Kota Magelang Deklarasikan Gerakan Go Green pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Yoseph Hary W June 18, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG. Pemerintah Kota Magelang menegaskan komitmennya menghadapi tantangan perubahan iklim melalui deklarasi Kota Magelang Menuju Go Green pada peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026, yang berlangsung di RW 02 Armada Estate, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Rabu (17/6/2026).

Deklarasi tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Respons nyata

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengatakan isu perubahan iklim tidak bisa lagi dipandang sebagai ancaman masa depan, melainkan tantangan yang sudah dirasakan saat ini dan harus direspons melalui aksi nyata.

“Pemerintah hadir untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat agar sadar. Ketika kesadaran sudah tumbuh, maka kepedulian terhadap lingkungan akan muncul dengan sendirinya,” kata Damar.

Menurutnya, berbagai gerakan peduli lingkungan selama ini telah dijalankan secara berkelanjutan oleh Pemkot Magelang melalui program Makclinge, Nyapu Bareng, Kali Bersih, Sekolah Adiwiyata, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga pengembangan bank sampah.

Namun demikian, Damar menegaskan upaya tersebut harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.

“Kami akan terus memperkuat Program Kampung Iklim, pengembangan bank sampah, perluasan pengelolaan sampah dari sumbernya, penghijauan kawasan permukiman, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menggerakkan perubahan perilaku masyarakat.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini harus menjadi penguat komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim demi masa depan Kota Magelang yang lebih baik,” tegasnya.

Pesan penanganan perubahan iklim

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang, Yonas Nusantrawan Bolla, menjelaskan peringatan tahun ini mengusung tema nasional "Saatnya Bekerja untuk Iklim".

Menurutnya, tema tersebut mengandung pesan kuat bahwa penanganan perubahan iklim membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Tema ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengambil langkah nyata dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Dalam peringatan tersebut, berbagai kegiatan digelar mulai dari senam bersama, deklarasi Go Green, penanaman pohon, panen hasil pemanfaatan lahan pekarangan, penyerahan bantuan CSR bidang lingkungan hidup, hingga peluncuran Komposter Sigalang (Sistem Galon Anti Buang) yang dilanjutkan dengan pelatihan kepada masyarakat.

Yonas menjelaskan pemilihan RW 02 dan RW 08 Kelurahan Kramat Utara sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada keberhasilan masyarakat setempat dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan.

“Selain berstatus Kampung Iklim, warga di kedua wilayah tersebut dinilai berhasil mengembangkan pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan, dan pemanfaatan lahan pekarangan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia juga memaparkan capaian Kota Magelang dalam pengelolaan lingkungan hidup hingga tahun 2026. Saat ini Kota Magelang memiliki 170 unit bank sampah, 24 kelompok kampung organik, 85 sekolah Adiwiyata dari total 134 sekolah, serta 36 Kampung Iklim yang tersebar di berbagai wilayah kota.

Selain itu, sebanyak 17 RW tengah berproses untuk meraih predikat Kampung Iklim, sementara RW 13 Kelurahan Magelang sedang diusulkan menjadi Kampung Iklim Lestari.

“Capaian ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap lingkungan terus tumbuh. Tantangan ke depan adalah bagaimana memperluas gerakan ini agar semakin banyak warga yang terlibat dalam upaya pengendalian perubahan iklim,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.