Jambore Pramuka Pesantren Kediri 2026 Ajarkan Ketahanan Pangan hingga Tanggap Bencana
Ndaru Wijayanto June 18, 2026 03:32 PM

 

Laporan Warrtawan TribunJatim.com, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Jambore Ranting Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kecamatan Pesantren Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan anggota pramuka, tetapi juga sarana edukasi mengenai ketahanan pangan, gizi, dan kesiapsiagaan bencana.

Kegiatan yang berlangsung di Taman Kleco, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, itu dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, Kamis (18/6/2026).

Pembukaan jambore ditandai dengan penanaman bibit tanaman dan penyematan tanda pengenal kepada peserta.

Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Pramuka Pelopor Petani Milenial dalam Mendukung Ketahanan Pangan, Gizi, dan Tanggap Bencana”.

Selama mengikuti jambore, peserta memperoleh berbagai materi edukatif yang berkaitan dengan tema tersebut.

 Materi mengenai ketahanan pangan dan gizi diberikan oleh Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri.

Selain itu, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri turut memberikan pembekalan mengenai langkah-langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Baca juga: Pensiunan Satpam di Kediri Panen Cuan dari Ribuan Pasang Sepatu Bekas Impor, Berwal dari Hobi

Berbagai permainan dan tantangan juga disiapkan panitia untuk melatih kekompakan, kerja sama, dan kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.

Dalam amanatnya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi terselenggaranya Jambore Ranting Kwaran Gerakan Pramuka Kecamatan Pesantren sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda.

"Jambore ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga sarana bagi generasi muda untuk menambah wawasan dan keterampilan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan," kata Vinanda.

Menurutnya, materi tentang bercocok tanam yang diberikan kepada peserta akan mengenalkan proses produksi pangan mulai dari tahap penanaman hingga panen. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan sektor pertanian.

"Melalui kegiatan ini, adik-adik belajar bagaimana menanam, merawat, hingga memanen tanaman. Dari situ juga belajar menghargai kerja keras para petani yang menghasilkan pangan untuk kita konsumsi setiap hari," terangnya.

Baca juga: Pesta Siaga Pramuka Kabupaten Kediri Hadirkan 17 Taman Edukatif, Latih Kreativitas dan Mental Anak

Vinanda juga menekankan pentingnya pengetahuan mitigasi bencana bagi generasi muda. Ia mengingatkan bahwa berbagai bencana dapat terjadi kapan saja sehingga kesiapan menjadi hal yang penting untuk dimiliki sejak dini.

"Pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi, banjir, maupun bencana lainnya merupakan bekal yang sangat penting. Ilmu ini juga bisa dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar," tuturnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Kediri berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan selama jambore untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan keterampilan. Ia mendorong anggota pramuka aktif bertanya kepada para pemateri serta berani menggali pengalaman baru.

"Saya berpesan kepada para anggota pramuka untuk aktif bertanya kepada para pemateri dan tidak ragu menggali pengetahuan sebanyak mungkin. Semangat belajar tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga melalui kegiatan seperti jambore yang mampu menambah wawasan, keterampilan, kreativitas, dan keberanian," ungkapnya.

Baca juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Kandang Ayam di Wates Kediri, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.