Pemprov Jatim Bangun Akses Logistik Baru ke Puspa Agro Sidoarjo, Target Bisa Dilintasi Akhir 2026
Samsul Arifin June 18, 2026 06:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat infrastruktur penunjang kawasan logistik Jatim Hub Nusantara Gateway dengan mempercepat pembangunan akses jalan baru menuju kawasan Puspa Agro di Kabupaten Sidoarjo.

Jatim Hub Nusantara Gateway adalah proyek strategis digital di Jawa Timur yang dikembangkan sebagai pusat konektivitas data dan telekomunikasi.

Inisiatif ini bertujuan menjadikan Jawa Timur sebagai gerbang digital Nusantara, menghubungkan jaringan internet internasional dengan ekosistem digital nasional.

Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi jalur utama distribusi barang sekaligus mendukung operasional kawasan dry port yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2027.

Jalan baru sepanjang 1,2 kilometer yang berada di sisi timur Jalan Sawunggaling kini memasuki tahap pembangunan fisik. Sejumlah pekerjaan konstruksi seperti pemancangan, penimbunan, hingga pemadatan badan jalan tengah dikebut agar dapat segera difungsikan untuk mendukung aktivitas logistik kawasan tersebut.

Keberadaan akses baru ini dinilai strategis karena akan menjadi pintu utama keluar-masuk kendaraan logistik, termasuk ratusan truk kontainer yang akan melayani aktivitas ekspor, impor, dan distribusi barang dari Jatim Hub Nusantara Gateway.

Selain memperkuat konektivitas kawasan logistik, proyek tersebut juga diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di Jalan Sawunggaling, terutama saat aktivitas distribusi barang meningkat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis pembangunan akses baru ini akan menjadi salah satu infrastruktur kunci dalam mendukung pertumbuhan sektor logistik dan perdagangan yang semakin berkembang di wilayah Jawa Timur.

Baca juga: Pemprov Jatim Pastikan Prosedur Pembagian Kupon Jalan Sehat Sudah Diterapkan Dengan Baik

Jalan Selebar 30 Meter Siap Layani Arus Kontainer

Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Eddy Tambeng Widjaja, menjelaskan bahwa jalan baru tersebut dibangun dengan lebar 30 meter dan dirancang mampu menampung empat lajur kendaraan dua arah.

Saat ini pembangunan telah memasuki tahap pengerasan beton sebagai bagian dari pekerjaan konstruksi yang ditargetkan selesai secara bertahap hingga akhir tahun.

“Sekarang sudah tahap pengerasan beton. Rencananya akhir tahun 2026 sudah bisa dilintasi. Sudah bisa tersambung meski belum aspal,” kata Tambeng saat ditemui di kantornya, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, akses jalan tersebut nantinya akan menjadi jalur utama yang melayani pergerakan sekitar 248 kontainer per hari saat Jatim Hub Nusantara Gateway beroperasi secara maksimal sebagai dry port pada 2027 mendatang.

Fokus Penyelesaian Timbunan dan Pemadatan Jalan

Pada tahun 2026, pekerjaan pembangunan difokuskan pada penyelesaian struktur dasar jalan agar dapat segera digunakan kendaraan logistik.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,8 miliar untuk mendukung pekerjaan konstruksi tahap awal tersebut.

“Targetnya akhir tahun sudah bisa dilewati kendaraan. Yang kami kerjakan sekarang adalah penyambungan, pekerjaan pancang, timbunan, dan pemadatan,” ujarnya.

Tambeng menjelaskan akses baru itu berada di sisi timur kawasan setelah lampu lalu lintas Kletek. Dengan tersambungnya jalan tersebut, kendaraan dari arah Kletek dapat langsung masuk ke kawasan Puspa Agro tanpa harus mencari jalur alternatif lainnya.

Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan untuk Akses ke Tol

Meski pembangunan jalan berjalan sesuai rencana, pemerintah masih menghadapi tantangan terkait pergerakan kendaraan logistik yang keluar dari kawasan menuju jalan tol.

Saat ini truk kontainer yang keluar dari kawasan masih harus memutar cukup jauh untuk kembali menuju akses tol karena adanya pembatas jalan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.

“Yang menjadi kendala justru saat kendaraan akan kembali menuju tol. Karena ada pulau jalan dan pengaturan lalu lintas yang harus diperhatikan agar tidak terjadi penumpukan. Untuk itu rekayasa lalu lintas akan kami koordinasikan dengan Dishub,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas PU Bina Marga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur guna menyiapkan rekayasa lalu lintas yang mampu memperlancar arus kendaraan logistik sekaligus mencegah kemacetan di titik-titik rawan.

Pengaspalan dan Trotoar Dilanjutkan Tahun 2027

Tambeng memastikan seluruh proses pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan akses jalan tersebut telah selesai sehingga tidak ada hambatan berarti dalam pelaksanaan konstruksi.

Setelah badan jalan dapat difungsikan pada akhir 2026, pekerjaan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya dengan pengaspalan serta pembangunan trotoar di kedua sisi jalan.

Untuk tahap penyempurnaan tersebut, pemerintah menyiapkan kebutuhan anggaran sekitar Rp25 miliar.

“Kalau tahun 2027 ada alokasi anggarannya, kami akan lanjutkan pengaspalan dan pembangunan trotoar. Kebutuhannya sekitar Rp25 miliar dan ini menjadi prioritas karena sangat mendukung operasional Jatim Hub Nusantara Gateway,” katanya.

Diharapkan Kurangi Kemacetan dan Perkuat Kawasan Logistik

Keberadaan akses baru menuju Puspa Agro diyakini tidak hanya mendukung operasional Jatim Hub Nusantara Gateway, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas di kawasan sekitar.

Jalan tersebut akan menjadi jalur alternatif yang membantu mengurangi beban kendaraan di Jalan Sawunggaling sekaligus memperkuat konektivitas kawasan logistik yang tengah dipersiapkan sebagai gerbang distribusi dan perdagangan Jawa Timur.

“Keberadaan akses baru ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus barang, mempercepat mobilitas kontainer, sekaligus meningkatkan daya saing Jatim Hub Nusantara Gateway sebagai pusat logistik dan layanan ekspor-impor berbasis karantina di Jawa Timur,” pungkas Tambeng.

Dengan meningkatnya kapasitas akses dan konektivitas kawasan, Jatim Hub Nusantara Gateway diharapkan mampu menjadi salah satu simpul logistik strategis yang memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat distribusi barang dan perdagangan nasional maupun internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.