Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Sejumlah warga Karawang, Jawa Barat mengeluhkan pemadaman listrik yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada Kamis (18/6/2026).
Pemadaman listrik terjadi hampir di semua wilayah Karawang, mulai dari daerah Puwasari, Majalaya, Telagasari, Klari, Kosambi, Rengasdengklok hingga Johar Karawang Timur maupun Karawang Barat.
Dalam 10 terakhir ini sudah sebanyak tiga kali mengalami pemadaman listrik. Waktu pemadamannya pun cukup lama 3 hingga 4 jam yang membuat banyak aktivitas warga yang terganggu.
"Iya mati listrik lagi, ini kenapa si PLN mati mulu. Kemarin udah mati, waktu beberapa hari lalu mati juga, tiga kali satu minggu ini," kata Nurlaila (30) warga Desa Cengkong, Purwasari saat diwawancara pada Kamis (18/6/2026).
Nurlaila mengungkapkan, pemadaman listrik pertama pada 9 Juni 2026 terjadi sore mulai pukul 16.20 WIB hingga 19.30 WIB.
Kemudian, Rabu (17/6/2026) mulai pukul 10.30 WIB dampai pukul 13.30 WIB dan hari ini mulai listrik pada pukul 10.00 WIB.
"Sangat menganggu aktivitas, aku ada bimbel anak-anak sekolah, kondisi gini terpaksa dipulangkan lebih cepat," kata dia.
Keluhan itu juga disampaikan Wendi (44), warga Kalangsari, Rengasdengklok atas pemadaman listrik. Ia menyebut usaha foto kopi miliknya terganggu akibat pemadaman listrik tersebut.
"Ganggu aktivitas bangat, untung aja sekolah udah mulai pada libur jadi engga terlalu banyak kerjaan," kata dia.
Warga Johar Karawang, Aip juga mengeluhkan hal serupa. Ia menyebut istrinya protes keras atas pemadaman listrik ini.
Sebab, anaknya masih berusia satu tahun menangis terus karena kepanasan imbas tidak ada listrik.
"Iya saya lagi kerja, istri kontak ngomel ini mati lampu. Anak rewel jadinya panas rumah engga bisa nyala AC atau kipas," kata dia.
Ia menyebut, sudah dua kali alami pemadaman listrik di rumahnya. Dirinya berharap agar PLN tidak sering melakukan pemadaman listrik.
Humas PLN UP3 Karawang, Wahyu Nur mengakui adanya sejumlah pemadaman listrik di sejumlah wilayah Karawang.
"Iya pak, puntenn yaa, karena dapat infondemikian dari pusat pengatur beban listrik," katanya. (MAZ)