Sutrisno Hindarto Menanti Tawaran Klub Baru untuk Kompetisi Musim 2026/27
Abdul Hafiz Sripo June 18, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM - Pelatih kiper Sriwijaya FC musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 Sutrisno Hindarto mengaku masih menunggu ajakan tim untuk bergabung mengarungi kompetisi 2026/27 nanti. 

"Kalau sekarang lagi kosong menunggu tim-tim yang ngajak gabung," ungkap Sutrisno Hindarto, Kamis (18/6/2026).

Tris yang juga merupakan pelatih kiper EPA Sumsel United U19 Championship yang turut membawa Laskar Juaro Muda ini juara musim lalu saat ini masih beraktivitas di Tangerang.

"Aktivitas saat ini masih melatih kiper di Tangerang beberapa privat kiper, ada mengisi SSB di Tangerang, bagi-bagi ilmu, pengalaman. Kegiatannya hampir setiap hari," kata Tris kelahiran Palembang, 19 Oktober 1983.

Pemilik lisensi C Diploma PSSI dan Lisensi C Goal Keeper PSSI menceritakan pasca menyudahi tugasnya sebagai pelatih kiper di Sriwijaya FC, Tris sempat balik ke Tangerang. Habis itu sempat ada tawaran ke Persikabo yang saat itu dipegang oleh coach Jenderal Sudirman.

"Tapi setelah beberapa lama kami latihan, batal ngirim. Setelah itu dihubungi Porsiba Bukit Asam, Tris balik dulu sampai di final kalah dengan Siti Fatimah. Tapi Alhamdulillah Porsiba menggantikan Siti Fatimah berangkat ke nasional," beber Tris.

Kemudian sempat ikut menjadi pelatih kiper EPA Sumsel United U19 Championship 2025/26 lalu hingga kompetisi selesai dan membawa trofi juara.

"Rezekinya di situ dapat juara. Alhamdulillah hampir anak-anak Sumsel semua itu," kata Tris yang menjagokan Portugal dan Jepang di Piala Dunia 2026.

• Eks Pelatih Kiper Sriwijaya FC Jagokan Portugal dan Jepang di Piala Dunia 2026

Tris yang sebelumnya tercatat sebagai pelatih kiper Dejan FC di musim kompetisi Pegadaian Championship 2024/25 mengaku sebetulnya beberapa tim ada juga yang menghubunginya. 

"Cuma belum sampai tahap ke pembicaraan selanjutnya. Biasanya di akhir Juni atau di awal Juli. Karena kemungkinan September diputar kompetisi. Kalau Tris pribadi ada megang sedikit prinsiplah, jadi siapa tim yang pertama menghubungi, ACC, ya itulah yang jadi," katanya.

Ia mengaku tidak terlalu memilih tim yang target atau tidak. Selama ini Tris berprinsip, siapa tim yang pertama menghubunginya itulah yang diambilnya.  

"Kita pun berharap ada tim besar yang target. Kita ingin juga. Tapi kan ketika mereka tidak menghubungi, kita berharap ke sana, dan ada tim lain kita tolak, mungkin susah juga. Seperti dulu Sriwijaya FC, Bos David ngubungi, ketemu, nawari, ya ayo," katanya. Ia berprinsipnya sederhana saja. Jangan sampai tim yang di depan mata ditolak. Rezeki yang lain ternyata lewat. "Yang ini tadi lewat juga," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.