TRIBUNSUMSEL.COM -- Beberapa hari kita telah menapai tahun baru Islam 1448 Hijriyah. Di bulan Muharram ini terdapat kejadian-kejadian yang menakjubkan pada zaman Nabi dan Rasul..
Peristiwa para Nabi yang terjadi di bulan Muharram, khususnya pada tanggal 10 Muharram (Asyura). Semoga kisah-kisah ini bisa menjadi hikmah bagi kita dan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah swt.
Berikut beberapa kisah singkat dari para Nabi yang mendapat mukjizat pada 10 Muharam, dikutip dari laman nu.or.id.
Peristiwa para Nabi tersebut tersimpan rapi pada kitab I'anah at-Thalibin, juz II, halaman 267:
Diterimanya taubat Nabi Adam as setelah diturunkan dari surga.
Seperti yang kita ketahui Adam adalah Nabi sekaligus manusia pertama yang diciptakan dan diturunkan Allah ke muka bumi. Cerita paling populer selama ini yang kita dengar adalah ketika dia diusir oleh Allah dari surga karena telah melanggar suatu hal, yaitu memakan buah qoldi.
Nabi Adam pun dikeluarkan oleh Allah dan diturunkan ke bumi. Lalu, dia bertaubat memohon ampun atas segala dosa-dosanya. Taubatnya itu diterima oleh Allah bertepatan pada tanggal 10 Muharam.
Diangkatnta Nabi Idris AS ke tempat yang tinggi.
Menurut sebagian riwayat dan kisah para ulama tafsir, Nabi Idris AS diangkat ke tempat yang tinggi pada bulan Muharram. Namun perlu diketahui bahwa tidak ada hadis sahih yang secara tegas menyebutkan peristiwa itu terjadi pada 1 Muharram atau bulan Muharram. Informasi tersebut lebih banyak berasal dari riwayat-riwayat sejarah dan Israiliyat yang disebutkan oleh sebagian ulama.
Allah SWT berfirman:
"Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."
(QS Maryam: 57)
Para mufasir menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan kemuliaan yang diberikan Allah kepada Nabi Idris AS. Sebagian ulama berpendapat bahwa beliau diangkat ke langit keempat, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih tentang peristiwa Isra Mikraj ketika Rasulullah SAW bertemu Nabi Idris AS di langit keempat.
Dalam beberapa kisah tersebut, setelah menjalani kehidupan yang penuh ibadah, dakwah, dan kesabaran, Allah SWT mengangkat Nabi Idris AS ke tempat yang tinggi sebagai bentuk kemuliaan. Sebagian besar riwayat menyebut peristiwa itu terjadi pada bulan Muharram, namun riwayat tersebut tidak memiliki dasar hadis yang kuat.
Oleh karena itu, kisah yang dapat dipastikan berdasarkan Al-Qur'an dan hadis sahih adalah bahwa Nabi Idris AS merupakan seorang nabi yang saleh dan Allah memuliakannya dengan mengangkat derajatnya ke tempat yang tinggi, sedangkan penetapan waktunya pada bulan Muharram masih termasuk riwayat sejarah yang tidak dapat dipastikan kebenarannya secara mutlak
Diturunkannya Nabi Nuh sebagai dari kapal, setelah banjir bandang.
Setelah berlayar cukup jauh karena banjir yang sangat dahsyat, akhirnya kapal Nabi Nuh berlabuh di Bukit Zuhdi bertepatan pada tanggal 10 muharam.
Seperti dilansir NU Online, kala itu Allah menurunkan hujan yang sangat deras sehingga mengakibatkan banjir yang sangat besar. Tujuan diturunkannya hujan deras untuk melonjaknya kaum Nabi Nuh yang dikenal Durhaka saat itu.
Diselamatkannya Nabi Ibrahim as dari bakaran apinya raja Namrud.
Pada 10 Muharram menjadi hari bersejarah bagi Nabi Ibrahim. Saat itu dia selamat dari meremukkan api Raja Namrud yang marah karena Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala buatan raja tersebut.
Cara Nabi Ibrahim menghancurkannya, yaitu dengan memotong tiap berhala-berhala yang dibuat raja Namrud menggunakan kapak. Kemudian dia menggantungkan kapak itu di kepala patung. Namrud pun marah dan memerintahkan prajuritnya untuk menghabisi Nabi Ibrahim. Namun akhirnya gagal.
Diturunkannya kitab Taurat pada Nabi Musa as.
Saat itu Nabi Musa menyelamatkan Bani Israil yang diperbudak oleh Raja Firaun yang dikenal dengan keangkuhannya. Bahkan Raja Firaun mengaku sebagai Tuhan.
Lalu Musa pun mengajak kaumnya untuk mencari tempat baru dan keluar dari Mesir. Namun niatnya diketahui Raja Firaun dan mereka pun terjebak di Laut Merah. Atas izin Allah, Nabi Musa dapat membelah Laut Merah tersebut. Dia dan kaumnya pun akhirnya bisa melewatinya dan terbebas dari kejaran prajurit yang dikirim Firaun untuk mengejar mereka.
Dikeluarkannya Nabi Yusuf as dari penjara.
Nabi Yusuf dikenal dengan ketampanannya, hingga dapat membuat perempuan-perempuan tergoda. Salah satunya Zulaikha yang sangat tertarik dengannya. Hingga akhirnya Zulaikha menggodanya, tapi malah Nabi tampan ini yang terkena fitnah dan dipenjara.
Bertepatan pada 10 Muharam akhirnya Nabi Yusuf dibebaskan karena tidak terbukti bersalah. Sebelumnya dia dituduh menggoda Zulaikha padahal tidak.
Disembuhkannya kebutaan Nabi Ya’qub as dari wasilah pakaiannya Nabi Yusuf as.
Disembuhkannya Nabi Ayyub as dari sakit kulit yang berkepanjangan.
Pada 10 Muharam Nabi Ayub disembuhkan dari penyakitnya yang dianggap menjijikan. Bahkan saking menjijikkannya kala itu, semua kaum Nabi Ayub meninggalkannya.
Meski demikian, Nabi Ayub ikhlas. Meski orang-orang yang meninggalkannya itu pernah dibantunya lalu kemudian malah tidak peduli ketika dia tertimpa musibah. Karena ketabahannya, Allah pun mengangkat semua penyakit Nabi Ayub.
Dikeluarkannya Nabi Yunus as dari perut ikan Nun.
Waktu itu Nabi Yunus pasrah karena kesulitan menasihati kaumnya. Akhirnya dia pergi jauh berkelana menggunakan kapal laut bersama beberapa orang di dalamnya.
Tiba-tiba badai yang sangat dahsyat datang, sehingga membuat ombak besar menerjang kapal yang tengah ditumpangi Nabi Yunus. Supaya kapal tidak tenggelam, akhirnya awak kapal berniat mengurangi beban.
Kemudian diundi siapa yang harus dibuang ke laut, hingga tiga kali nama Nabi Yunus lah yang keluar, dia pun pasrah karena ini semua takdir Allah. Yunus pun tejun ke laut dan kemudian seekor ikan paus melahapnya. Setelah 40 hari Nabi Yusuf di dalam perut paus, dia keluar bertepan dengan 10 Muharam.
Disibakkannya lautan bagi Bani Israil yang melarikan diri dari kejaran raja Fir’aun Mesir yang kejam.
Salah satu peristiwa besar yang dikaitkan dengan tanggal 10 Muharram (Hari Asyura) adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun, raja Mesir yang zalim. Setelah sekian lama ditindas, Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS membawa Bani Israil keluar dari Mesir.
Ketika mereka sampai di tepi Laut Merah, pasukan Fir'aun telah mendekat dari belakang. Bani Israil pun ketakutan dan merasa tidak mungkin dapat meloloskan diri. Namun Nabi Musa AS berkata:
"Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
(QS Asy-Syu'ara: 62)
Atas perintah Allah SWT, Nabi Musa AS memukulkan tongkatnya ke laut, lalu laut pun terbelah menjadi dua belas jalan yang kering sehingga Bani Israil dapat menyeberang dengan selamat. Ketika Fir'aun dan bala tentaranya mengejar, Allah menutup kembali lautan tersebut sehingga mereka tenggelam.
Rasulullah SAW bersabda bahwa hari kemenangan Nabi Musa AS atas Fir'aun itu diperingati dengan berpuasa oleh kaum Yahudi. Maka Rasulullah SAW bersabda:
"Kami lebih berhak terhadap Musa daripada mereka."
Lalu beliau berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram) dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari itu. (HR Bukhari dan Muslim)
Kisah ini mengajarkan bahwa pertolongan Allah akan datang kepada hamba-Nya yang beriman dan bersabar, meskipun berada dalam keadaan yang tampak mustahil di mata manusia.
Diampuninya Nabi Dawud as dari kesalahannya.
Menurut riwayat para ulama, Nabi Dawud AS pernah diuji oleh Allah SWT melalui suatu perkara yang membuat beliau menyadari kekeliruannya dalam mengambil keputusan. Setelah menyadari hal itu, Nabi Dawud AS segera memohon ampun kepada Allah dengan penuh kerendahan hati. Allah SWT kemudian menerima tobatnya dan mengampuni kesalahannya.
Allah berfirman:
"Maka dia (Dawud) menyadari bahwa Kami mengujinya; lalu dia memohon ampun kepada Tuhannya, tersungkur sujud dan bertobat. Lalu Kami mengampuni kesalahannya itu. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik."
(QS Shad: 24-25)
Sebagian riwayat menyebutkan bahwa ampunan Allah kepada Nabi Dawud AS terjadi pada bulan Muharram. Namun, tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menetapkan waktunya. Kisah ini mengajarkan bahwa sebesar apa pun kesalahan seseorang, Allah Maha Pengampun bagi hamba yang segera bertobat dengan tulus dan kembali kepada-Ny
Diberinya Nabi Sulaiman AS kekuasaan berupa kerajaan.
Menurut sebagian riwayat yang masyhur, salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan bulan Muharram adalah dianugerahkannya kerajaan dan kekuasaan yang besar kepada Nabi Sulaiman AS. Meski demikian, tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menetapkan waktunya pada bulan Muharram.
Nabi Sulaiman AS merupakan putra Nabi Dawud AS yang mewarisi kenabian dan kerajaannya. Beliau berdoa kepada Allah SWT agar dikaruniai kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahnya. Allah SWT pun mengabulkan doanya dengan memberikan kekuasaan yang sangat luas, termasuk kemampuan menundukkan angin, memahami bahasa binatang, serta menguasai bangsa jin.
Allah SWT berfirman:
"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi."
(QS Shad: 35)
Allah kemudian menundukkan angin yang berembus sesuai perintahnya dan menjadikan sebagian jin bekerja untuk membangun istana, membuat patung, kolam-kolam besar, dan berbagai pekerjaan lainnya (QS Shad: 36-38).
Kisah Nabi Sulaiman AS mengajarkan bahwa kekuasaan dan kekayaan merupakan amanah dari Allah SWT. Meski memiliki kerajaan yang sangat besar, Nabi Sulaiman AS tetap menjadi hamba yang bersyukur dan senantiasa memohon ampun serta pertolongan kepada Allah.
Diangkatnya Nabi Isa AS ke langit setelah dikepung bangsa Romawi.
Peristiwa diangkatnya Nabi Isa AS ke langit merupakan salah satu mukjizat besar dalam ajaran Islam.
Menurut riwayat dalam Al-Qur’an, ketika Nabi Isa AS Nabi Isa AS hendak ditangkap oleh kaum yang menentangnya, Allah SWT menyelamatkannya. Beliau tidak berhasil disalib seperti yang direncanakan musuh-musuhnya. Sebaliknya, Allah mengangkat Nabi Isa AS ke sisi-Nya ke langit dalam keadaan selamat.
Sementara itu, orang yang berkhianat dan mengira telah menangkap Nabi Isa AS justru diserupakan wajahnya, sehingga terjadi kekeliruan di kalangan mereka. Peristiwa ini menunjukkan kekuasaan Allah dalam melindungi utusan-Nya dan menjadi tanda bahwa Nabi Isa AS tidak wafat seperti manusia biasa, melainkan diangkat oleh Allah SWT.
Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa kebenaran akan selalu dilindungi oleh Allah, meskipun banyak tantangan dan rencana buruk dari manusia.
Diampuninya kesalahan yang telah lewat dan yang akan datang dari Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa diampuninya dosa Nabi Muhammad SAW Nabi Muhammad SAW merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an, bahwa Allah memberikan ampunan atas dosa yang telah lalu dan yang akan datang.
Hal ini disebutkan dalam Surah Al-Fath ayat 2, ketika Allah SWT menyatakan “supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukkan jalan yang lurus.”
Para ulama menjelaskan bahwa “ampunan” di sini menunjukkan penjagaan Allah terhadap Nabi Muhammad SAW dari dosa, serta kemuliaan dan kedudukan beliau yang sangat tinggi di sisi Allah. Peristiwa ini juga terjadi dalam konteks kemenangan besar (Fathu Makkah), sebagai tanda rahmat dan kehormatan bagi Rasulullah SAW.
Dari kisah-kisah di atas, mengajarkan bahwa bulan Muharram menjadikan bulan yang mulia dan istimewa. Saking mulianya bahkan Allah swt menjadikan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram dalam Islam.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci).
Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu (QS At Taubah [9]: 36).
Demikian kisah Para Nabi dan Rasul yang Mendapat Mukjizat dan Peristiwa Besar pada 10 Muharram dan agar kita mengambil hikmahnya. Wallahualam bishawabi. (lis/berbagai sumber)
Baca juga: 10 Ide Hadiah untuk Guru saat Pembagian Rapor Kenaikan Kelas, Murah Meriah tapi Tetap Berkesan
Baca juga: Kumpulan Doa Agar Hasil Rapor Anak Bagus dan Memuaskan, Dibaca Orang Tua Menjelang Pembagian Rapor
Baca juga: Kumpulan Ucapan Motivasi untuk Anak yang tidak Juara Kelas Saat Pembagian Rapor SD, SMP dan SMA
Baca juga: Kumpulan Ucapan Motivasi untuk Anak yang Berprestasi pada Momen Pembagian Rapor, SD, SMP hingga SMA