Tentu ancamannya akan semakin besar ketika nanti pada bulan Juli sampai bulan Oktober

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan seluas 81.000 hektare lahan terbakar imbas cuaca panas dan peristiwa El Nino yang melanda Indonesia pada tahun ini.

"Update per Mei ini sudah data dari kami, ada 81.000 hektare lahan yang sudah dinyatakan terbakar," katanya dalam konferensi pers usai kegiatan Rakorsus Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis.

Menhut menggarisbawahi jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.

Ia menyebut hal ini memiliki kaitan erat dengan El Nino yang saat ini sudah memasuki level moderat atau sedang.

"Tentu ancamannya akan semakin besar ketika nanti pada bulan Juli sampai bulan Oktober," ujar Raja Juli.

Oleh karena itu, Raja menyebut pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah berkonsolidasi untuk melakukan langkah penanggulangan, di antaranya dengan melakukan operasi modifikasi cuaca, teknik sekat kanal, dan lain sebagainya.

"Insyaallah kalau semua stakeholder masih bisa bekerja dengan baik, insyaallah kita akan bisa memenangkan pertarungan melawan karhutla ini," ucap Raja Juli Antoni.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan pemerintah tengah bersiap menghadapi ancaman karhutla.

Ia menekankan koordinasi setiap bagian untuk diperketat dalam rangka mencegah peristiwa kebakaran hutan yang lebih besar.

"Upaya-upaya pencegahan diutamakan untuk kita lakukan bersama. Oleh karena itu maka operasi darat maupun operasi udara harus dipadukan betul untuk menghadapi situasi yang semakin menyulitkan kita," tutur Djamari Chaniago.