Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Wonogiri, Jawa Tengah telah menerima informasi adanya keluhan masyarakat soal Minyakita bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kecamatan Kismantoro.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPKP Wonogiri Niken Kuntari mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai keluhan warga di Kismantoro pada Kamis (18/6/2026).
"Kita dapat laporan pagi tadi," ujarnya.
Usai menerima laporan itu, DKPKP langsung berkoordinasi dengan Perum Bulog yang turut terlibat dalam penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
"Dari bidang terkait koordinasi dengan Bulog. Bulog akan melakukan pengecekan. Nanti Bulog juga yang akan menghubungi produsennya," terang dia.
Baca juga: Warga Kismantoro Wonogiri Keluhkan Minyakita Bantuan CPP Berbau Mirip Minyak Tanah
Menurut Niken, Minyakita yang disalurkan dalam program CPP merupakan bagian dari kewenangan Badan Pangan Nasional.
Pengadaan minyak goreng tersebut dilakukan dari sejumlah produsen yang telah ditunjuk.
Meski demikian, apabila ditemukan ketidaksesuaian kualitas maupun kuantitas produk, terdapat mekanisme penggantian sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
"Kalau dari juknis bisa diganti. Kalau secara kuantitas dan kualitas tidak memenuhi syarat itu di juknis bisa diganti," kata dia.
Keluhan terkait Minyakita bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang diduga berbau menyerupai minyak tanah tidak hanya muncul di Kecamatan Kismantoro.
Sementara itu, keluhan serupa juga muncul dari Kecamatan Giriwoyo. Camat Giriwoyo Sri Sundoro membenarkan adanya laporan warga penerima bantuan yang mengaku mencium bau tidak lazim dari Minyakita yang diterima.
"Ada (keluhan terkait Minyakita). Bau juga," katanya.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, warga yang mengeluhkan kondisi minyak goreng tersebut berasal dari dua desa, yakni Desa Sirnoboyo dan Desa Selomarto.
Namun, tidak seluruh penerima bantuan mengalami masalah yang sama.
"Tidak semua penerima manfaat. Acak. Nggak banyak yang seperti itu," pungkasnya. (*)