Viral Terpopuler: Ruben Diminta Audit Nafkah Rp 200 Juta hingga Alasan MBG Tetap Jalan Meski Didemo
Ani Susanti June 18, 2026 07:14 AM

Diawali dengan pakar hukum Agustinus Nahak turut memberikan pandangannya terkait besaran nafkah Rp 200 juta dari Ruben Onsu ke anak-anaknya dengan Sarwendah.

Selanjutnya sosok pejabat Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Yogi Saleh (44), yang ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di rumahnya di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Minggu (14/6/2026) malam. 

Terakhie pemerintah menegaskan MBG tetap menjadi bagian dari komitmen politik Presiden Prabowo Subianto, meski tuntutan penghentian program yang disuarakan mahasiswa dan warga dalam demo.

Berikut selengkapnya:

Baca juga: Jatim Terpopuler: Juara Festival Nasional Reog Ponorogo 2026 hingga Bupati Wajibkan ASN Masuk KDMP

Pakar Hukum Minta Ruben Onsu Audit Nafkah Anak Rp 200 Juta, Pengacara Kuak Tagihan Sampah Sarwendah

Polemik nafkah anak pascacerai antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah menjadi sorotan publik belakangan ini.

Selain persoalan akses bertemu anak yang disebut menjadi pemicu konflik, besaran nafkah yang harus dibayarkan Ruben juga menuai perhatian dari berbagai pihak.

Isu tersebut mencuat setelah Ruben dikabarkan menghentikan pembayaran nafkah anak dalam enam bulan terakhir.

Keputusan itu disebut berkaitan dengan keberatannya karena merasa mengalami kesulitan untuk bertemu dengan anak-anaknya.

Sebelumnya, usai resmi bercerai pada 2024, Ruben memiliki kewajiban memberikan nafkah anak dengan nominal yang disebut mencapai Rp200 juta hingga Rp225 juta setiap bulan.

Perselisihan yang berkembang antara kedua pihak pun tidak hanya menyangkut hak asuh dan komunikasi dengan anak, tetapi juga memunculkan perdebatan mengenai kewajaran nilai nafkah yang ditetapkan.

Pakar hukum Agustinus Nahak turut memberikan pandangannya terkait besaran nafkah tersebut.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Sosok Yogi Kabid BKAD Ditemukan Tewas Saat Istri Pulang Wisuda, Religius dan Sempat Ngeluh Pekerjaan

Seorang pejabat Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Yogi Saleh (44), ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di rumahnya di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Minggu (14/6/2026) malam.

Peristiwa tragis itu terjadi saat istri korban baru saja kembali ke rumah usai menghadiri acara wisuda bersama anak dan mertua

Saat tiba di rumah, korban sudah ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar.

Yogi Saleh diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Aset Daerah pada BKAD Kabupaten Purwakarta.

Kejadian ini pun langsung menjadi perhatian dan sorotan publik di wilayah setempat.

Semasa hidupnya, Yogi dikenal sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan rekam jejak karier yang cukup baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Berdasarkan data resmi BKAD Purwakarta, Yogi Saleh, S.E., lahir pada 13 April 1982 dan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2009.
 
Karier Yogi terus menanjak hingga dipercaya mengemban posisi strategis sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah di BKAD Purwakarta.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Alasan Pemerintah Tak Mau Menghentikan MBG Meski Muncul Isu Korupsi dan Didemo Rakyat

Gelombang kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meluas di berbagai daerah.

Selain dipicu dugaan korupsi yang menyeret petinggi Badan Gizi Nasional, sejumlah persoalan lain seperti dugaan keracunan dan efektivitas anggaran ikut menjadi sorotan publik.

Di tengah tuntutan penghentian program yang disuarakan mahasiswa, pemerintah menegaskan MBG tetap menjadi bagian dari komitmen politik Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, ruang evaluasi dan perbaikan pelaksanaan program disebut tetap terbuka.

Tak hanya soal korupsi, beragam kasus terkait MBG seperti keracunan, manajemen logistik, ketidaksesuaian menu, dan pemborosan anggaran turut jadi alasan mengapa program MBG ini terus mendapat protes dari masyarakat. Bahkan, banyak yang mendesak agar program MBG ini dihentikan.

Desakan penghentian program MBG ini juga telah disuarakan mahasiswa dalam aksi demonstrasi mereka sejak Jumat (12/6/2026) hingga hari ini, Rabu (17/6/2026).

BACA SELENGKAPNYA >>>

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.