Sosok Rahmat Djimbula Jubir BEM Fakultas Bersatu, Pernah Ucapkan Selamat ke Petinggi Gerindra
Azis Husein Hasibuan June 18, 2026 10:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Nama Rahmat Djimbula mendadak menjadi sorotan dan sasaran kritik tajam oleh netizen. 

Lonjakan atensi negatif dari netizen ini terjadi sesaat setelah Rahmat Djimbula tampil di depan publik sebagai pembicara utama dalam konferensi pers gerakan mahasiswa baru-baru ini, Selasa (16/6/2026). 

Ia mendadak viral lantaran bertindak sebagai juru bicara (jubir) dari aliansi BEM Fakultas Bersatu.

Berdasarkan penelusuran rekam jejak digital, Rahmat Djimbula diketahui memegang posisi strategis sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta untuk masa jabatan periode 2025-2026.

Ia tercatat baru saja resmi dilantik untuk memimpin badan eksekutif tersebut pada bulan Juli 2025 silam.

Di bawah kepemimpinannya, akun media sosial resmi milik BEM FH UIC terbilang cukup aktif dalam memublikasikan berbagai macam program kerja.

Berbagai dokumentasi kegiatan internal seperti rapat koordinasi, konsolidasi pengurus, hingga aksi demonstrasi di area kampus rutin diunggah ke publik.

Namun, perhatian netizen justru teralihkan oleh sebuah dokumentasi digital lama yang diunggah pada tanggal 26 Agustus 2025.

Unggahan yang memicu polemik tersebut menampilkan ucapan selamat kepada Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, atas pencapaian penghargaan Bintang Republik Indonesia Utama, yang disandingkan langsung dengan foto Rahmat Djimbula.

Kolase foto bersama petinggi partai politik di akun resmi lembaga mahasiswa itulah yang kemudian memantik reaksi keras dan komentar miring dari netizen.

Banyak yang mempertanyakan independensi serta netralitas dari organisasi kemahasiswaan yang dipimpinnya tersebut.

"Akun BEM apa dah ngucapin gini? Gaada urgensi nya a*** sama kegiatan kampus lo wkwkwkwkw," tulis salah satu netizen.

"Ohh bibit penjilat nyaa kuat banget," tambah akun lainnya.

Tuding Gerakan Tiyo Ardianto Ditunggangi Elite Politik

Nama Rahmat Djimbula kian ramai diperbincangkan lantaran dalam konferensi pers BEM Bersatu, ia secara terbuka menyentil dan mempertanyakan arah gerakan mahasiswa yang dikomandoi oleh mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Pihak BEM Bersatu menaruh kecurigaan bahwa aksi-aksi yang dipimpin Tiyo telah disusupi oleh kepentingan elit partai politik tertentu.

"Kami BEM Fakultas bersatu menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elit dalam perebutan kekuasaan," ungkap Rahmat Djimbula.

Rahmat menilai bahwa beberapa aksi mahasiswa belakangan ini sudah mulai kehilangan arah pergerakan yang murni.

"Kami menilai, sejumlah aksi mahasiswa mulai kehilangan arah. Ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi dan ketidakjelasin substansi tuntutan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah gerakan masih berpihak kepada rakyat atau disusupi agenda tertentu. Kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu," pungkas Rahmat.

Tidak sekadar melempar asumsi, Rahmat mewakili kelompoknya juga merincikan indikasi kedekatan Tiyo dengan tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan PDI Perjuangan (PDIP).

Ia mengaitkan hal tersebut dengan kepemilikan mobil Fortuner yang sempat viral karena dipasangi alat pelacak misterius oleh Tiyo.

"Mobil Fortuner yang digunakan (Tiyo) diduga terdaftar atas nama Siti Nuraini, adik Letjen TNI Purn Setyo Sularso yang merupakan besan Jenderal TNI Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat dengan kehadiran politisi PDIP Andi Wiwayanto di tengah massa aksi," beber Rahmat.

Selain masalah kendaraan, Rahmat juga membeberkan rekam jejak kehadiran Tiyo dalam sebuah forum diskusi di Bandung yang turut dihadiri oleh sejumlah tokoh oposisi dan purnawirawan tentara.

"Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam dialog nasional kebangsaan di Bandung bersama dengan sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan Dokter Tifa dalam forum yang sama. Letjen TNI Purn Setyo Sularso juga tercatat hadir menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," tutup Rahmat.

PDIP Buka Suara

Kader PDIP Guntur Romli buka suara pada Selasa (16/6/2026), terkait tudingan dari BEK Fakultas Bersatu, yang menyeret nama partainya.

Guntur menegaskan mobil yang ditumpangi Tiyo merupakan pinjaman dari seseorang.

Ia menyebut bahwa mobil itu milik adik yang besannya dulu seorang tim sukses (timses) ketika pilpres.

Namun Guntur menegaskan orang yang dimaksud bukan Siti Nuraeni.

Guntur mengatakan Siti bukanlah timses Ganjar Pranowo-Mahfud MD saat Pilpres 2024.

Namun Guntur tidak menyebut nama pemilik dari mobil tersebut. 

Pihaknya menyebut tudingan tersebut hanyalah cocoklogi semata.

"Mobil yang dipakai Tiyo adalah pinjaman dari seseorang, dan seseorang itu adik dari seseorang yang besannya dari orang yang dulunya timses di Pilpres. Padahal Pilpres sudah selesai. Adik kakak juga belum tentu pilihan politiknya sama. Besanan juga belum tentu sama politiknya," kata Guntur Romli.

"Itu cuma dipaksakan dengan cocoklogi saja," katanya.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.