Komentar Rhenald Kasali Usai Ikut Wiwitan di Delanggu Klaten, Akui Bersyukur Ada Gen Z Mau Bertani
Candra Isriadhi June 18, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tradisi wiwitan kembali digelar di hamparan persawahan Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menjadi simbol rasa syukur menjelang masa panen itu berlangsung meriah dengan melibatkan para petani serta generasi muda atau Gen Z yang kini mulai tertarik terjun ke dunia pertanian.

Dalam acara tersebut turut hadir akademisi sekaligus pakar ekonomi, Rhenald Kasali.

ANTUSIAS - Tradisi Wiwitan digelar petani dan Gen Z bersama pakar ekonomi Rhenald Kasali di persawahan Desa Sribit, Delanggu, Klaten, Kamis (18/6/2026).
ANTUSIAS - Tradisi Wiwitan digelar petani dan Gen Z bersama pakar ekonomi Rhenald Kasali di persawahan Desa Sribit, Delanggu, Klaten, Kamis (18/6/2026). (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Kehadirannya menjadi perhatian tersendiri karena ia melihat langsung bagaimana anak-anak muda mulai mengambil peran dalam sektor pertanian yang selama ini identik dengan generasi tua.

Tradisi wiwitan sendiri masih terus dilestarikan oleh masyarakat petani, khususnya di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Selain menjadi bentuk ungkapan syukur atas hasil pertanian, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga.

Beragam hidangan tradisional turut disajikan dalam prosesi tersebut.

Baca juga: Sosok Mujazin Investor Dapur MBG yang Marah-marah di Kantor BGN, Mengaku Kena Tipu Rp 218 M

Mulai dari nasi gurih, tempe, urap, ayam suwir, hingga ingkung ayam kampung bakar yang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat.

Tak hanya itu, prosesi pemotongan padi secara simbolis juga dilakukan sebagai penanda dimulainya masa panen sekaligus pelengkap rangkaian tradisi wiwitan.

Di tengah berlangsungnya acara, Rhenald Kasali menyoroti semakin banyaknya generasi muda yang mulai melirik sektor pertanian sebagai pilihan masa depan.

Menurutnya, fenomena ini menjadi sinyal positif sekaligus gerakan perubahan di tengah kondisi pertanian Indonesia saat ini.

"Ini gerakan perubahan. Karena sekarang banyak orang tua yang menjual tanah agar anaknya jadi sarjana dan anaknya tidak kembali ke pertanian," ujarnya.

Rhenald menilai selama ini banyak keluarga petani berharap anak-anak mereka bekerja di sektor lain karena kehidupan petani kerap dianggap kurang menjanjikan secara ekonomi.

Hal itu, menurutnya, membuat banyak generasi muda menjauh dari dunia pertanian yang sebenarnya memiliki peran penting bagi ketahanan pangan nasional.

"Ya, jadi sekarang dikembalikan dan alhamdulillah puji Tuhan banyak anak muda yang sekarang mulai tertarik (bertani), mulai berpikir," jelasnya.

Meningkatnya minat generasi muda terhadap pertanian diharapkan dapat menjadi angin segar bagi regenerasi petani di Indonesia, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa mendatang.

Berharap Jumlah Meningkat

Ilustrasi keindahan persawahan di Jawa Tengah.
Ilustrasi keindahan persawahan di Jawa Tengah. (Generated by AI)

Meski saat ini jumlah anak muda yang ikut berperan dalam pertanian masih sedikit, ia berharap jumlahnya meningkat setelah masyarakat mengetahui hasil pertanian yang baik.

"Tapi jumlahnya masih sedikit, ini masih sedikit. Mudah-mudahan kalau hasilnya baik, maka anak muda akan kembali," ucapnya.

Renald sendiri datang karena ikut bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Tanah dan Tanaman (Puskestan) yang didirikan Philip Avianto.

Ia merupakan pemuda usia 29 tahun asal Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, yang kini aktif sebagai penggerak muda di bidang pertanian.

Baca juga: Mengenang Olivia Dewi, Model Meninggal Kecelakaan Nissan Juke, Ternyata Kakak Aktor, Ziarah ke Makam

Salah satu program yang diangkat yakni on farm.

"Kami mengerjakan lahan-lahan petani yang sudah mangkrak atau sudah bera," ujarnya.

Tanah tersebut kemudian digarap bersama petani dan generasi muda dengan sistem bagi hasil.

Langkah ini diambil dengan tujuan agar lahan bisa kembali produktif.

"Tujuan kami adalah bagaimana lahan-lahan yang tidak produktif bisa berguna kembali, dan akhirnya para petani bisa semangat. Sekaligus anak muda-anak muda itu juga mau turun ke lapangan," pungkasnya.

(Tribunnewsmaker.com/TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.