TRIBUNJABAR.ID - CIREBON - Siapa sangka, di tengah menjamurnya nama-nama modern dan unik yang kini banyak digunakan orang tua untuk anak-anak mereka, nama Agus dan Siti ternyata masih menjadi 'penguasa' di Kota Cirebon.
Bahkan, jumlah warga yang menggunakan dua nama tersebut mencapai ribuan orang dan menjadi yang terbanyak dalam data kependudukan terbaru.
Fakta menarik itu terungkap dari hasil pemutakhiran data kependudukan yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon.
Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Cirebon, Muhammad Izzuddin mengatakan, temuan tersebut diperoleh dari pengolahan data agregat kependudukan yang diterbitkan secara berkala.
"Hasil pemetaan data menunjukkan nama Agus menjadi nama yang paling banyak dimiliki penduduk laki-laki di Kota Cirebon, sedangkan untuk perempuan nama Siti masih mendominasi," ujar Izzuddin, saat diwawancarai media, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, jumlah warga bernama Agus mencapai 2.067 orang.
Angka tersebut menjadikan Agus sebagai nama laki-laki yang paling banyak tercatat dalam sistem administrasi kependudukan Kota Cirebon.
Sementara itu, nama Asep menempati posisi berikutnya dengan jumlah pemilik sebanyak 1.112 orang.
Untuk penduduk perempuan, dominasi nama Siti bahkan jauh lebih mencolok.
Disdukcapil mencatat lebih dari 6.000 warga perempuan di Kota Cirebon menggunakan nama tersebut.
"Untuk perempuan, nama Siti masih menjadi yang paling banyak digunakan dengan jumlah lebih dari 6.000 orang," ucapnya.
Tak hanya memotret tren penggunaan nama, data terbaru Disdukcapil juga menggambarkan kondisi demografi Kota Cirebon secara keseluruhan.
Izzuddin mmenyebutkan, jumlah penduduk Kota Cirebon saat ini telah mencapai 358.265 jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 179.703 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 178.562 jiwa perempuan.
"Data ini menjadi bagian dari basis informasi kependudukan yang diperbarui secara berkala sebagai bahan perencanaan dan pelayanan publik," jelas dia.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Harjamukti masih menjadi kawasan dengan jumlah penduduk terbesar di Kota Cirebon.
Disdukcapil mencatat populasi Kecamatan Harjamukti mencapai 131.507 jiwa.
Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Kecamatan Kesambi yang memiliki 81.353 jiwa.
Selanjutnya, Kecamatan Lemahwungkuk tercatat memiliki 61.888 jiwa penduduk, Kecamatan Kejaksan sebanyak 51.996 jiwa dan Kecamatan Pekalipan menjadi wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit yakni 31.521 jiwa.
Selain itu, data kependudukan terbaru juga mencatat jumlah warga berstatus janda dan duda di Kota Cirebon.
"Kami juga mencatat jumlah warga berstatus janda mencapai 22.879 orang, yang terdiri atas 15.630 orang karena pasangan meninggal dunia dan 7.249 orang akibat perceraian," katanya.
Adapun jumlah warga berstatus duda tercatat sebanyak 9.687 orang.
Rinciannya, 4.348 orang berstatus duda karena cerai mati dan 5.339 orang karena cerai hidup.
Ia menegaskan, pemutakhiran data kependudukan dilakukan setiap semester untuk memastikan informasi yang tersedia tetap akurat dan sesuai dengan kondisi terkini masyarakat Kota Cirebon.
Melalui data tersebut, Disdukcapil tidak hanya menyajikan angka-angka kependudukan, tetapi juga menggambarkan potret sosial masyarakat Kota Cirebon yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Nama Agus dan Siti yang masih bertahan sebagai yang paling populer pun menjadi salah satu fakta unik di balik data kependudukan terbaru tersebut.(*)
Baca juga: Malam Ini Sumedang Gelap Gulita, Listrik Padam Massal Landa 17 Kecamatan, Warga Terpaksa Pakai Lilin