POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Maumere, Kabupaten Sikka mengeluh karena harga plastik mahal. Namun, demikian harga produk tetap dipertahan agar mudah dijangkau konsumen.
Di Jalan Sutomo, Serli, seorang penjual es dingin dengan varian menu seperti Es Pisang Ijo, EsBuah, Es Ketan, Es Teler dan Es Sum-Sum dan Es Bubur Kacang mengaku menaikan harga jualan karena harga bahan-bahan naik.
Dulu, satu cup es dijual seharga Rp 5.000 sekarang harga es naik menjadi Rp 7.000. Meski demikian, pembeli tetap ramai berdatangan.
"Pengeluaran lebih besar, susu, cup plastik dengan kantong plastik. Karen semuanya dibeli dari toko," ujarnya.
Sedangkan bahan baku lainnya seperti pisang, kacang, kelapa parut masih bisa ia peroleh di pasar. Serli menuturkan telah 20 tahun bekerja.
"Kalau laku habis semua bisa sampai Rp 1 Juta dalam satu hari. Kalau sepih biasa sampai Rp 500 ribu," ungkap Serli.
Secara terpisah di Jalan Soekarno-Hatta, Jems dan Alex sedang menjajakan Es Teler dan Es Kelapa Muda menuturkan tetap mempertahankan harga.
Mereka menyampaikan hal serupa seperti yang dialami Serli, yakni harga plastik kini berubah.
"Dampak yang paling dirasa plastik bungkus Rp 3.000, sekaramg Rp 4.000, kadang bisa sampai Rp 5.000," ungkap Jems.
Untuk bahan baku seperti roti ketan, agar-agar, mutiarara, gula merah, dan shsh enak, jeruk nipis masih diperoleh dengan harga normal. Sehingga Es Teler tetap diju seharga Rp 8.000, sedangkan Es Kelapa Muda masih dengan harga Rp 5.000.
Kedua pria asal Lombok, NTB sudah tiga tahun berjualan di Kota Maumere. Mereka menuturkan mendapatkan kelapa muda dari petani Sikka. (moa)