– Massa yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi berjalan kaki atau long march menuju Istana Negara pada Kamis (18/6/2026) pagi.
Uniknya, kelompok ibu-ibu ini kompak mengenakan pakaian serba pink dan daster, sembari membawa pesan protes yang nyaring lewat dentuman berbagai peralatan dapur di sepanjang jalan protokol Jakarta.
Pergerakan massa dimulai dari titik kumpul di area trotoar seberang Lapangan Skateboard Dukuh Atas sekitar pukul 09.00 WIB.
Di sepanjang rute perjalanan, mereka tidak sekadar membentangkan poster berisi tuntutan, tetapi juga menggelar aksi teatrikal dengan memukul panci, ompreng, hingga sodet yang dibawa dari rumah masing-masing.
Ada tiga poin tuntutan utama yang disuarakan dalam pergerakan ini, yakni penurunan harga kebutuhan pokok, penciptaan lapangan kerja, serta desakan tegas agar Presiden Prabowo Subianto segera menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut pandangan massa aksi, alokasi anggaran fantastis untuk program pemenuhan gizi tersebut jauh lebih mendesak dialokasikan untuk menstabilkan harga pangan yang saat ini sangat membebani ekonomi keluarga.
Nahas, upaya puluhan perempuan ini untuk mencapai kawasan Istana Negara tidak berjalan mulus.
Baru sekitar 15 menit berjalan melintasi kawasan Jalan Sudirman menuju Thamrin, langkah kaki mereka terpaksa terhenti total setelah diadang oleh barikade ketat aparat kepolisian tepat di dekat gedung Thamrin Nine.
Pihak aparat di lokasi langsung melakukan penyekatan jalan dan meminta massa untuk tidak melanjutkan perjalanan demi menjaga kelancaran serta ketertiban arus lalu lintas.
Meskipun sempat diwarnai proses negosiasi yang alot, massa ibu-ibu memilih untuk tetap bertahan di lokasi tersebut sembari terus membunyikan alat masak mereka sebagai bentuk protes atas tindakan penghadangan.
Bahkan, para peserta perempuan sempat melakukan aksi duduk bersama di atas aspal Jalan Sudirman yang mulai memanas akibat sengatan terik matahari.
Di sisi lain, gelombang aksi demonstrasi juga kembali digelar oleh kelompok mahasiswa di wilayah Jakarta Pusat sepanjang hari Kamis ini.
Tercatat ada tiga titik aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di Jakarta, yang memicu pengerahan pengamanan besar-besaran sebanyak 3.379 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri.
Aksi pertama dilangsungkan di kawasan kompleks Hotel Sultan Gelora Bung Karno (GBK) pada pukul 09.00 WIB menyusul adanya agenda eksekusi pengosongan lahan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Kemudian dilanjutkan dengan aksi kedua oleh kelompok massa Lembaga Bantuan Hukum Tridharma Indonesia bersama mahasiswa UPN, UNJ, Unpam, dan Atmajaya di Jalan Medan Merdeka Selatan pada pukul 10.00 WIB.
Sementara untuk titik aksi ketiga dijadwalkan berlangsung di area Pos Lantas Simpang Lima Senen pada pukul 13.00 WIB yang dimotori oleh massa Aliansi Mahasiswa Jakarta Pinggiran.
Rentetan pergerakan mahasiswa sepanjang bulan Juni 2026 ini mula-mula dipicu oleh demonstrasi besar BEM SI dan BEM UI pada 12 Juni di Bundaran HI, sebelum akhirnya berlanjut ke tahap konsolidasi berbagai kampus di Jakarta maupun daerah lain pada 15-17 Juni kemarin.