SURYA.co.id – Nama selebgram dan konten kreator Dara Arafah ikut menjadi sorotan dalam perkembangan kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang melibatkan PT Khazanah Tamma International atau Hanania Travel.
Meski demikian, Dara Arafah tidak berstatus tersangka. Influencer asal Jakarta tersebut diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi pada Jumat, 13 Juni 2026, bersama sejumlah publik figur lain yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan pihak travel.
Kasus ini menarik perhatian publik karena menyeret beberapa nama influencer dan artis yang diketahui pernah mempromosikan layanan Hanania Travel melalui media sosial mereka.
Sebelumnya, Aaliyah Massaid, Thariq Halilintar, Anwar BAB, hingga komika Praz Teguh juga telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
Sementara itu, penyidik telah menetapkan Direktur Utama PT Khazanah Tamma International berinisial ASF sebagai tersangka.
Ia diduga menggunakan dana milik jemaah untuk menutupi masalah keuangan perusahaan serta kepentingan lain di luar kebutuhan pemberangkatan umrah.
Akibat kasus tersebut, sebanyak 337 jemaah dilaporkan mengalami kerugian dan gagal memperoleh layanan perjalanan umrah sebagaimana dijanjikan.
Usai menjalani pemeriksaan, Dara Arafah melalui kuasa hukumnya menjelaskan bagaimana awal dirinya menjalin kerja sama dengan Hanania Travel.
Menurut kuasa hukum Dara, komunikasi pertama kali dilakukan oleh pemilik Hanania Group melalui media sosial sebelum akhirnya berlanjut ke manajemen Dara.
"Dara itu dihubungi langsung melalui media sosial, kemudian kontak-kontakan sama manajernya setelah itu baru ada penawaran-penawaran lah, beberapa kali tuh sebenarnya Dara udah sempat tolak," kata kuasa hukum Dara, dikutip SURYA.co.id dari YouTube Intens Investigasi, Sabtu (13/6/2026).
"Karena bareng-bareng sama teman-teman, akhirnya Dara menerima," sambungnya.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama yang terjalin bukan terjadi secara instan.
Dara bahkan disebut sempat beberapa kali menolak tawaran sebelum akhirnya bergabung bersama sejumlah publik figur lainnya.
Baca juga: Sosok Thariq Halilintar yang Diperiksa Polisi Terkait Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel
Sebagai seorang influencer yang sering menerima tawaran kerja sama promosi, Dara mengaku tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan saat pertama kali berinteraksi dengan pihak travel tersebut.
Menurutnya, Hanania Travel saat itu terlihat sebagai penyelenggara perjalanan umrah yang memiliki legalitas serta rekam jejak pemberangkatan jemaah yang cukup baik.
"Kalau di awal memang enggak ada kecurigaannya karena kan memang travelnya itu sendiri juga sudah punya izin umrahnya juga, terus juga sudah memberangkatkan banyak jemaah dari sebelum berangkat sama aku, dan memang juga sudah banyak testimoni-testimoni yang mereka punya gitu."
"Jadi memang aku ngerasa mereka tuh terpercaya pada saat itu gitu. Jadi memang tidak ada kecurigaan sama sekali," ucap Dara.
Selain legalitas perusahaan, keberadaan testimoni positif di media sosial turut menjadi faktor yang membuat Dara menilai perusahaan tersebut layak dipercaya.
Ia tidak menampik bahwa kasus ini berdampak pada citranya sebagai publik figur. Namun menurutnya, kerugian yang dialami para korban jauh lebih besar dibanding dampak yang dirasakan dirinya.
"Jadi kalau dibilang kasihan ya lebih kasihan mereka lah."
"Mohon banget doanya semoga kita bisa terus kawal kasus ini sampai para jemaah semuanya mendapatkan haknya kembali dan kepolisian juga mendapatkan titik terang," ujar Dara.
Dalam perkara ini, kerja sama antara Dara Arafah dan Hanania Travel disebut hanya sebatas barter konten promosi, sama seperti sejumlah influencer lain yang turut diperiksa sebagai saksi.
Kasus yang menyeret nama Dara Arafah menunjukkan bagaimana influencer saat ini menghadapi tantangan besar dalam memilih mitra kerja sama.
Di era digital, legalitas perusahaan, testimoni positif, hingga rekam jejak yang tampak baik di media sosial belum tentu cukup untuk menjamin sebuah bisnis bebas dari masalah di kemudian hari.
Di sisi lain, pemeriksaan terhadap para influencer dalam kasus ini juga menjadi bagian dari upaya penyidik untuk menelusuri pola promosi dan hubungan kerja sama yang pernah dilakukan perusahaan dengan publik figur.
Hingga saat ini, Dara Arafah diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi dan belum ada informasi yang menyebut keterlibatan dirinya dalam dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki.
Dara Arafah merupakan seorang selebgram, kreator konten, YouTuber, sekaligus pengusaha muda asal Jakarta yang dikenal luas melalui konten hiburan dan komedi di media sosial.
Lahir di Jakarta pada 28 Februari 2000, Dara mulai menarik perhatian publik berkat gaya komunikasinya yang spontan, ceplas-ceplos, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Karakter tersebut membuat berbagai kontennya viral dan membantunya mengumpulkan jutaan pengikut di berbagai platform digital.
Karier Dara berkembang pesat sejak akhir 2010-an ketika media sosial menjadi sarana utama bagi kreator konten untuk membangun audiens.
Selain aktif membuat video hiburan, ia juga merambah dunia bisnis, khususnya di bidang kecantikan dan gaya hidup.
Popularitasnya membuat Dara kerap diundang dalam berbagai program televisi, podcast, hingga kegiatan promosi merek ternama.
Dalam kehidupan pribadinya, Dara dikenal sebagai sosok yang terbuka kepada pengikutnya.
Pada 2022, ia menjadi sorotan nasional setelah mengalami kasus pencurian brankas berisi uang dalam jumlah besar yang diduga dilakukan oleh asisten rumah tangganya.
Di luar aktivitas sebagai influencer, Dara terus mengembangkan citranya sebagai figur publik muda yang aktif berbisnis dan membangun personal branding. Kehidupan asmaranya juga tak luput dari perhatian publik.
Pada akhir 2025, ia dikabarkan telah dilamar oleh seorang pria bernama Rehan Mubarak, yang kemudian menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar dan pengguna media sosial.
Hingga kini, Dara Arafah tetap menjadi salah satu influencer muda Indonesia yang memiliki pengaruh besar di dunia digital.
Dengan kombinasi konten hiburan, aktivitas bisnis, dan kehidupan pribadi yang sering dibagikan kepada publik, ia berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu kreator konten yang dikenal luas di Indonesia.