Saat Paguyuban Kades di Jombang Berwisata ke IKN
GH News June 18, 2026 08:08 AM
Jombang -

Sebanyak 11 kepala desa Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, Jawa Timur baru saja mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Mereka terpukau dengan bangunan di sana.

Kepala Desa Banjarsari Basyaruddin Saleh, salah satu kades, menceritakan keindahan IKN sejak awal datang. Dia bilang kekaguman para kepala desa itu terlihat sejak awal sampai di Bandara Internasional IKN. Mereka langsung disuguhi bangunan megah bangunan bandara.

Setelah itu, jalan menuju ke lokasi IKN juga sangat bagus dengan melalui jalan tol. Kekaguman mereka kian besar setelah sampai di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Menurut Basyaruddin, tata kota di IKN sangat rapi dan bersih. Model bangunan yang dirancang modern membuat kesan berbeda dari kota lain pada umumnya. Seperti penataan lampu penerangan jalan yang menggunakan panel solar sehingga terlihat rapi tanpa kabel.

"Kalau dari pandangan mata saya sangat kagum melihat arsiteknya. Yang asalnya hutan terus menjadi kota seperti ini," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/6/2026), dikutip dari detikJatim.

Kepala Desa yang sudah menjabat sejak 2013 itu mengatakan rombongan Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang menginap selama malam di IKN.

Selama dua hari itu, Basyaruddin dan rombongan mengeksplor seluruh spot wisata yang ada di dalam kompleks IKN. Mulai dari titik nol IKN, kawasan Plaza Seremoni, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Masjid Negara, hingga halaman Istana Presiden.

Panorama keindahan IKN pun langsung membuat para kepala desa ini tercengang. Terlebih lagi pada waktu senja. Perpaduan lampu yang futuristik dan panorama langit IKN di waktu senja menambah kecantikan kawasan IKN.

"Semua tempat kami datangi, paling bagus menurut saya di titik nol pas waktu senja. Mulai dari lampu hingga panorama alamnya," kata Basyaruddin.

Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Bandar Kedungmulyo ini berangkat ke IKN pada Selasa (9/6). IKN dipilih menjadi jujukan wisata kepala desa di Bandar Kedungmulyo karena penasaran akan keindahaannya. Selain itu, sebagai kenang-kenangan bersama selama menjabat kepala desa.

"Tujuannya ya memang ingin tau karena penasaran dengan IKN. Kita kan sama-sama pejabat negaranya masak kita ndak tau istana negara yang baru. Itu ajah gak ada motif lain," kata dia.

Basyaruddin memastikan agenda itu tidak menggunakan anggaran negara. Biaya wisata ke IKN ditanggung oleh kas paguyuban. Kas tersebut dikumpulkan dari iuran rutin anggota setiap rapat Rabu senilai Rp 200.000/orang.

"Seluruhnya pakai uang kas paguyuban, sisanya ditambah uang pribadi," ujar dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.