Arus Lalu Lintas Solo-Semarang Sempat Lumpuh Gegara Kelompok Pesilat Tawuran di Boyolali
muh radlis June 17, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Bentrokan antar kelompok terjadi di ruas Jalan Solo-Semarang, tepatnya di depan rest area Dukuh Banyudono, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Rabu (17/6/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut sempat membuat suasana mencekam dan mengganggu aktivitas pengguna jalan yang melintas di jalur nasional tersebut.

Insiden yang terjadi setelah kegiatan doa bersama sebuah perguruan silat itu memicu kepanikan warga sekitar.

Sejumlah warga keluar rumah setelah mendengar suara keributan dari arah jalan raya.

Baca juga: "Tolong Antar Istri Saya" Jadi Kalimat yang Bikin Istri Pria Ini Nyaris Dirudapaksa Teman Sendiri

 

Warga Dikejutkan Keributan Tengah Malam

Berdasarkan rekaman video yang beredar, terlihat dua kelompok berada di lokasi kejadian dan terjadi aksi saling kejar di badan jalan.

Situasi yang berlangsung dalam waktu singkat itu sempat menarik perhatian warga sekitar yang sedang beristirahat.

Agus, salah seorang warga setempat, mengaku mendengar keributan yang cukup ramai meski kejadian berlangsung tidak lama.

"Cuma sebentar kok, tapi ramai sekali tadi malam itu," kata Agus saat ditemui TribunSolo.com, Rabu pagi.

Menurutnya, suara keributan membuat banyak warga keluar rumah untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi.

Meski berada sekitar 200 meter dari titik kejadian, suasana bentrokan masih terlihat dari area permukiman warga.

"Anak saya yang lihat. Kalau saya di depan rumah," katanya.

 

Berawal Saat Rombongan Pulang dari Kegiatan

Pelaksana Tugas Kapolsek Banyudono, AKP Tri Hartono, membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia menjelaskan bahwa sebelum kejadian berlangsung, aparat kepolisian telah melakukan pengamanan di sejumlah titik karena adanya kegiatan doa bersama yang dihadiri anggota perguruan silat di wilayah Boyolali.

Setelah acara berakhir, rombongan peserta yang datang dari arah barat mulai kembali menuju daerah masing-masing.

Namun dalam perjalanan, mereka bertemu kelompok lain yang datang dari arah berlawanan.

“Rombongan yang dari arah barat ini sebenarnya sudah mau pulang karena acaranya sudah selesai. Namun di tengah jalan, tepatnya di depan pasar itu, mereka dihadang oleh kelompok lain yang datang dari arah timur. Di situlah awal mula kejadiannya,” jelasnya.

Situasi kemudian berkembang menjadi keributan yang melibatkan sejumlah orang di lokasi.

Mendapat informasi mengenai adanya bentrokan, petugas kepolisian segera menuju lokasi kejadian.

Saat aparat tiba, sebagian besar kelompok yang terlibat telah membubarkan diri. Polisi kemudian melakukan pengamanan area serta memastikan situasi kembali kondusif.

AKP Tri Hartono menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

"Untuk korban jiwa atau korban luka itu tidak ada. Sama sekali tidak ada. Kerugian material hanya berupa satu unit sepeda motor Honda Beat yang sempat terbakar sedikit di bagian alas atau lantai motornya. Hanya bagian itu saja," ujarnya.

Kerusakan yang terjadi juga dinilai relatif ringan sehingga persoalan terkait kendaraan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak yang bersangkutan.

Pasca-kejadian, aparat terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan serupa.

Kepolisian juga mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan menjaga situasi tetap aman sehingga aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan tidak terganggu.

Hingga kini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali normal dan arus lalu lintas berjalan lancar seperti biasa.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.