Cristiano Ronaldo mengalami awal yang mengecewakan dalam kampanye Piala Dunia FIFA 2026-nya, setelah gagal mencetak gol untuk Portugal dalam laga pembuka yang berakhir pahit. Situasi menjadi lebih tidak menyenangkan ketika para pendukung Republik Demokratik Kongo mengejek bintang Portugal itu dengan meneriakkan nama Lionel Messi setelah hasil imbang 1-1 dalam pertandingan Grup K di Houston pada Rabu.
Ronaldo menghadapi malam yang sulit melawan pertahanan Kongo yang sangat disiplin. Pemain berusia 41 tahun itu tampil penuh selama 90 menit, namun kesulitan memberikan pengaruh berarti di lapangan. Ia hanya mencatat 25 sentuhan dan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.
Saat Ronaldo berjalan menuju terowongan usai peluit panjang dibunyikan, sebagian suporter DR Kongo terdengar meneriakkan dengan keras, “Messi, Messi, Messi.” Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sang kapten Portugal tetap tenang meskipun mendapat ejekan. Ronaldo menanggapinya dengan senyuman, memberi tepuk tangan kepada penonton, dan berjalan tenang menuju ruang ganti.
Teriakan tersebut muncul hanya sehari setelah Lionel Messi tampil luar biasa untuk Argentina, mencetak hat-trick dalam kemenangan 3-0 atas Aljazair di Grup J.
Gol Yoane Wissa Selamatkan DR Kongo dari Kekalahan atas Portugal
Portugal harus puas dengan hasil imbang mengejutkan 1-1 melawan DR Kongo dalam laga pembuka Grup K Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion NRG, Houston. João Neves membawa Portugal unggul cepat pada menit ke-6, dan tim asuhan Roberto Martínez menguasai permainan sepanjang laga, namun gagal mengubah dominasi tersebut menjadi tambahan gol.
DR Kongo berhasil menyamakan kedudukan tepat sebelum turun minum lewat sundulan Yoane Wissa yang memanfaatkan umpan sudut Arthur Masuaku pada masa tambahan waktu babak pertama. Portugal sempat mengira telah kembali unggul melalui tendangan salto spektakuler João Cancelo, tetapi VAR menganulir gol tersebut karena offside. Cristiano Ronaldo juga mengalami malam yang mengecewakan, setelah gagal memanfaatkan dua peluang emas dari jarak dekat dan tidak mencatatkan tembakan tepat sasaran.
Seiring berjalannya waktu, DR Kongo tampil semakin berbahaya lewat serangan balik cepat yang memaksa lini belakang Portugal melakukan pelanggaran-pelanggaran taktis. Tim asal Afrika itu akhirnya berhasil mengamankan satu poin bersejarah pertama mereka di ajang Piala Dunia, sementara Portugal harus menerima hasil pahit karena gagal memanfaatkan dominasi mereka sepanjang pertandingan.