Viral Usai Disorot Bupati Situbondo, Gilang Lanjut Review Alun-alun Jember Singgung Ornamen Pink
faridmukarrom June 18, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM | JEMBER - Konten kreator asal Jawa Timur, Gilang.her, kembali menjadi perhatian warganet usai mengunggah video review Alun-alun Jember melalui akun Instagram pribadinya, @gilang.her.

Belum lama selesai mengulas Alun-alun Besuki, Situbondo, yang sempat memunculkan polemik, Gilang.her kini membahas wajah baru Alun-alun Jember dengan gaya khasnya yang penuh humor dan candaan.

Video tersebut langsung ramai dibagikan di media sosial.

Beragam komentar pun muncul dari warganet, mulai dari yang menganggap ulasan tersebut menghibur hingga menjadikannya bahan diskusi mengenai fasilitas publik di Kabupaten Jember.

Dalam videonya, Gilang.her membuka ulasan dengan menyebut kunjungan ke Kabupaten Jember terasa belum lengkap jika belum melihat berbagai ornamen berwarna pink yang mendominasi kawasan alun-alun.

Baca juga: Samanhudi Nyatakan Mundur dari Ketua Umum KONI Kota Blitar Periode 2026-2030 usai Dilantik

"Belum afdol ke Jember kalau belum pakai ornamen-ornamen berwarna pink," ujar Gilang.her dalam videonya.

Selain warna mencolok tersebut, ia juga menyoroti sejumlah bangunan berbentuk segitiga yang berada di beberapa sudut kawasan.

"Saya juga enggak tahu ini kenapa harus ada segitiga di sini," katanya sambil bercanda.

Komentar tersebut disampaikan dengan gaya humor yang memang menjadi ciri khas konten-konten yang selama ini dibuatnya.

Tak hanya itu, Gilang juga memperlihatkan beberapa tempat duduk dengan sela-sela berwarna pink.

"Kalau duduk di sini jadi suasananya unyu," ucapnya sambil tertawa.

Bagian lain yang menarik perhatian Gilang.her adalah desain keramik di kawasan alun-alun yang menurutnya menyerupai tuts piano.

Dengan gaya khasnya, ia bahkan sempat memperagakan beberapa nada musik.

"Nah ini C minor, ini C mayor, ini C general," ujarnya.

Candaan tersebut mengundang banyak komentar dari warganet yang menganggap gaya penyampaian Gilang.her cukup menghibur.

Dalam video tersebut, Gilang.her juga memperlihatkan adanya pot berukuran besar yang masih belum diisi tanaman.

"Di sini ada pot besar tapi tidak ada isinya. Gimana kalau diisi kegiatan positif, mungkin lebih oke," ujarnya sambil bercanda.

Selain itu, ia turut menyinggung kondisi rumput di beberapa bagian yang terlihat belum merata.

Meski demikian, seluruh komentar tersebut disampaikan dengan nuansa humor dan tidak dimaksudkan sebagai kritik serius.

Keberadaan videotron besar di Alun-alun Jember juga tidak luput dari perhatian Gilang.her.

Menurutnya, layar besar tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan nonton bersama.

Ia kemudian menyebut kawasan tersebut belum memiliki playground untuk anak-anak.

Dengan gaya komedi, Gilang mengusulkan area kosong tersebut diganti menjadi tempat bermain PlayStation.

"Daripada nganggur seperti itu, gimana kalau playground-nya diganti PlayStation saja. Jadi kita bermain bersama," katanya.

Di akhir videonya, Gilang.her menyebut pembangunan Alun-alun Jember menghabiskan anggaran sekitar Rp23 miliar pada tahun 2024.

Ia kemudian melempar pertanyaan kepada para pengikutnya.

"Menurut kalian worth it enggak?" ujar Gilang.her.

Sebelumnya Viral karena Review Alun-alun Besuki Situbondo

Nama Gilang.her sebelumnya juga ramai diperbincangkan setelah mengulas Alun-alun Besuki, Situbondo.

Dalam video tersebut, ia sempat menyebut tugu bambu ikonik di kawasan tersebut mirip "kue putu".

Ucapan itu kemudian menuai respons dari Bupati Situbondo Rio yang mengingatkan pentingnya menghormati simbol daerah yang memiliki nilai sejarah.

Menurut Rio, tugu bambu tersebut dibangun dengan filosofi perjuangan masyarakat Besuki dan terinspirasi dari bambu runcing yang menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap penjajah.

"Kita boleh mengkritik, boleh memberikan masukan, tetapi jangan sampai mengarah pada lambang atau simbol yang menjadi kebanggaan masyarakat suatu daerah," ujar Rio.

Menanggapi hal tersebut, Gilang.her memberikan klarifikasi melalui media sosial.

Ia menegaskan bahwa kedatangannya ke Alun-alun Besuki semata-mata karena banyak permintaan dari masyarakat dan tidak memiliki niat untuk merendahkan simbol sejarah.

"Kalau ada hal yang menyinggung, saya mohon maaf. Terima kasih banyak sudah direspons," tulis Gilang.her. 

(TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.