JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA
‘Tidak menang apa pun justru membantunya’ - Bagaimana musim debut tanpa trofi di Bayern Munich membawa manfaat besar bagi Harry Kane, ketika sang penyerang Inggris kini berambisi menambah gelar juara dunia ke dalam daftar pencapaiannya.
Harry Kane tiba di Piala Dunia 2026 dengan tampilan yang lebih tajam, ramping, dan termotivasi dibanding sebelumnya. Meski kepindahannya ke Bayern Munich sempat menjadi bahan ejekan setelah musim perdana tanpa trofi, orang-orang terdekat kapten tim nasional Inggris percaya bahwa masa transisi itu justru menjadi momen penting yang membawanya mencapai puncak performa di panggung dunia.
Dukungan dari Kompany
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, tak memiliki keraguan mengenai kondisi fisik dan pengaruh besar striker andalannya tersebut. Meski sebelumnya ada kekhawatiran bahwa sang kapten Inggris sering menurun di akhir musim yang panjang, pelatih asal Belgia itu melihat sosok yang berbeda di Bavaria kali ini. “Apakah saya harus menerima bahwa dia selalu menurun di akhir musim? Itu bukan yang saya lihat,” ujar Kompany. “Jangan jadikan itu asumsi bahwa dia terlihat lelah setiap tahun, karena itu tidak benar. Saya melihat dampaknya. Saat ini dia berada di level yang seharusnya.”
Penilaian Kompany itu diperkuat oleh catatan luar biasa Kane yang mencetak 61 gol untuk raksasa Jerman tersebut pada musim 2025-26. Narasi bahwa Kane selalu tampil dengan ‘kaki berat’ di turnamen besar—seperti yang terlihat saat kesulitannya di Euro 2024—kini terbantahkan oleh mereka yang menyaksikannya berlatih setiap hari di markas Bayern.
Berkah yang Terselubung
Ironisnya, ketiadaan trofi langsung di Munich justru menjadi bahan bakar semangat Kane saat ini. Setelah bertahun-tahun tanpa gelar di Tottenham, musim pertamanya di Jerman pun berakhir tanpa medali, yang bahkan sempat menimbulkan gelombang ejekan di media sosial. Namun, sumber dekat sang pemain menyebut bahwa hal itu justru membentuk tekadnya. “Tidak menang apa pun di musim pertamanya justru membantunya,” ungkap seorang sumber kepada Daily Mail. “Seperti Pep Guardiola di musim pertamanya bersama Manchester City. Hal itu memotivasinya. Harry selalu punya mental juara, tapi sekarang ada sesuatu yang berbeda di matanya.”
Sumber lain mengatakan kepada The Mail: “Dia kini bebas dari fanatisme Liga Premier. Pikirannya jernih. Tubuhnya lebih bugar dari sebelumnya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”
Sejak saat itu, Kane menebus kegagalannya dengan menjuarai dua gelar Bundesliga dan satu trofi DFB-Pokal. Kepercayaan diri yang muncul setelah akhirnya mengangkat trofi besar telah mengubah cara pandang terhadap dirinya, baik di level domestik maupun internasional. Menjelang pertandingan pembuka Inggris di Piala Dunia, Kane sendiri mengakui adanya perubahan persepsi tersebut. “Pandangan orang terhadap saya mungkin telah berubah dalam beberapa tahun terakhir. Fakta bahwa saya telah memenangkan trofi-trofi ini membuat saya dipandang berbeda dari luar, bahkan mungkin oleh rekan setim saya sendiri,” ujarnya.
Keuntungan Gaya Hidup di Jerman
Pindah dari kerasnya jadwal Liga Premier memberi Kane kesempatan fisik yang lebih panjang dibanding saat masih di London Utara. Struktur Bundesliga yang hanya memiliki 18 tim serta adanya jeda musim dingin memberinya waktu untuk memulihkan kondisi. “Semua orang tahu bahwa pemain Liga Premier biasanya kelelahan di akhir musim,” kata jurnalis BILD, Christian Falk. “Tapi Harry, ya, dia sekarang bermain di Jerman! Dia bilang kepada saya betapa dia menikmati liburan musim dingin bersama keluarganya, dan betapa bugar dirinya sekarang berkat waktu istirahat itu.”
“Sebelum dia pergi, dia sempat berkata kepada kami: ‘Ini gelar untuk Bayern, teman-teman, tapi maaf, gelar berikutnya tidak untuk Jerman!’. Kabar baik bagi Inggris, tapi buruk bagi kami – percayalah, dia sedang dalam kondisi terbaik. Ini akan menjadi versi terbaik Harry Kane yang pernah tampil di turnamen besar. Dia bahkan mengatakan bahwa dia berharap bisa bertemu Jerman di final. Tapi ya, kami tidak memilikinya, kalian yang punya!”
Investasi Pribadi untuk Keunggulan
Kane tidak hanya mengandalkan latihan klub untuk menjaga kebugarannya; ia juga berinvestasi besar pada tim sains olahraga pribadinya, termasuk fisioterapis asal Spanyol, Dr. Alejandro Elorriaga. “Dia jenius,” ujar sumber yang mengenal kerja sama tersebut kepada The Mail. “Dia bisa menemukan saraf di lenganmu yang terhubung ke pergelangan kakimu!”
Pendukung tim nasional Inggris berharap Kane mampu membawa ketajaman luar biasanya di level klub ke panggung internasional ketika tim asuhan Thomas Tuchel menghadapi Kroasia dalam laga pembuka grup Piala Dunia 2026 pada Rabu malam.
Sejauh mana Inggris akan melangkah di Piala Dunia kali ini?