Pemprov Jatim Lampaui Target Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK
Titis Jati Permata June 18, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Pemprov Jatim melampaui capaian dalam Program E-Learning ASN Berintegritas yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Dari target 3.000 peserta, sebanyak 3.177 ASN Jatim tercatat aktif mengikuti pembelajaran digital antikorupsi.

Angka ini mencapai 105,9 persen, menjadikan Jawa Timur salah satu daerah dengan komitmen paling nyata dalam memperkuat budaya integritas birokrasi.

Penghargaan atas capaian tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KPK RI Setyo Budiyanto kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kantor LAN RI, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh ASN Jawa Timur. Ini menjadi bukti bahwa integritas tidak hanya berhenti sebagai nilai, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan,” ujar Khofifah dalam rilis yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Kamis (18/6/2026).

ASN Jatim Jadi Role Model

Khofifah menyebut, capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata komitmen ASN Jatim dalam membangun birokrasi yang profesional, akuntabel, dan transparan.

“Integritas adalah fondasi utama pelayanan publik. Kompetensi yang tinggi harus berjalan beriringan dengan integritas yang kuat,” ujarnya.

Program E-Learning ASN Berintegritas sendiri dirancang KPK RI dengan pendekatan interaktif melalui video, infografis, simulasi studi kasus, hingga modul berbasis pengalaman nyata.

Baca juga: Gara Gara Kupon Peserta Jalan Sehat 1 Muharram Di Surabaya Protes, Pemprov Jatim Minta Maaf

Tujuannya, bukan hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga mendorong perubahan perilaku ASN.

“Saya sangat mengapresiasi program ini karena dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman ASN terhadap nilai-nilai integritas dan antikorupsi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku serta penguatan budaya kerja yang berintegritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tutur Khofifah.

Reformasi Birokrasi Digital

Menurut Khofifah, transformasi birokrasi di era digital menuntut aparatur yang bukan hanya cerdas dan adaptif, tetapi juga berkarakter.

“Birokrasi kelas dunia dimulai dari aparatur yang berkarakter, beretika, dan berintegritas tinggi. Karena itu, penguatan integritas harus menjadi gerakan bersama dan budaya kerja yang terus kita rawat,” ujarnya.

Nilai-nilai antikorupsi yang ditanamkan meliputi kejujuran, tanggung jawab, keberanian, kesederhanaan, kepedulian, disiplin, keadilan, hingga kerja keras.

“Yang paling penting, nilai-nilai antikorupsi menjadi fondasi utama agar para ASN dapat memberikan pelayanan publik yang semakin profesional dan berkualitas,” tambahnya.

Sinergi Nasional

Peluncuran nasional program ini dihadiri pimpinan KPK RI, MenPAN-RB, Kepala BKN, Kepala LAN, para menteri, gubernur, wali kota, serta pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia.

KPK menargetkan lebih dari 6,7 juta ASN di seluruh Indonesia akan mengikuti pembelajaran integritas ini secara berkelanjutan hingga 2029.

“Alhamdulillah program sinergi kolaboratif dan komitmen dari sangat banyak elemen yang dikomandani oleh KPK RI hari ini meluncurkan e-learning ASN berintegritas, mudah-mudahan semua akan menjadi bagian dari penguatan satu integritas ke integritas yang lain, satu level integritas ke integritas yang lebih tinggi,” pungkas Khofifah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.