Hasil Olah TKP Kematian Kepala BKAD Purwakarta Yogi Saleh, Rumah Dikunci dan Plafon Jebol
Facundo Chrysnha Pradipha June 18, 2026 10:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus kematian tidak wajar yang menimpa pejabat publik menyoroti standar keamanan serta perlindungan terhadap para abdi negara yang menduduki posisi strategis.

Peristiwa tewasnya Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Purwakarta, Yogi Saleh, di dalam rumahnya masih dalam proses penyelidikan.

Saat kejadian korban berada di rumah sendirian, sedangkan istri dan anaknya menghadiri acara wisuda.

Jasad pertama kali ditemukan istri saat pulang rumah dalam kondisi penuh luka pada Minggu (14/6/2026) malam.

Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab pasti kematian Yogi Saleh.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan tak ada barang berharga yang hilang.

Baca juga: Awal Mula Penemuan 2 Jasad Perempuan di Banyumas, Cucu Korban Kabur saat Didatangi Warga

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, menyatakan tak ada tanda perkelahian di rumah yang beralamat di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Jawa Barat.

"Dompet, uang tunai, telepon genggam, dan identitas korban masih berada di lokasi," paparnya, Selasa (16/6/2026).

Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang mencurigakan seperti sebuah tangga besi, dua potong kabel yang sudah dalam keadaan terputus, serta sebuah ikat pinggang.

DITEMUKAN TEWAS - Pejabat BKAD Purwakarta, Yogi Saleh, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Minggu (14/6/2026).
DITEMUKAN TEWAS - Pejabat BKAD Purwakarta, Yogi Saleh, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Minggu (14/6/2026). (Akun X @kpupurwakarta)

"Polisi juga mengamankan sebilah pisau dapur berwarna kuning dengan panjang sekitar 10 hingga 15 centimeter yang ditemukan di lokasi," tandasnya, dikutip dari TribunJabar.id.

Berdasarkan kesaksian keluarga, rumah dalam kondisi terkunci dari dalam saat penemuan jasad.

Istri terpaksa mencongkel jendela untuk masuk ke rumah.

Sejumlah saksi telah diperiksa mulai keluarga, tetangga hingga teman kerja korban.

Baca juga: Bocah SD Dirudapaksa dan Dibunuh Tetangganya Sendiri di Rumah Kosong, Jasad Ditemukan saat Iduladha

"Saksi yang sudah diperiksa dari pihak istri korban, mertua, kemudian rekan kerja. Total ada tiga orang yang sudah dimintai keterangan," tuturnya.

Handphone korban turut diamankan untuk diperiksa riwayat percakapan serta panggilan telepon.

"Ada berkas-berkas, dokumen-dokumen yang kami amankan dari TKP. Kemudian handphone milik korban dan istri juga sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," lanjutnya.

Salah satu kejanggalan kematian korban yakni plafon rumah jebol.

"Itu (plafon) juga yang menjadi alasan kami meminta bantuan dari Polda dan Puslabfor untuk melakukan penyelidikan ulang terkait plafon yang jebol dan sejumlah temuan lainnya di lokasi," jelasnya.

Berdasarkan hasil visum, korban mengalami luka tusuk serta jeratan.

"Korban mengalami tiga luka tusuk di leher, satu luka robek di bagian ulu hati, bekas jeratan di leher, serta beberapa memar di bagian lutut dan pergelangan kaki," katanya.

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/Daenza)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.