Bukit Porong di Manggarai Barat NTT, Spot Menikmati Panorama Labuan Bajo dari Ketinggian
Tim TribunStyle June 18, 2026 02:54 PM

TRIBUNSTYLE.COM - Kabupaten Manggarai Barat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya terkenal dengan destinasi Taman Nasional Komodo dan Kota Labuan Bajo.

Di wilayah barat Pulau Flores ini, terdapat sejumlah destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan berbeda, salah satunya Bukit Porong yang berada di Tedeng, Desa Wisata Coal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat.

Bukit Porong menjadi salah satu lokasi favorit untuk menikmati panorama alam khas Flores dari ketinggian. Dalam bahasa setempat, "Porong" berarti melihat atau menyaksikan. Kata tersebut juga dimaknai sebagai harapan.

Dari kawasan bukit ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan hamparan perbukitan hijau, lembah sungai, hingga panorama Air Terjun Sunsa Sekas yang berada tidak jauh dari lokasi.

Selain menyuguhkan lanskap alam yang memukau, Bukit Porong juga menawarkan udara pegunungan yang sejuk dan segar, sehingga cocok menjadi tempat bersantai sambil menikmati suasana pedesaan di Manggarai Barat.

Saat berkunjung ke Bukit Porong, wisatawan juga dapat mengikuti aktivitas wisata budaya Uma Duat atau melihat kebun masyarakat setempat.

Pengunjung dapat menyaksikan langsung aktivitas petani kopi di kawasan Desa Wisata Coal sekaligus mengenal proses pengelolaan perkebunan yang menjadi salah satu mata pencaharian warga.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Destinasi Wisata Bukit Porong, Rhony Sumarno, mengatakan wisatawan juga dapat menikmati pemandangan matahari terbit maupun matahari terbenam dari puncak bukit.

"Wisatawan bisa juga melihat sunrise dan sunset dari atas bukit dilengkapi dengan spot-spot foto yang berkelas," kata Rhony Sumarno, Senin (15/1/2024).

Baca juga: Hutan Bonsai Fatumnasi Lereng Gunung Mutis, Lanskap Unik Ampupu Kerdil di Timor Tengah Selatan NTT

Setelah menikmati panorama alam, pengunjung juga dapat mencicipi berbagai kuliner khas yang disiapkan masyarakat setempat.

Beberapa makanan tradisional yang tersedia antara lain Muku Tuk, Serabe, Lemet, Rebok, pisang kepok, hingga nasi bambu yang diolah langsung oleh warga sekitar.

Tak hanya mengembangkan wisata alam, masyarakat Desa Wisata Coal juga mengembangkan wisata tematik Natas Labar.

Atraksi ini menghadirkan aktivitas budaya dan nilai kebersamaan masyarakat melalui permainan tradisional seperti caci, rangkuk alu, hingga permainan anak-anak khas daerah.

Desa Wisata Coal juga kerap masuk dalam program Jalur Pesona Indonesia yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Pada tahun 2022, Bukit Porong meraih penghargaan Creative Tourism Destination Award kategori Youth karena dinilai berhasil menyediakan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan destinasi wisata.

Baca juga: Kampung Adat Ratenggaro di Pesisir Kodi Bangedo, Perpaduan Rumah Menara dan Pantai Sumba NTT

Menurut Rhony, pengembangan Bukit Porong dilakukan dengan mengombinasikan berbagai daya tarik wisata dalam satu kawasan.

"Konsep pengembangan daya tarik wisata Bukit Porong sudah mampu mengkombinasikan tiga atraksi wisata yaitu atraksi alam, budaya, dan buatan atau kreatif," tandasnya.

(PosKupang/Alfred Dhama/TribunStyle/Naja Taqiyyuddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.