Korban Perampokan di Bandar Seikijang Alami 22 Tusukan, Rp 76 Juta dari Kantor PT MPT Dibawa Pelaku
Sesri June 18, 2026 01:29 PM

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Perampokan sadis yang terjadi di kantor PT Malika Putri Tunggal (MPT) yang terletak di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 43 Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Seikijang pada Rabu (17/6/2026) sore lalu, telah ditangani Polres Pelalawan. 

Tim dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah mendapatkan laporan.

Polisi melakukan olah TKP di kantor perusahaan yang bergerak di bidang Surat Pengantar Buah (SPB) Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit itu.

Khususnya di ruangan kasir yang menjadi lokasi utama Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang dialami korban. 

"TKP merupakan kantor pembayaran SPB TBS milik PT MPT. Kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 wib. Korbannya seorang perempuan pekerja di perusahaan itu," ujar Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara SIK kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (18/6/2026).

Korban diketahui bernama Putriani Tamba (25) yang tercatat sebagai warga Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

Wanita itu merupakan pekerja bagian administrasi atau kasir di kantor PT MPT Bandar Seikijang.

Perempuan itu diserang oleh seorang pria tidak dikenal dan melukainya secara sadis menggunakan benda tajam maupun benda tumpul.  

Baca juga: Perampokan Sadis di Bandar Seikijang Pelalawan Terekam CCTV,Karyawati Ditusuk Hingga Bersimbah Darah

Hingga Putriani mengalami luka serius dan bersimbah darah. Bahkan lantai ruangan kasir kantor perusahaan itu penuh dengan bercak darah.

Aksi pelaku Curas yang kejam itu terekam oleh kamera CCTV yang ada di areal kantor perusahaan PT MPT.

"Korban mengalami luka tusuk benda tajam, kurang lebih 22 tusukan. Tersebar di bagian kepala, perut, dan bagian pundak," tambah Kapolres John Louis. 

Perampokan di kantor SPB TBS PT MPT ini diketahui pertama kali oleh rekan kerja korban bernama Agung Pratama (22) dan Harun Efendi (30). Kedua warga Desa Kerinci Kiri, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak ini merupakan karyawan di PT MPT. 

Sekitar pukul 17.00 wib, korban Putriani mengirimkan foto selfi dirinya dengan wajah berlumuran darah ke ponsel saksi Agung dan Harun. Kemudian korban Putriani menuliskan "tolong gung, aku mau dibunuh orang" dalam keterangan foto yang masuk ke ponsel kedua saksi. 

Baca juga: Residivis Rampok Beraksi Lagi di Rohul, Polisi Beri Hadiah Timah Panas

Ketika itu saksi Agung dan Harun sedang berada di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sri Indrapura Sawit Lestari (SISL), mereka langsung berangkat dari pabrik menuju kantor PT MPT. Setibanya di kantor, kondisi pintu tertutup, namun mereka tak berani masuk ke dalam. 

"Saksi menghubungi warga sekitar dan kemudian mereka masuk bersama-sama ke dalam kantor," kata John Louis Letedara. 

Setelah masuk ke kantor, saksi mendapati pintu ruangan kasir sudah terbuka dan melihat darah berserakan di lantai.

Korban ditemukan dalam posisi duduk dengan kepala terbaring di meja. Kondisinya setengah sadar dengan darah yang bermuluran di sekujur tubuhnya.


"Saksi dan warga membawa korban ke rumah sakit untuk diobati dan melaporkan kasus ini ke kami," ungkapnya.

Tim Satreskrim Polres Pelalawan mengamankan TKP dengan memasang police line untuk kepentingan penyelidikan. Kemudian mengamankan barang bukti serta mengambil rekaman CCTV.

Terduga pelaku diperkirakan satu orang laki-laki dan berhasil mengambil uang tunai sebanyak Rp.76.184.860 dari ruang kasir perusahaan.

"Saat ini sedang pengejaran terduga pelaku. Anggota sudah di lapangan, mudah-mudahan segera ditangkap," pungkas John Louis.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.