Tangis Haru Sambut 118 Jamaah Haji Pasangkayu, Ribuan Keluarga Padati Masjid Madaniah
Abd Rahman June 17, 2026 02:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Sebanyak 118 jamaah haji asal Kabupaten Pasangkayu tiba di Masjid Madaniah, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Rabu (17/6/2026), dan disambut meriah oleh ribuan anggota keluarga yang telah menanti sejak pagi.

Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, suasana penyambutan berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. 

Sejak pagi hari, pelataran Masjid Madaniah telah dipadati masyarakat yang ingin menjemput sanak saudara mereka yang baru kembali dari Tanah Suci.

Baca juga: Bupati Sutinah Siapkan Alternatif Alih Status Jika DOB Kota Mamuju Terganjal Moratorium

Baca juga: Wabup Mamuju Tengah Sambut 229 Jamaah Haji, 4 Orang Masih di Tanah Suci

Bahkan, menjelang siang, jumlah penjemput terus bertambah hingga memenuhi halaman masjid dan bahu jalan di sekitar lokasi.

Tepat sekitar pukul 13.00 WITA, tiga unit bus yang mengangkut rombongan jamaah haji memasuki kawasan Masjid Madaniah. 

Kedatangan bus tersebut langsung disambut sorak gembira ribuan keluarga yang sejak lama menunggu dengan penuh rasa rindu.

Suara takbir, ucapan syukur, dan panggilan nama para jamaah terdengar bersahutan dari berbagai penjuru pelataran masjid.

Di bawah terik matahari, ribuan warga tampak berdesak-desakan di sekitar area parkir bus demi melihat lebih dekat anggota keluarga mereka yang baru pulang menunaikan ibadah haji.

Sejumlah keluarga bahkan terlihat mengangkat telepon genggam untuk merekam momen bersejarah tersebut, sementara lainnya terus melambaikan tangan ke arah bus yang baru berhenti.

Begitu pintu bus dibuka, satu per satu jamaah turun dengan wajah penuh senyum dan rasa syukur. Tangis haru pun pecah saat keluarga berlari menghampiri.

Mereka saling berpelukan erat, mencium tangan, pipi, hingga kening anggota keluarga yang baru kembali dari Makkah.

Tak sedikit yang tampak menitikkan air mata karena akhirnya dapat berkumpul kembali setelah berpisah selama menjalankan ibadah haji.

Suasana semakin semarak dengan penampilan mayoritas jamaah yang mengenakan pakaian adat Bugis berwarna cerah dan elegan.

Para jamaah perempuan tampak anggun mengenakan busana adat lengkap dengan hijab yang serasi, sementara jamaah laki-laki mengenakan pakaian khas Bugis yang dipadukan dengan peci hitam.

Penampilan mereka semakin mencuri perhatian dengan balutan perhiasan, terutama gelang emas yang dikenakan di tangan, sehingga menambah kesan meriah pada penyambutan tersebut.

Banyak keluarga memanfaatkan momen itu untuk mengabadikan kebersamaan melalui foto dan video bersama jamaah yang baru tiba.

Tahun ini, proses penyambutan jamaah haji di Pasangkayu berlangsung berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya seluruh jamaah diarahkan masuk ke dalam masjid untuk mengikuti rangkaian penyambutan resmi, kali ini mereka tidak lagi diwajibkan memasuki area masjid.

Setelah turun dari bus, para jamaah langsung dijemput oleh keluarga masing-masing dan diarahkan menuju kendaraan yang telah disiapkan untuk pulang ke rumah.

Proses tersebut membuat arus penjemputan berlangsung lebih cepat, meski kepadatan massa di sekitar lokasi tetap tidak dapat dihindari.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, aparat gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP diterjunkan di lokasi.

Petugas tampak berjaga di pintu masuk dan pintu keluar bus, mengatur arus kendaraan sekaligus mengendalikan kerumunan keluarga yang ingin mendekat.

Pengamanan dilakukan secara ketat agar proses turun naik jamaah berjalan aman dan tertib di tengah antusiasme ribuan warga yang memadati kawasan Masjid Madaniah.

Penyambutan 118 jamaah haji asal Pasangkayu itu pun menjadi momen penuh kebahagiaan yang dipenuhi rasa syukur, pelukan hangat, serta tangis haru keluarga yang akhirnya kembali berkumpul setelah menanti kepulangan orang-orang tercinta dari Tanah Suci.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.