TRIBUN-MEDAN.COM – Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM 2025 dipolisikan usai sebut SPPG Satuan Penjilat Prabowo.
Adapun Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto kini dipolisikan.
Tiyo Ardianto dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan terkait dugaan penghasutan.
Tiyo dilaporkan oleh advokat Muhammad Firdaus Oiwobo.
Laporan tersebut diajukan oleh advokat Muhammad Firdaus Oiwobo setelah dirinya melihat video Tiyo yang beredar luas di media sosial.
Firdaus menjelaskan, dirinya melihat video tersebut saat berada di rumahnya di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan.
Menurut Firdaus, isi video tersebut dinilai mengajak masyarakat untuk menghentikan program MBG dan menyerang keberadaan SPPG.
Baca juga: Ayah Terdakwa Kasus Beli Pertalite Meninggal, Apa Respons Kapolrestabes dan Kajari Medan
"Karena saya nontonnya dan membacanya di media sosial, pas di rumah saya sendiri, Serpong, Tangsel," ujar Firdaus saat dihubungi, Rabu (17/6/2026).
Merasa keberatan dengan isi unggahan itu, Firdaus kemudian membuat laporan resmi ke Polres Tangerang Selatan pada Senin (15/6/2026).
Laporan tersebut tercatat dengan nomor:
LP/B/1867/VI/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA
Dalam laporannya, Firdaus menuding Tiyo melakukan penghasutan terkait program MBG.
"Terlapor menghasut masyarakat untuk meninggalkan MBG, dan mengatakan SPPG adalah satuan penjilat Prabowo," ujar Firdaus.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya akan menjalani pemeriksaan perdana sebagai pelapor pada Senin (22/6/2026).
"Senin (22/6/2026) sudah mulai dipanggil buat pemeriksaan pertama," katanya.
Selain Firdaus, tiga orang saksi lain juga disebut akan dimintai keterangan oleh penyidik guna mendalami laporan tersebut.
Baca juga: Kalender Jawa 18 Juni 2026 Weton Kamis Legi, Bijaksana Tapi Suka Membantah
Polemik MBG Makin Memanas
Kasus ini menambah panjang daftar polemik seputar program Makan Bergizi Gratis yang belakangan memicu gelombang kritik dan demonstrasi di berbagai daerah.
Nama Tiyo Ardianto sendiri sebelumnya juga menjadi sorotan setelah mengunggah video penemuan alat pelacak yang diduga dipasang di mobil yang digunakannya usai aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Sebelumnya, Tiyo pertama kali mengetahui keberadaan alat tersebut dari notifikasi di handphone.
"PBX FINDER ditemukan bergerak bersama Anda. Pemilik dapat meminta lokasinya. Ketuk untuk membuka Lacak untuk melihat tindakan yang tersedia," tulis notifikasi.
Ia mempublish temuan tersebut lewat akun Instagramnya.
"Teman-teman sekalian, bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan. Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkam," kata Tiyo.
Tiyo mengaitkan temuan alat pelacak PBX Finder ini dengan kritik tajam yang kini gencar dilayangkan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta, justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya. Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya," katanya.
Tiyo Ardianto menjelaskan bahwa ia menemukan alat pelacak di mobil tersebut pada 13 Juni 2026.
Ia mengaku mobil yang dimaksud merupakan milik saudara yang dipinjam demi menjaga keselamatan.
"Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman," kata Tiyo seperti dikutip dari Kompas.com.
Bukan hanya sekali saja, Tiyo kembali menemukan alat pelacak serupa beberapa kemudian.
"Teman-teman, sesudah alat berbentuk kotak yang semalam saya temukan itu diamankan, sore ini muncul lagi notifikasi di ponsel saya.
Ternyata masih ada alat berbentuk lingkaran pipih menempel di ban bagian kanan-belakang.
Saya menemukan ini dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang untuk berangkat ke Makassar.
Saya menulis ini setiba di Makassar sebagai update sementara. Segera saya akan catat keterangan yg lebih lengkap.
Kita tidak akan berhenti di sini. Kita tidak akan berhenti hari ini. Semakin diteror, semakin gacor." tulis Tiyo di Instagram.
*/tribun-medan.com