Contoh Soal PR PAI Kelas 8 SMP Semester 1 Materi Iman Kepada Kitab Allah
Siti Umnah June 18, 2026 09:27 AM

SRIPOKU.COM - Mengawali semester ganjil pada tahun ajaran baru 2026/2027, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) pada Kurikulum Merdeka akan mengajak siswa untuk memperkokoh akidah dan keimanan.

Merujuk pada Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Fase D, materi pembuka di awal semester ganjil ini dipusatkan pada Bab 1: Inspirasi Al-Qur'an: Menembus Cakrawala Melalui Iman kepada Kitab-Kitab Allah SWT. 

Melalui bab ini, siswa tidak hanya diajarkan untuk menghafal nama-nama kitab dan rasul penerimanya, melainkan dituntut mampu menganalisis fungsi, kedudukan, serta implementasi nilai-nilai kitab suci dalam menuntun perilaku di era digital.

Baca juga: Contoh PR Informatika Kelas 9 SMP Semester 1 Bab 1 Kurikulum Merdeka Tahun 2026/2027

Agar materi akidah ini melatih nalar kritis dan membentuk akhlak mulia siswa, pemberian Pekerjaan Rumah (PR) berbentuk analisis studi kasus dan pemahaman kontekstual dinilai sangat efektif untuk mengawali tahun ajaran baru.

Bagi Bapak dan Ibu Guru yang sedang menyiapkan perangkat tugas mandiri siswa, berikut adalah draf utuh soal PR kreatif materi Iman kepada Kitab Allah kelas 8 SMP, lengkap dengan kunci jawaban serta rubrik penilaiannya yang berhasil dihimpun oleh Sripoku.com:

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) - TUGAS MANDIRI (PR)

Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI & BP)

Kelas/Semester: VIII (Delapan) / I (Ganjil)

Materi Pokok: Bab 1 - Iman kepada Kitab-Kitab Allah SWT

Instruksi Pengerjaan untuk Siswa:

Gunakan Al-Qur'an terjemahan, buku paket PAI kelas 8, atau sumber belajar tepercaya lainnya untuk membantumu melakukan analisis. Jawablah 5 pertanyaan di bawah ini secara runtut, logis, dan jujur di buku tugasmu!

Daftar Pertanyaan PR, Kunci Jawaban, dan Esensi Materi yang Dipelajari
Soal 1 (Skor Maksimal: 20) - Materi: Nama Kitab dan Rasul Penerima

Pertanyaan: Allah SWT telah menurunkan empat kitab suci ke dunia ini sebagai petunjuk bagi umat manusia pada zamannya. Tuliskan secara berurutan nama keempat kitab tersebut, bahasa yang digunakan, serta rasul yang memegang amanah untuk menerimanya!

Kunci Jawaban/Kriteria Penilaian:
Skor 20: Jika siswa menyebutkan 4 kitab, bahasa, dan nabi penerimanya secara lengkap dan berurutan dari yang paling awal diturunkan.
Contoh Jawaban Ideal:
Kitab Taurat, diturunkan dalam bahasa Ibrani kepada Nabi Musa AS.
Kitab Zabur, diturunkan dalam bahasa Qibti kepada Nabi Dawud AS.
Kitab Injil, diturunkan dalam bahasa Suryani kepada Nabi Isa AS.
Kitab Al-Qur'an, diturunkan dalam bahasa Arab kepada Nabi Muhammad SAW.
Esensi Pembelajaran: Siswa memiliki pengetahuan dasar historis kronologis tentang silsilah penurunan wahyu Allah SWT.
Soal 2 (Skor Maksimal: 20) - Materi: Kedudukan Al-Qur'an Terhadap Kitab Sebelumnya

Pertanyaan: Al-Qur'an diturunkan sebagai kitab suci terakhir dan penyempurna. Mengapa umat Islam tidak perlu lagi mengamalkan syariat atau aturan hukum yang ada di dalam Kitab Taurat, Zabur, dan Injil? Jelaskan argumenmu!

Kriteria Penilaian: Menilai pemahaman siswa mengenai kedudukan Al-Qur'an sebagai muhaimin (batu ujian/penjaga).
Contoh Jawaban Ideal: "Karena Al-Qur'an berkedudukan sebagai penyempurna dan penguji (Muhaimin) terhadap kitab-kitab sebelumnya. Syariat dalam kitab-kitab terdahulu diturunkan hanya berlaku khusus untuk umat tertentu pada masa itu, sedangkan Al-Qur'an berlaku untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Selain itu, inti sari ajaran tauhid (mengesakan Allah) dari kitab-kitab terdahulu sudah dirangkum dan disempurnakan di dalam Al-Qur'an."
Soal 3 (Skor Maksimal: 20) - Materi: Konsep Perbedaan Kitab dan Suhuf

Pertanyaan: Selain dalam bentuk kitab, Allah SWT juga menurunkan wahyu dalam bentuk Suhuf. Jelaskan perbedaan mendasar antara Kitab dan Suhuf berdasarkan kelengkapan dan cara penyampaiannya!

Kriteria Penilaian: Menilai ketepatan siswa dalam membedakan dua istilah wahyu Allah SWT.
Contoh Jawaban Ideal: "Perbedaan mendasar antara kitab dan suhuf terletak pada kelengkapannya. Kitab adalah wahyu Allah yang sudah dibukukan secara lengkap, terstruktur, dan memiliki syariat yang utuh wajib disampaikan kepada umat manusia. Sementara Suhuf adalah wahyu Allah yang masih berupa lembaran-lembaran terpisah, isinya lebih ringkas (biasanya berupa nasihat/pujian), dan tidak wajib dibukukan atau disebarluaskan ke seluruh umat."
Soal 4 (Skor Maksimal: 20) - Materi: Implementasi Perilaku Menghargai Kitab Suci

Pertanyaan: Membaca Al-Qur'an adalah ibadah. Tuliskan 3 adab (sopan santun) yang harus kamu lakukan sebelum dan ketika membaca Al-Qur'an di rumah agar kita mendapatkan berkah dan pahala yang maksimal!

Kriteria Penilaian: Menilai pemahaman aspek praktis budi pekerti atau adab tilawah.
Contoh Jawaban Ideal: "Adab membaca Al-Qur'an antara lain: 1) Berwudu terlebih dahulu untuk mensucikan diri dari hadas kecil, 2) Menghadap kiblat dan membacanya di tempat yang bersih dengan pakaian yang rapi menutup aurat, serta 3) Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah, lalu membacanya secara tartil (perlahan dan sesuai tajwid) tidak terburu-buru."
Esensi Pembelajaran: Memastikan aspek kognitif keimanan langsung berdampak pada kebiasaan praktis dan sopan santun anak sehari-hari.
Soal 5 (Skor Maksimal: 20) - Materi: Studi Kasus Tantangan Era Digital

Pertanyaan: Di era digital saat ini, aplikasi Al-Qur'an digital sangat mudah diunduh di smartphone. Namun, sering kali saat sedang membaca Al-Qur'an digital, konsentrasi kita terganggu oleh notifikasi media sosial atau game. Bagaimana solusi terbaikmu sebagai pelajar agar tetap khusyuk saat memanfaatkan teknologi untuk mempelajari kitab suci?

Kriteria Penilaian: Menilai kemampuan penalaran kritis siswa dalam mengatasi disrupsi teknologi demi tujuan ibadah.
Contoh Jawaban Ideal: "Solusi terbaik saya adalah: 1) Mengaktifkan fitur 'Jangan Ganggu' (Do Not Disturb) atau mematikan koneksi internet sementara pada ponsel saat waktu membaca Al-Qur'an digital dimulai, 2) Menentukan target durasi waktu membaca yang konsisten (misalnya 15 menit tanpa membuka aplikasi lain), dan 3) Menanamkan kesadaran di dalam hati bahwa membaca kitab suci adalah bentuk komunikasi dengan Allah SWT yang harus dihormati."
Tips Guru Mengolah Hasil PR di Kelas pada Pertemuan Berikutnya
Agar materi akidah ini membekas secara emosional dan spiritual, pada pertemuan berikutnya guru dapat menerapkan metode "Klinik Literasi Kitab Suci".

Guru meminta perwakilan siswa untuk membacakan salah satu ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang kewajiban beriman kepada kitab Allah (misalnya QS. An-Nisa ayat 136).

Setelah itu, guru mengaitkan jawaban PR nomor 5 untuk membuka sesi diskusi interaktif mengenai fenomena "Al-Qur'an fisik vs Al-Qur'an digital". Siswa diajak berargumen mengenai kelebihan dan tantangan menjaga kesucian niat di era gawai.

Lewat kombinasi penugasan mandiri di rumah dan pemecahan dilema moral di dalam kelas ini, pelajaran PAI kelas 8 SMP di awal tahun ajaran baru 2026/2027 tidak lagi sekadar hafalan rukun iman secara teoretis, melainkan menjadi panduan hidup yang fungsional bagi remaja muslim.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.