TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK), Muhammad Abdi Maludin, menyampaikan kritik keras terkait pelaksanaan program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), langsung di hadapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kritik tersebut disampaikan Abdi saat diterima oleh Wapres Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta, setelah menggelar aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
Abdi mengungkapkan bahwa tata kelola program MBG masih jauh dari harapan masyarakat dan terkesan kurang matang dalam tahap persiapan.
Bahkan, ia menyoroti ketidaksesuaian alokasi anggaran yang dinilai fantastis dengan fakta kualitas makanan yang diterima anak-anak di lapangan.
"Kami melihat anggaran program tersebut sangat fantastis, mencapai Rp1 triliun per hari. Namun di lapangan, khususnya di daerah-daerah seperti Bima, banyak anak-anak yang mengeluhkan kualitas makanan. Ada yang hanya mendapatkan jeruk satu buah atau pisang satu buah," ujar Abdi.
Selain masalah kualitas dan standardisasi makanan, Abdi juga menyenggol isu sensitif terkait indikasi korupsi dalam rantai pelaksanaan program tersebut.
Ia menyinggung beberapa pejabat teknis program yang sempat tersandung kasus hukum, seperti penangkapan sejumlah jajaran pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kami singgung dalam pertemuan itu mengenai beberapa pihak yang ditangkap, seperti Sony dan Dadan, yang kemudian diganti oleh Ibu Nanik. Kami mempertanyakan apakah pergantian ini bisa menjamin suksesnya program tanpa adanya evaluasi menyeluruh," tegas Abdi.
Abdi menekankan bahwa BEM UBK pada dasarnya memandang program MBG ini memiliki niat yang baik, terutama sebagai langkah konkret dalam menekan angka stunting di Indonesia.
Namun, ia menilai persoalan terbesar terletak pada subjek atau SDM pelaksana yang tidak disiplin dan kurang kompeten.
"Tolong, jalankan program ini dengan sebaik-baiknya demi kemakmuran rakyat. Jangan sampai program ini hanya menjadi wadah korupsi baru bagi para kapitalis dan oligarki yang dekat dengan proyek ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming bertemu sejumlah mahasiswa yang berunjukrasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Wapres menerima pendemo di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan.
Mahasiswa yang bertemu dengan Wapres itu berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno dan Universitas MH Thamrin.
Para mahasiswa berjumlah kurang lebih 15 orang mengenakan jas almamater merah dan biru masuk melalui pintu utama, Jalan Medan Merdeka Selatan sekitar pukul 17.20 WIB.
Masuk ke Istana Wapres mereka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan melalui pintu metal detector.
Pertemuan tersebut berlangsung tertutup. Sekitar pukul 18.40 WIB, para mahasiswa ke luar istana didampingi Wapres.
Setelah foto bersama, Wapres kembali masuk ke dalam, dan para mahasiswa menyampaikan hasil pertemuan kepada awak media.
Pertemuan ini digelar usai mahasiswa BEM UBK menggelar aksi demonstrasi Jalan Medan Merdeka Selatan, sejak siang ini.