Laporan Wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menekan pedal gas untuk memperluas cakupan kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di tingkat akar rumput.
Salah satu langkah taktis ditunjukkan oleh Pemerintah Kelurahan Tambaksari yang meluncurkan program jemput bola guna mempermudah masyarakat mengakses KTP digital secara instan.
Layanan ini sengaja didesain ramah bagi kelompok masyarakat rentan, seperti penduduk lanjut usia (lansia), serta para pekerja komuter yang tidak memiliki waktu luang di pagi hari karena kesibukan pekerjaan.
Baca juga: Kisah Heroik Abah Bendi Halau Bentrokan Pesilat di Kalijudan Surabaya, Kepala sampai Bocor
Sekretaris Kelurahan Tambaksari, Novita Surjandari, menjelaskan bahwa layanan aktivasi IKD ini dijadwalkan secara rutin setiap hari Rabu malam, mulai pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. Pola ini sengaja dipilih memanfaatkan waktu istirahat warga.
"Kami menerapkan sistem jemput bola. Jadi warga tidak perlu repot-repot datang ke kantor kelurahan pada jam kerja. Kami membuka layanan di dua lokasi sekaligus, yaitu di Balai RW 4 dan Balai RW 6, serta menyisir langsung ke rumah-rumah warga lansia," ujar Novita saat ditemui di sela monitoring di Balai RW 6, Rabu (17/6/2026) malam.
Novita optimistis pendekatan humanis ini menjadi strategi paling jitu untuk mendongkrak capaian aktivasi di Tambaksari, mengingat kelurahan ini memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi dengan bentangan 9 RW dan 77 RT.
Berdasarkan data mutakhir per 15 Juni 2026, total target perekaman dan aktivasi IKD wajib pilih di Kelurahan Tambaksari berada di angka 14.717 warga. Hingga pertengahan Juni, realisasi yang berhasil terarsip baru mencapai 4.166 jiwa atau berkisar 28 persen.
"Angka capaian ini yang terus kita kejar dan tingkatkan. Fokus penyisiran kami optimalkan di beberapa wilayah yang kuota warga belum mengaktifkan IKD-nya masih sangat tinggi, khususnya di klaster RW 3, RW 4, dan RW 6," imbuhnya.
Lebih jauh, Novita memaparkan bahwa penggunaan IKD akan memegang peranan krusial di masa mendatang. Kartu identitas di ponsel pintar ini nantinya bakal terintegrasi penuh dengan ekosistem layanan publik esensial, seperti sektor perbankan dan jaminan kesehatan nasional BPJS.
Selain praktis dan bebas risiko fisik kartu patah atau hilang, momentum posko malam hari ini juga dimanfaatkan petugas kelurahan untuk menyosialisasikan perekaman KTP-el bagi remaja pemula yang memasuki usia 16 hingga 17 tahun.
Sementara itu, Lurah Tambaksari, Amdany Praptama Yantony, mengaku sangat puas dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh warga. Sejak digulirkan satu bulan terakhir, respons masyarakat menunjukkan grafik yang sangat positif.
"Dalam satu kali sesi jemput bola berdurasi dua jam, rata-rata ada 100 hingga 120 warga yang sukses melakukan aktivasi akun. Ini membuktikan bahwa kesadaran digital masyarakat Surabaya sudah mulai matang," terang Amdany.
Baca juga: Kejari Surabaya Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi RSUD dr Soetomo, Tak Temukan Kerugian Negara
Rancangan alur aktivasinya pun tergolong sederhana. Warga hanya diwajibkan membawa telepon seluler Android atau iOS yang mendukung aplikasi resmi IKD milik Kemendagri serta membawa KTP fisik. Selebihnya, petugas di lapangan akan memandu proses pemindaian barcode hingga verifikasi wajah (face recognition).
Guna menjamin kelancaran sistem, Kelurahan Tambaksari membagi dua tim taktis. Dua staf kelurahan diterjunkan langsung sebagai eksekutor entri data di Balai RW, sedangkan tim operator di kantor kelurahan tetap bersiaga mengawal kestabilan server Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).
"IKD ini ke depan akan mempermudah masyarakat, termasuk dalam mempercepat proses verifikasi penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Karena sifatnya digital, data dijamin aman dan bisa digunakan kapan saja lewat gawai masing-masing," pungkas Amdany.