Persaingan Ketat SPMB, Disdik Riau Minta Orang Tua dan Siswa Realistis Pilih Sekolah
M Iqbal June 18, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persaingan masuk SMA dan SMK negeri pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Provinsi Riau semakin ketat. 

Di tengah tingginya animo masyarakat terhadap sejumlah sekolah unggulan, Dinas Pendidikan (Disdik) Riau mengimbau orang tua dan calon peserta didik untuk lebih realistis dalam menentukan pilihan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, mengatakan masih banyak calon siswa yang hanya berfokus pada sekolah-sekolah yang dianggap favorit tanpa memperhitungkan peluang diterima berdasarkan nilai, prestasi maupun ketentuan jalur penerimaan yang tersedia.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuat peserta kehilangan kesempatan memperoleh kursi di sekolah negeri karena terlalu memaksakan diri bersaing pada sekolah dengan tingkat kompetisi yang sangat tinggi.

"Jangan memaksakan kehendak untuk masuk ke sekolah tertentu apabila memang tidak memenuhi syarat. Carilah sekolah yang peluang diterimanya lebih besar, terutama melalui jalur domisili," kata Erisman, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, setiap jalur dalam SPMB memiliki persyaratan dan indikator penilaian yang berbeda. Karena itu, orang tua dan siswa diminta memahami posisi serta peluang masing-masing sebelum menentukan pilihan.

Erisman menegaskan, calon peserta didik perlu mempertimbangkan secara matang kemampuan akademik, prestasi maupun faktor domisili agar tidak terjebak dalam persaingan yang terlalu berat.

"Kalau tidak memiliki prestasi, nilainya rendah, atau tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, jangan memaksakan diri masuk ke sekolah tertentu. Lebih baik memilih sekolah yang peluang diterimanya lebih besar," ujarnya.

Di sisi lain, Disdik Riau memastikan seluruh proses penerimaan berjalan secara transparan karena telah menggunakan sistem digital yang terintegrasi. Melalui sistem tersebut, seluruh data pendaftaran, proses seleksi hingga hasil perangkingan dapat dipantau secara terbuka.

"Apalagi sekarang semuanya sudah melalui sistem. Semua data dan proses seleksi terlihat secara transparan. Jadi tidak bisa main-main," tegas Erisman.

Ia menambahkan, mekanisme digital yang diterapkan saat ini memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik. Kelulusan sepenuhnya ditentukan berdasarkan data dan persyaratan yang dimiliki peserta sesuai jalur yang dipilih.

Karena itu, Erisman mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan atau menawarkan jalur belakang untuk masuk sekolah negeri.

Selain itu, ia menilai kualitas pendidikan SMA dan SMK di Riau saat ini sudah semakin merata. Tidak hanya sekolah yang selama ini dikenal favorit, banyak sekolah lain yang juga memiliki fasilitas, tenaga pendidik, dan prestasi yang tidak kalah baik.

"Mutu sekolah kita sudah bagus-bagus. Tidak hanya sekolah yang dianggap favorit, tetapi banyak sekolah lain yang juga memiliki kualitas pendidikan yang baik," katanya.

Disdik Riau berharap orang tua dan siswa dapat memanfaatkan informasi yang tersedia dalam sistem SPMB untuk melihat posisi perangkingan dan peluang diterima di sekolah tujuan sebelum menentukan pilihan akhir.

"Dengan memilih sekolah secara realistis dan sesuai kemampuan kami berharap proses penerimaan murid baru dapat berjalan lancar serta memberikan kesempatan yang lebih besar bagi peserta untuk memperoleh sekolah yang sesuai," katanya.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.