SURYA.co.id, SURABAYA - Guna menyokong pengembangan Jatim Hub Nusantara Gateway, Dinas PU Bina Marga kini mengebut pembangunan akses jalan tambahan menuju Puspa Agro Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Jalan baru sepanjang 1,2 km di sisi timur Jalan Sawunggaling Sidoarjo Jawa Timur kini sedang memasuki pembangunan fisik dan sedang proses pemadatan beton.
Jalan ini direncanakan akan menjadi jalan utama keluar maupun masuk menfasilitasi 248 kontainer per hari saat Jatim Hub Nusantara Gateway beroperasi secara maksimal menjadi dry port di tahun 2027 mendatang.
Kepala Dinas PU Bina Marga Eddy Tambeng Widjaja menegaskan jalan baru ini akan dibangun dengan dengan lebar 30 meter.
Baca juga: Transformasi Digital Puspa Agro, Penyewaan Fasilitas Kini Bisa Lewat Online
Nantinya jalan ini akan mampu dilintasi empat lajur kendaraan dua arah.
"Sekarang sudah tahap pengerasan beton. Rencananya akhir tahun 2026 sudah bisa dilintasi. Sudah bisa tersambung meski belum aspal,” kata Tambeng saat ditemui SURYA.co.id, di kantornya, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, pembangunan fisik jalan pada tahun ini difokuskan untuk menyelesaikan pekerjaan timbunan, pancang, dan pemadatan badan jalan agar sudah dapat difungsikan.
Untuk pekerjaan tersebut, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8,8 miliar.
“Targetnya akhir tahun sudah bisa dilewati kendaraan. Yang kami kerjakan sekarang adalah penyambungan, pekerjaan pancang, timbunan, dan pemadatan,” ujarnya.
Tambeng menjelaskan, akses baru tersebut berada di sisi timur kawasan setelah lampu lalu lintas Kletek.
Dengan jalan baru ini, kendaraan dari arah Kletek dapat langsung menuju kawasan Puspa Agro tanpa harus mencari akses lain terlebih dahulu.
Meski demikian, masih terdapat tantangan terkait pergerakan kendaraan yang keluar dari kawasan Puspa Agro menuju jalan tol.
Sebab, kendaraan khususnya truk kontainer masih harus memutar cukup jauh untuk kembali masuk ke akses tol.
Karena itu, Dinas PU Bina Marga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas yang mampu mendukung kelancaran arus kendaraan logistik sekaligus mencegah penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu.
“Yang menjadi kendala justru saat kendaraan akan kembali menuju tol. Karena ada pulau jalan dan pengaturan lalu lintas yang harus diperhatikan agar tidak terjadi penumpukan. Untuk itu rekayasa lalu lintas akan kami koordinasikan dengan Dishub,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tersebut telah tuntas sehingga pekerjaan konstruksi dapat berjalan sesuai jadwal.
Sementara itu, untuk tahap penyelesaian berupa pengaspalan dan pembangunan trotoar di kedua sisi jalan direncanakan dilakukan pada 2027.
Kebutuhan anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 25 miliar.
“Kalau tahun 2027 ada alokasi anggarannya, kami akan lanjutkan pengaspalan dan pembangunan trotoar. Kebutuhannya sekitar Rp 25 miliar dan ini menjadi prioritas karena sangat mendukung operasional Jatim Hub Nusantara Gateway,” katanya.
Dengan hadirnya jalan baru tersebut, Pemprov Jatim optimistis kemacetan yang selama ini kerap terjadi di Jalan Sawunggaling dapat berkurang.
Selain menjadi akses alternatif menuju Puspa Agro, jalan itu juga akan memperkuat konektivitas kawasan logistik yang dipersiapkan sebagai gerbang distribusi dan perdagangan Jawa Timur.
“Keberadaan akses baru ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus barang, mempercepat mobilitas kontainer, sekaligus meningkatkan daya saing Jatim Hub Nusantara Gateway sebagai pusat logistik dan layanan ekspor-impor berbasis karantina di Jawa Timur,” pungkas Tambeng.