Kondisi Sulawesi Tengah Usai Sehari Diguncang Ratusan Gempa Susulan
Desy Selviany June 17, 2026 03:32 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Kondisi sejumlah kota dan kabupaten di Sulawesi Tengah sehari usai diguncang gempa 6,7 magnitudo masih memprihatinkan. 

Hingga Rabu (17/6/2026) pagi tercatat masih terjadi 466 gempa susulan.

Adapun rentang kekuatannya berkisar M5,2 untuk yang terbesar dan M1,3 untuk yang terkecil. 

Meskipun 466 gempa susulan yang terdeteksi, tetapi gempa susulan yang dirasakan disebut sebanyak 25 kali.

Selain itu berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah diperbarui pada pukul 21.50 WITA, dilaporkan gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, tempat usaha, hingga sarana peribadatan di sejumlah wilayah terdampak.

Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan dampak kerusakan terbesar.

Sebanyak 800 unit rumah dilaporkan terdampak, terdiri dari 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Kemudian dua unit kantor, 15 sarana ibadah, satu unit UMKM, serta satu jembatan penghubung antara Desa Kamarora B dan Desa Tongoa juga mengalami kerusakan seperti dimuat TribunPalu.

Di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 37 unit rumah dilaporkan terdampak akibat guncangan gempa.

Sementara di Kota Palu, kerusakan terjadi pada satu unit rumah, satu bangunan usaha, Gedung Auditorium Universitas Tadulako, Gedung Serba Guna Untad, serta sejumlah hotel, termasuk Hotel Best Western dan Hotel Santika.

Di Kabupaten Poso, akses jalan di wilayah Napu dilaporkan mengalami ambles.

Selain itu, tiga unit rumah di Desa Tumora turut terdampak.

BPBD juga mencatat adanya korban akibat peristiwa tersebut.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung, sementara 63 orang mengalami luka ringan dan 13 orang mengalami luka berat.

Menindaklanjuti kejadian ini, BPBD Sulteng bersama BPBD kabupaten/kota terdampak melakukan asesmen lapangan dan koordinasi penanganan darurat.

Penyaluran logistik bantuan juga telah dilakukan oleh BPBD Sulteng. 

Selain itu, Kodam XIII/Merdeka melalui Kodim setempat menyalurkan bantuan berupa tenda, velbed, dan perlengkapan dapur lapangan bagi masyarakat terdampak.

Lalu lintas di Palu juga masih terputus karena infrastruktur yang rusak akibat gempa.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu menyatakan Jembatan III Palu berpotensi kembali ditutup total apabila proses perbaikan retakan pada jembatan mulai dilaksanakan.

Meski saat ini akses telah dibuka secara terbatas, kebijakan tersebut bersifat sementara sambil menunggu hasil kajian teknis dan pelaksanaan perbaikan oleh instansi terkait.

Baca juga: Donald Trump Sebut yang Dilakukan Israel Pembantaian Bukan Serang Hizbullah

Kepala Dishub Palu, Trisno Yunianto, mengatakan penutupan kembali diperlukan agar pekerjaan perbaikan dapat dilakukan dengan aman tanpa mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Menurut Trisno, hasil pemantauan sementara menunjukkan adanya penambahan retakan pada jembatan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah retakan tersebut memengaruhi struktur utama jembatan.

Hingga Selasa malam, frekuensi gempa susulan dilaporkan mulai menurun.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.

Sebelumnya, BMKG melalui siaran pers mengatakan gempa M6,7 yang mengguncang Kota Palu, Kabupaten Torue, dan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Selasa kemarin merupakan gempa bumi dangkal. 

Penyebabnya adalah aktivitas sesar Sausu.

Menurut hasil analisis mekanisme sumber, gempa bumi memiliki pergerakan turun atau normal fault.

Gempa dahsyat M6,7 itu berada pada kedalaman 16km dengan episenter pada koordinat ,03° LS; 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah.

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WITA.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, episentrum gempa berada pada koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

(Wartakotalive.com/DES/TribunPalu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.