TRIBUNGORONTALO.COM – Gelombang kedatangan peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII mulai memadati Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Sejumlah kontingen dari berbagai daerah di Indonesia telah tiba sejak beberapa hari terakhir untuk mengikuti agenda nasional yang berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady D Mario, mengatakan hingga Rabu (17/6/2026) peserta terus berdatangan secara bertahap menyesuaikan jadwal perjalanan dari daerah masing-masing.
"Hampir sebagian besar peserta sudah mulai datang. Kurang lebih sudah ada 17 provinsi yang hadir," kata Muljady kepada TribunGorontalo.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu (17/6/2026).
Dirinya menjelaskan peserta datang secara bergelombang sejak 15 Juni dan akan terus bertambah hingga menjelang pembukaan kegiatan. Puncak kedatangan diperkirakan terjadi pada 19 Juni ketika seluruh kontingen sudah berkumpul di Gorontalo.
"Ada yang datang tanggal 15, 16, 17. Nanti puncaknya tanggal 19 sudah terkumpul semua," ujarnya.
Menurut Muljady, jumlah peserta dari luar daerah yang diperkirakan hadir mencapai sekitar 9.000 orang. Jika digabung dengan peserta lokal, panitia memproyeksikan total peserta dan pengunjung yang memadati venue kegiatan akan menyentuh angka 14.000 hingga 15.000 orang.
"Kalau digabung dengan peserta lokal, jumlahnya sekitar 14 sampai 15 ribu orang," katanya.
Besarnya volume massa ini berimbas langsung pada tingkat keterisian penginapan. Hotel-hotel di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo kini dilaporkan nyaris penuh.
Untuk mengantisipasi keterbatasan tersebut, panitia mengonformasi telah menyiapkan 1.037 rumah warga di Kabupaten Gorontalo sebagai homestay. Sebanyak 4.027 peserta utama dari kalangan petani dan nelayan dijadwalkan menempati rumah-rumah penduduk yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan sekitar lokasi kegiatan.
Sementara itu, peserta pendamping, peninjau, pejabat pemerintah, dan tamu undangan lainnya akan diarahkan ke fasilitas perhotelan.
"Petani dan nelayan menginap di homestay masyarakat. Kalau pendamping dan peninjau menggunakan hotel. Hotel sekarang hampir penuh semua," ungkap Muljady.
Mobilitas jalur udara menuju Bumi Serambi Madinah juga melonjak tajam. Data panitia menunjukkan, sebanyak enam penerbangan tambahan (extra flight) telah disiapkan untuk melayani kedatangan peserta. Total hampir 3.000 penumpang dijadwalkan mendarat di Gorontalo selama periode kedatangan ini.
Tingginya antusiasme peserta juga terlihat dari cara mereka mencapai Gorontalo. Meski harga tiket pesawat mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, minat para petani dan nelayan se-Indonesia untuk hadir tidak surut.
Muljady mencontohkan salah satu cerita heroik dari kontingen asal Provinsi Jambi yang memilih menempuh perjalanan interseluler via jalur darat dan laut demi menghemat biaya namun tetap bisa berpartisipasi.
"Ada peserta dari Jambi lewat darat ke Surabaya, lalu naik kapal ke Makassar dan lanjut ke Gorontalo. Ini menunjukkan semangat mereka luar biasa," katanya.
"Ini menunjukkan semangat mereka luar biasa. Mereka tetap datang walaupun perjalanan panjang," ujarnya lagi dalam kesempatan yang sama.
Baca juga: Kesiapan PENAS Petani Nelayan XVII: Venue Utama Rampung, Warga Gorontalo Bisa Masuk Pameran Gratis
Bagi Pemprov Gorontalo, PENAS XVII menjadi momentum emas untuk memperkenalkan potensi daerah ke kancah nasional, terlebih sebagian besar peserta baru pertama kali menginjakkan kaki di Gorontalo.
Selain mengikuti agenda utama di kawasan GORR David-Tonny, Kabupaten Gorontalo, peserta juga diarahkan untuk menjelajahi sektor pariwisata, kuliner, produk UMKM, hingga peluang investasi daerah.
Pemprov Gorontalo sendiri telah gencar mempromosikan destinasi unggulan daerah sejak jauh-jauh hari. Beberapa titik yang mencuri perhatian peserta antara lain wisata Hiu Paus di Bone Bolango, Benteng Otanaha, wisata bahari, hingga sejumlah situs agrowisata.
"Kita sudah informasikan dari jauh hari objek wisata yang ada di Gorontalo. Mereka sudah menyusun jadwal sendiri untuk berkunjung ke berbagai lokasi," ujarnya.
"Kita sudah sampaikan dari jauh-jauh hari objek wisata yang ada di Gorontalo. Ada Hiu Paus, Otanaha dan berbagai lokasi lainnya. Mereka sudah membagi jadwal sendiri untuk berkunjung," ucap Muljady.
Perputaran uang dari ribuan tamu ini dipastikan menghidupkan ekosistem ekonomi lokal. Dampak positifnya bahkan sudah mulai dirasakan oleh para pelaku usaha di sekitar lokasi utama menjelang seremoni pembukaan.
"Ini luar biasa. Gorontalo menjadi magnet tersendiri. Insya Allah PENAS membawa berkah bagi daerah kita," tutur Muljady.
"Insya Allah ini membawa berkah bagi Gorontalo. Karena yang datang bukan hanya peserta, tetapi juga pendamping dan keluarga mereka," tambah dia.
Muljady berharap, sekembalinya dari agenda nasional ini, para peserta bisa menjadi agen promosi pariwisata dan budaya Gorontalo di daerah asal masing-masing.
"Kami berharap mereka pulang membawa kesan baik tentang Gorontalo. Bukan hanya soal kegiatan PENAS, tetapi juga wisata, masyarakat dan budaya yang ada di sini," pungkasnya. (*)