Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung Raya, kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (17/6/2026).
Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat itu, meluapkan kekecewaan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai belum berpihak kepada rakyat.
Massa mulai berdatangan sekitar pukul 15.24 WIB. Mereka berjalan berbaris mengenakan almamater kampus masing-masing, sambil membawa spanduk berisi kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Baca juga: Demonstrasi Mahasiswa di Sukabumi, Ketua DPRD Turut Dicecar soal Isu Kelola Dapur MBG
Selain membentangkan poster tuntutan, mahasiswa juga membawa replika guillotine atau alat eksekusi yang identik dengan Revolusi Prancis.
Pada bagian tengah replika tersebut, tertulis kalimat "RIP Demokrasi" sebagai simbol kritik terhadap kondisi demokrasi yang mereka nilai mengalami kemunduran.
Koordinator BEM SI Jawa Barat, Muhammad Risaldi, mengatakan aksi bertajuk "Indonesia Darurat" tersebut diikuti sekitar 1.200 mahasiswa dari 23 perguruan tinggi di Jawa Barat.
"Hari ini kita melakukan aksi dari BEM SI Jawa Barat yang mana untuk aksi kali ini ada sekitar 23 kampus dengan jumlah massa estimasi sekitar 1.200 lebih," ujar Risaldi.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan akumulasi kekecewaan dan kemarahan mahasiswa, terhadap berbagai persoalan yang dinilai tidak kunjung mendapat respons dari pemerintah.
"Ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan kami dan juga akumulasi kemarahan, khususnya dari kami yang sering kali menyuarakan aspirasi yang memang sama sekali tidak didengarkan," katanya.
Risaldi menilai, selama lebih dari satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan, belum terlihat langkah strategis yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai dari ekonomi hingga kebebasan sipil.
Ia juga menyoroti sejumlah pernyataan Presiden yang dinilai tidak substansial dan tidak menjawab kebutuhan masyarakat.
"Ini merupakan akumulasi juga kemarahan daripada statement-statement yang memang dirasa tidak perlu dan juga tidak penting yang dikeluarkan oleh Prabowo sebagai presiden," ucapnya.
Baca juga: Pantau Langsung Pembubaran Demo Mahasiswa di DPRD, Kapolda Jabar Puji Aksi Berjalan Tertib
Perwakilan Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), Nahdah Nabillah mengatakan, dalam aksi kali ini terdapat tujuh tuntutan kepada pemerintah pusat.
Di antaranya, stabilkan nilai tukar rupiah dan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), selamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pemborosan anggaran serta benahi sistem komunikasi kepresidenan yang dinilai kerap menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
"Yang pertama itu kami highlight poin terkait bagaimana langkah-langkah tanggung jawab fiskal untuk dapat memperbaiki tata kelola dan juga hal-hal yang berhubungan dengan program-program ekstraktif," ujar Nahdah.
Selain itu, massa aksi juga menuntut pencabutan Undang-Undang TNI dan Polri serta evaluasi total terhadap Kabinet Merah Putih yang dianggap tidak kompeten menjalankan tugas pemerintahan.
Aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar kawasan Gedung DPRD Jawa Barat.
Hingga sore hari, aksi masih berjalan tertib masing-masing perwakilan mahasiswa terus menyampaikan aspirasi melalui orasi dan berbagai atribut yang dibawa.