TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO – Fakultas Farmasi UMP atau Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi akademik melalui partisipasi dosen dalam The 5th Molecules Medicinal Chemistry Symposium yang berlangsung pada 14–17 Mei 2026 di Beijing, China.
Pada forum ilmiah internasional tersebut, Fakultas Farmasi UMP diwakili oleh empat dosen, yaitu Dr. Asmiyenti Djaliasrin Djalil, M.Si., Dr. apt. Pri Iswati Utami, M.Si., Dr. apt. Wiranti Sri Rahayu, M.Si., dan Dr. apt. Elza Sundhani, M.Sc.
Keempatnya turut berpartisipasi dalam berbagai sesi ilmiah serta mempresentasikan hasil penelitian pada ajang yang diikuti akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara tersebut.
Baca juga: Dosen Geografi UMP Purwokerto Ikuti Program Bergengsi Australia Awards
Simposium internasional yang mengusung tema “New Trends in Chemical Biology and Drug Discovery” ini menjadi wadah strategis untuk berbagi pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan terbaru di bidang kimia medisinal, biologi kimia, penemuan obat, serta pemanfaatan teknologi modern dalam riset farmasi dan kesehatan.
Berbagai topik mutakhir dibahas dalam kegiatan tersebut, di antaranya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) for Drug Discovery, eksplorasi bahan alam dalam penemuan obat (Natural Products in Drug Discovery), hingga pengembangan terapi modern berbasis pendekatan molekuler.
Kehadiran para peneliti dari berbagai negara memberikan peluang kolaborasi dan pertukaran gagasan untuk mendorong inovasi di bidang kesehatan.
Dekan Fakultas Farmasi UMP, Assoc. Prof. apt. Binar Asrining Dhiani, M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif para dosen dalam forum ilmiah bertaraf internasional tersebut.
Baca juga: 5 Tim Mahasiswa UMP Purwokerto Raih Hibah Kemendiktisaintek, Buktikan Inovasi Wirausaha Mahasiswa
“Keikutsertaan dosen Fakultas Farmasi UMP dalam simposium internasional ini merupakan bentuk komitmen fakultas untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan penelitian. Melalui kegiatan ini, dosen dapat memperluas jejaring kolaborasi global, memperbarui wawasan keilmuan, serta membawa berbagai inovasi terbaru yang dapat mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian di Fakultas Farmasi UMP,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman dan jejaring yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas riset, publikasi ilmiah bereputasi, serta pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satu peserta, Dr. Asmiyenti Djaliasrin Djalil, M.Si., mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam forum ilmiah internasional tersebut memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan para peneliti dari berbagai negara.
“Keikutsertaan kami dalam MMCS 2026 memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk mengikuti perkembangan terkini di bidang kimia medisinal dan penemuan obat. Kami dapat berdiskusi langsung dengan para peneliti dari berbagai negara, serta mengeksplorasi peluang kolaborasi penelitian internasional. Kami berharap pengalaman dan jejaring yang diperoleh dapat memperkuat kerja sama riset internasional serta mendukung peningkatan kualitas penelitian dan inovasi di Fakultas Farmasi UMP,” ungkap Asmiyenti.
Ia menambahkan bahwa berbagai materi yang disampaikan dalam simposium, khususnya terkait pemanfaatan kecerdasan buatan dalam penemuan obat dan pengembangan terapi modern, menjadi wawasan baru yang sangat relevan untuk mendukung pengembangan riset farmasi di lingkungan UMP.
Partisipasi empat dosen Fakultas Farmasi UMP dalam simposium internasional ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan di bidang farmasi dan kesehatan. (*/chy)
Baca juga: Beyond Tolerance, Cara UMP Purwokerto Lahirkan Generasi Inklusif di Tengah Era Digital