Renungan Hari Ini Kamis 18 Juni 2026, Marilah Kita Berdoa Bapa Kami 
Gordy Donovan June 18, 2026 10:47 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Kamis 18 Juni 2026.

Tema renungan hari ini "Marilah kita berdoa Bapa Kami".

Renungan hari ini disiapkan untuk hari biasa pekan XI tahun A.

Hari biasa pekan XI dengan warna liturgi hijau.

Bacaan hari Kamis: Sir 48:1-14; Mzm 97:1-2.3-4.5-6.7; Mat 6:7-15 dan BcO Hag 2:10-23.

Baca juga: Renungan Katolik Kamis 18 Juni 2026, Membuka Hati Menerima dengan Tulus

Bacaan Pertama:

Lalu tampillah nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar.

Kelaparan didatangkan-Nya atas mereka, dan jumlah mereka dijadikannya sedikit berkat semangatnya.

Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali.

Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau?

Orang mati kaubangkitkan dari alam arwah, dan dari dunia orang mati dengan firman Yang Mahatinggi.

Raja-raja kauturunkan sampai jatuh binasa, dan orang-orang tersohor kaujatuhkan dari tempat tidurnya.

Teguran kaudengar di gunung Sinai, dan di gunung Horeb keputusan untuk balas dendam.

Engkau mengurapi raja-raja untuk menimpakan balasan, dan nabi-nabi kauurapi menjadi penggantimu.

Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda-kuda berapi.

Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub.

Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kami pun pasti akan hidup pula.

Elia ditutupi dengan olak angin, tetapi Elisa dipenuhi dengan rohnya. Selama hidup ia tidak gentar terhadap seorang penguasa, dan tidak seorang pun menaklukkannya.

Tidak ada sesuatupun yang terlalu ajaib baginya, dan bahkan di kuburnya pun jenazahnya masih bernubuat.

Sepanjang hidupnya ia membuat mujizat, dan malah ketika meninggal pekerjaannya menakjubkan.

Mazmur Tanggapan: 97:1-7

TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!

Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling.

Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.

Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya.

Bacaan Injil Katolik:

P: Inilah Injil Karangan
U: Dimuliakanlah Tuhan

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

"Marilah kita berdoa Bapa Kami"

Pada hari ini, Tuhan Yesus mengajar kita berdoa `Bapa Kami`, yaitu doa yang tulus dan dilandasi kasih serta iman kepada Bapa. Doa ini mengajarkan kita untuk memiliki sense of belonging kepada Allah.

Kata `Bapa Kami` mengajak kita merenung: sudahkah kita mengakui bahwa Allah adalah Bapa kita? Sudahkah kita menyadari bahwa kita ini adalah anakanak Allah? Jika kita adalah anak-anak Allah, sudahkah kita hidup sebagaimana seharusnya anak-anak Allah: mencintai dan memuliakan-Nya, menginginkan Allah meraja dalam hidup kita, taat pada kehendak-Nya, bersandar kepada-Nya setiap hari, bertobat, saling mengampuni, mengasihi sesama, serta hidup dalam kekudusan?

Doa `Bapa Kami` kelihatannya begitu sederhana, tetapi dahsyat. Doa ini mengajarkan kita untuk mengenal Allah, menyadarkan kita akan identitas diri kita, sekaligus menuntun kita untuk hidup dengan benar di hadapan-Nya. Menurut St. Tertulianus dan St. Thomas Aquinas, doa Bapa Kami adalah ringkasan seluruh Injil dan doa yang paling sempurna. Marilah kita berdoa Bapa Kami dengan penuh iman dan cinta kepada Allah. (Sumber iman katolik.or.id/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.