kubu Raya. Pintu kami terbuka lebar. Mari kita jadikan momen ini untuk saling membaur," lanjut Ade.

Namun, di tengah uforia sepak bola yang membuncah, pihak kepolisian memberikan catatan tegas terkait keamanan.

Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat agar tidak larut dalam kegembiraan yang berlebihan hingga mengabaikan ketertiban umum.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap saling menjaga kondusifitas Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat) di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Jangan sampai uforia nobar Piala Dunia 2026 ini dinodai oleh tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri atau orang lain. Tetap tertib, jaga persaudaraan, dan mari kita kawal Kubu Raya agar tetap aman dan kondusif," pungkasnya tegas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.