Surya Fitri (President Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia) menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pameran teknologi.
"Siemens Tech Summit 2026 bukan sekadar ajang pamer teknologi; tetapi menjadi katalis untuk implementasi nyata. Dengan menggabungkan portofolio digital kami dengan kemitraan lokal yang kuat, kami turut menciptakan masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan dan kompetitif," ujarnya.
Mengedepankan Portofolio Digital "X"
Sebagai inti dari perhelatan STS26, Siemens memperkenalkan portofolio teknologi generasi terbaru yang dinamakan platform "X". Platform digital terbuka ini dirancang untuk mendorong transformasi lintas industri melalui empat pilar utama:
Teknologi ini turut didukung oleh Knowledge Hub yang mencakup berbagai topik strategis, mulai dari pembiayaan, transisi energi, hingga keamanan siber, yang ditampilkan secara langsung melalui demonstrasi di Technology Expo.
Kolaborasi Strategis untuk Industri Nasional
Dalam memperkuat ekosistem industri, Siemens melakukan langkah strategis dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama tiga mitra kunci, yakni Accenture, PLN Enjiniring, dan Telkomsel.
Kolaborasi ini mencakup tiga ranah pengembangan utama:
1. Transformasi Digital End-to-End: Bekerja sama dengan PT Accenture Indonesia, Siemens akan merancang solusi yang mengintegrasikan keahlian di bidang Operational Technology (OT) dan Information Technology (IT) dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
2. Ekosistem Ketenagalistrikan: Bersama PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN Enjiniring), Siemens berkomitmen memperkuat ekosistem engineering melalui pertukaran pengetahuan, kerja sama teknis, serta peningkatan kapasitas.
3. Digitalisasi Enterprise: Kolaborasi dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) akan fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan berbasis data melalui integrasi Internet of Things (IoT) dan analitik data.
Investasi pada Talenta Masa Depan
Komitmen Siemens tidak hanya berhenti pada sektor korporasi. Perusahaan juga berinvestasi pada pengembangan talenta masa depan dengan memberikan hibah perangkat lunak PSS SINCAL, perangkat lunak untuk simulasi sistem tenaga listrik kepada tujuh universitas terkemuka di Indonesia.
Tujuh institusi tersebut adalah STEI ITB, ITN Malang, Universitas Brawijaya, ITERA, Universitas Trisakti, Universitas Jember, dan Politeknik Negeri Sriwijaya. Masing-masing universitas akan menerima perangkat lunak senilai Rp100 juta.
Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah diimplementasikan sejak 2024 di ITS dan IT PLN, di mana perangkat lunak tersebut telah membantu 40 lulusan mendapatkan kesempatan magang dan berkarier.
Selain itu, Siemens berencana meluncurkan kompetisi mahasiswa SINCAL tahun depan, yang akan menantang para mahasiswa untuk menyelesaikan kasus nyata sistem tenaga listrik dengan penilaian dari para ahli industri.
Sebagai informasi, acara ini didukung oleh berbagai mitra strategis, termasuk AWS Indonesia, TWINK Indonesia, serta Metro Abdibina Sentosa Group sebagai Platinum Event Partners.