Profil Yogi Saleh Pejabat BKAD Purwakarta Ditemukan Tewas di Rumah, Sempat Ngeluh Pekerjaan ke Istri
Rusaidah June 17, 2026 03:39 PM

BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Yogi Saleh (44), pejabat  Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah.

Yogi adalah pejabat BKAD Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Ia ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di rumahnya di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Minggu (14/6/2026) malam.

Peristiwa tragis itu terjadi saat istri korban baru saja kembali ke rumah usai menghadiri acara wisuda bersama anak dan mertua.

Saat tiba di rumah, korban sudah ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar.

Kecurigaan sang istri bermula saat mendapati rumah dalam keadaan gelap gulita dan seluruh akses pintu terkunci dari dalam.

Baca juga: Prediksi Skor Meksiko Vs Korea Selatan: Pemain, Head to Head dan Jadwal Kick Off di Piala Dunia 2026

 Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan istri korban lantas mencongkel jendela.

"Istri korban sempat menggedor pintu depan dan memeriksa bagian belakang rumah, namun seluruh akses masih terkunci dari dalam," jelas Made, Senin (15/6/2026) sore, dilansir TribunJabar.id.

Made menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali berada di rumah seorang diri setelah istrinya bersama anak dan mertuanya pergi menghadiri acara wisuda di Hotel Harper Purwakarta sekitar pukul 16.00 WIB.

Nahas, saat berhasil masuk rumah, ia menemukan sang suami bersimbah darah di kamar.

"Ketika pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak dan bersimbah darah di dalam kamar," kata Made.

Berdasarkan hasil visum sementara, korban mengalami luka akibat senjata tajam (sajam).

Made mengatakan setidaknya ada tiga luka tusuk di leher, satu luka robek di ulu hati, bekas jeratan di leher, serta memar di lutut dan pergelangan kaki.

"Korban mengalami tiga luka tusuk di leher, satu luka robek di bagian ulu hati, bekas jeratan di leher, serta beberapa memar di bagian lutut dan pergelangan kaki," jelas Made.

Kondisi luka yang bervariasi ini membuat pihak kepolisian belum bisa gegabah menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.

Selain itu, lanjut dia, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tangga, kabel yang terputus, ikat pinggang, serta sebilah pisau dapur yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Penyidik masih membuka segala kemungkinan, baik tindakan bunuh diri maupun tindak pidana pembunuhan.

"Ini masih dugaan sementara berdasarkan temuan di lapangan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau tindak pidana," ungkapnya.

Saat ini, Made mengatakan, penyidik masih menunggu hasil autopsi dari tim kedokteran forensik.

Sempat keluhkan pekerjaan

Polisi juga mendalami percakapan terakhir dalam telepon genggam korban serta keterangan para saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian Yogi Saleh.

Sementara itu, pantauan Tribunjabar.id di lokasi kejadian menunjukkan rumah korban masih tertutup rapat dan telah dipasangi garis polisi.

Kasus tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Purwakarta.

Eka, perwakilan keluarga, juga mengungkapkan bahwa korban sempat mengeluhkan persoalan pekerjaan kepada istrinya, meski ia mengaku tidak mengetahui secara detail persoalan yang dimaksud.

"Saya hanya mendengar ada keluhan terkait pekerjaan. Detailnya saya tidak tahu, mungkin istrinya yang lebih mengetahui," ujarnya, di rumah duka Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Senin (15/6/2026) sore.

Keluarga juga meminta dukungan pemerintah daerah agar kasus tersebut mendapat perhatian serius.

Eka berharap aparat kepolisian dapat mengungkap penyebab kematian korban dan menemukan pihak yang bertanggung jawab apabila terbukti terjadi tindak pidana.

"Kami minta kasus ini diusut tuntas. Kalau memang ada pelaku, harus ditangkap. Jangan sampai kasus ini berhenti tanpa kejelasan," katanya.

Baca juga: Sosok 3 ASN Kemendag Rugikan Negara Rp 39,4 M karena Pengadaan Gerobak, Curang Pilih Pemenang Lelang

Pasalnya, keluarga menemukan banyak luka pada tubuh korban yang menurutnya perlu dijelaskan secara rinci melalui hasil autopsi dan penyelidikan kepolisian.

"Saya melihat ada kejanggalan. Banyak luka di tubuh kakak saya, di leher dan bagian lainnya. Kalau takdir saya terima, tapi kalau memang ada tindakan pidana, keluarga meminta keadilan dan meminta polisi mengungkap kasus ini seterang-terangnya," kata Eka.

Menurutnya, hingga kini keluarga masih menunggu penjelasan resmi terkait hasil autopsi yang telah dilakukan terhadap jenazah korban.

"Kami belum menerima hasil resminya. Kalau memang ada luka-luka seperti yang disampaikan, tentu harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai ada yang ditutupi," pungkasnya.

Lantas seperti apa sosoknya?

Sosok Yogi Saleh

Yogi Saleh diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Aset Daerah pada BKAD Kabupaten Purwakarta.

Kejadian ini pun langsung menjadi perhatian dan sorotan publik di wilayah setempat.

Semasa hidupnya, Yogi dikenal sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan rekam jejak karier yang cukup baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Berdasarkan data resmi BKAD Purwakarta, Yogi Saleh, S.E., lahir pada 13 April 1982 dan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2009.
 
 Karier Yogi terus menanjak hingga dipercaya mengemban posisi strategis sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah di BKAD Purwakarta.

Di BKAD, Yogi membawahi Sub Bidang Perencanaan Aset, serta Sub Bidang Pencatatan dan Mutasi Aset.

Tidak hanya aktif di lingkungan birokrasi dinas, sosok Yogi juga dikenal aktif berkontribusi dalam agenda nasional.

Pada gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purwakarta 2024 lalu, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk wilayah Kecamatan Bojong.

Di sisi lain, Yogi dikenal sebagai sosok yang religius dan aktif beribadah.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan keluarga korban, Eka Yusuf, yang tidak mempercayai isu yang berkembang bahwa korban mengakhiri hidupnya sendiri.

"Kalau ada yang mengatakan bunuh diri karena depresi, saya pribadi sulit percaya. Kakak (Yogi Saleh) saya orang yang religius, rajin beribadah," ucapnya.

(Bangkapos.com/Tribun Jatim/Tribun Sumsel)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.