Dana Operasional Belum Cair, Distribusi MBG di Sejumlah Wilayah Kabupaten Nunukan Terhenti
Junisah June 18, 2026 05:36 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengalami pukulan telak.  Dalam kurun empat hari terakhir, lima Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasionalnya secara bertahap akibat belum cairnya anggaran Operasional dari pusat.

Terbaru, Kamis (18/6/2026), SPPG Nunukan Barat resmi menghentikan aktivitas memasak dan distribusi makanan. Penutupan SPPG Nunukan Barat ini melengkapi gelombang penghentian operasional yang sebelumnya telah terjadi di Sebatik Timur, Nunukan Timur 1, Nunukan Timur 2 dan Sebatik Barat.

Akibat kondisi tersebut, sedikitnya 13.940 penerima manfaat kini terdampak. Ribuan siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui hingga balita yang selama ini menerima makanan bergizi dari program unggulan pemerintah itu terpaksa kehilangan layanan untuk sementara waktu.

Koordinator SPPG Kabupaten Nunukan, Fitra Diani, mengungkapkan bahwa seluruh penghentian operasional tersebut dipicu oleh satu persoalan yang sama, yakni dana operasional yang belum kunjung turun.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi I DPRD Nunukan Saddam Husein Dorong Evaluasi Program MBG, Begini Alasannnya

“Per hari ini, Kamis (18/6/2026) 1 unit SPPG kembali menghentikan operasional sementara karena anggaran operasional dari pusat belum juga turun. Kondisi ini membuat layanan kepada penerima manfaat tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya," ujar Koordinator SPPG Kabupaten Nunukan, Fitra Diani.

Gelombang pertama dimulai dari SPPG Sebatik Timur di Desa Tanjung Aru yang menghentikan layanan sejak Senin (15/6/2026). Dapur umum tersebut sebelumnya melayani 3.464 penerima manfaat yang terdiri dari 3.141 siswa di 31 sekolah dan 323 penerima manfaat dari 10 posyandu.

Dua hari berselang, tepatnya Rabu (17/6/2026), tiga SPPG lainnya ikut tumbang. SPPG Nunukan Timur 1 menghentikan layanan bagi 2.522 penerima manfaat, SPPG Liang Bunyu Sebatik Barat menghentikan pelayanan untuk 2.580 orang, sementara SPPG Nunukan Timur 2 menghentikan distribusi makanan bagi 2.064 penerima manfaat.

Belum selesai sampai di situ, pada Kamis (18/6/2026) hari ini, SPPG Nunukan Barat ikut menutup operasional. Padahal dapur umum ini melayani 3.310 penerima manfaat yang tersebar di delapan sekolah dan tujuh posyandu.

Situasi ini membuat pelaksanaan Program MBG di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia praktis mengalami kelumpuhan di sejumlah titik. 

Baca juga: Dana Belum Cair, Program MBG di Sebatik Timur Nunukan Terhenti Sementara, Ribuan Siswa Terdampak

Para pengelola SPPG hanya bisa menunggu kepastian pencairan dana operasional agar aktivitas memasak dan distribusi makanan bergizi dapat kembali berjalan.

Langkah itu dilakukan agar pihak sekolah maupun keluarga penerima manfaat dapat mempersiapkan alternatif pemenuhan kebutuhan pangan selama layanan MBG terhenti.

Kini ribuan penerima manfaat di Nunukan hanya bisa berharap pencairan anggaran segera terealisasi. 

“Pengelola SPPG saat ini hanya bisa menunggu kepastian pencairan anggaran operasional. Begitu dana tersedia dan ada instruksi lebih lanjut, layanan akan kembali dijalankan untuk melayani masyarakat," tambahnya.

Jika tidak, penghentian layanan dikhawatirkan akan berlangsung lebih lama dan berdampak pada keberlangsungan program yang selama ini menjadi andalan pemenuhan gizi bagi siswa dan kelompok rentan di wilayah perbatasan.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.