BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Gelombang demonstrasi mahasiswa di Kalimantan Selatan belum mereda. Setelah Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel, kini giliran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin yang akan menggelar unjuk rasa.
Melalui akun media sosialnya, HMI Banjarmasin menyerukan aksi yang terpusat di Kantor DPRD Provinsi Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kamis (18/6/2026) siang.
Berbeda dengan aksi BEM yang membawa empat tuntutan utama, HMI mengangkat sejumlah isu yang lebih luas. Mulai dari harga BBM, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebijakan PPh 22 persen, utang negara, melemahnya nilai rupiah, hingga persoalan pengangguran, kemiskinan, ketimpangan sosial.
Dalam poster tersebut, HMI menyebut berbagai persoalan itu sebagai kondisi yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Baca juga: Terbukti Jual Pertalite ke Pelangsir, Pertamina Hentikan Suplai BBM ke SPBU Pramuka Selama 30 Hari
Baca juga: Pertamina Ungkap Sudah 12 SPBU di Kalsel Disanksi, Dari Teguran hingga Penghentian Suplai
Organisasi mahasiswa itu juga mengajak kader untuk mengambil peran dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Rakyat menjerit, negara diam. Saatnya kader bergerak untuk perubahan nyata,” tulis HMI dalam poster seruan aksi.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Kalsel menggelar demonstrasi pada Senin (15/6/2026) sejak siang hingga malam di DPRD Kalsel.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, penolakan revisi Undang-Undang Polri, serta peningkatan kesejahteraan pendidikan.
Aksi BEM bahkan berakhir dengan pernyataan mosi tidak percaya kepada anggota DPR RI daerah pemilihan Kalsel.
Mahasiswa menilai para wakil rakyat tersebut tidak menunjukkan komitmen untuk hadir dan mendengarkan langsung aspirasi yang mereka bawa.
Meski Ketua DPRD Kalsel Supian HK bersama sejumlah anggota dewan telah menemui demonstran, mahasiswa tetap mempertanyakan ketidakhadiran anggota DPR RI dapil Kalsel yang sebelumnya diminta hadir.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)