Pameran EastFood Indonesia 2026 di Surabaya Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor
Titis Jati Permata June 18, 2026 06:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Pameran EastFood Indonesia 2026 resmi dibuka di Grand City Convex Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/6/2026).

Ajang industri makanan dan minuman terbesar di Jawa Timur itu tidak hanya menjadi etalase produk dan teknologi terbaru, tetapi juga diharapkan menjadi jembatan bagi jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar, masuk ke rantai pasok industri, hingga menembus pasar ekspor.

Harapan tersebut sejalan dengan besarnya potensi UMKM di Jawa Timur yang saat ini mencapai sekitar 4,5 juta unit usaha. Namun, dari jumlah tersebut, masih sedikit yang mampu menjangkau pasar internasional.

Ekosistem Bisnis Terhubung

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, mengatakan EastFood menjadi momentum penting untuk mempertemukan pelaku industri besar, UMKM, sektor ekonomi kreatif, hingga calon pembeli dalam satu ekosistem bisnis yang saling terhubung.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan utama industri makanan dan minuman nasional karena didukung melimpahnya bahan baku dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Provinsi ini dikenal sebagai salah satu produsen utama berbagai komoditas pangan nasional, mulai dari jagung, tebu, susu, hingga daging.

SUASANA PAMERAN - Pengunjung memadati area pameran EastFood Indonesia 2026 di Grand City Convex Surabaya, Kamis (18/6/2026). Pameran industri makanan dan minuman terbesar di Jawa Timur ini menjadi ajang bagi pelaku usaha, UMKM, distributor, dan buyer untuk menjalin kerja sama bisnis serta mencari peluang pasar baru.
SUASANA PAMERAN - Pengunjung memadati area pameran EastFood Indonesia 2026 di Grand City Convex Surabaya, Kamis (18/6/2026). Pameran industri makanan dan minuman terbesar di Jawa Timur ini menjadi ajang bagi pelaku usaha, UMKM, distributor, dan buyer untuk menjalin kerja sama bisnis serta mencari peluang pasar baru. (Surya.co.id/Fikri Firmansyah)

Potensi tersebut dinilai harus mampu dikonversi menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

"Harapan kami, UMKM tidak hanya dilibatkan sebagai pelengkap atau hanya untuk kebutuhan konsumsi saja, tetapi benar-benar menjadi bagian dari rantai pasok industri," kata Endy saat ditemui di sela pembukaan pameran.

Ia menjelaskan, selama ini masih banyak produk hasil pertanian maupun perikanan yang dijual dalam bentuk bahan mentah. Padahal jika diolah menjadi produk siap konsumsi, nilai jualnya bisa meningkat berkali-kali lipat.

Dorong Transformasi UMKM

Karena itu, Pemprov Jawa Timur terus mendorong transformasi UMKM dari sekadar penjual bahan baku menjadi produsen produk olahan yang memiliki daya saing tinggi.

Berbagai program pendampingan pun terus dilakukan, mulai dari pelatihan peningkatan kualitas produk, desain kemasan, digital marketing, legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga fasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi yang dibutuhkan pasar ekspor.

Menurut Endy, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi UMKM untuk menembus pasar internasional adalah pemenuhan standar dan sertifikasi keamanan pangan.

"Tantangan terbesar memang di sertifikasi. Banyak negara tujuan ekspor mensyaratkan standar tertentu, termasuk HACCP dan berbagai sertifikasi lainnya. Karena itu kami terus melakukan pendampingan," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, untuk memberikan edukasi mengenai prosedur ekspor serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

"Kami terus berkolaborasi dengan bea cukai dan instansi terkait agar pelaku UMKM semakin mudah mengakses pasar internasional," katanya.

Menurut Endy, pameran seperti EastFood memiliki peran penting karena mampu mempertemukan pelaku usaha dengan buyer, distributor, hingga investor potensial dalam satu tempat.

"Kalau bertemunya langsung seperti ini, peluang transaksi tentu lebih besar. UMKM bisa memperkenalkan produknya secara langsung dan calon pembeli juga bisa melihat kualitas produknya," tuturnya.

Agenda Tahunan

Sementara itu, CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim, di kesempatan yang sama, mengatakan EastFood Indonesia telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan para pelaku industri makanan dan minuman.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini kembali menghadirkan berbagai peserta dari dalam dan luar negeri yang membawa produk, teknologi, bahan baku, peralatan produksi, hingga inovasi terbaru di industri makanan dan minuman.

Daud mengatakan pihaknya ingin menjadikan EastFood bukan sekadar pameran dagang, tetapi juga sarana edukasi dan pengembangan bisnis bagi para pelaku usaha.

Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian pengunjung adalah kompetisi memasak yang mempertandingkan delapan kategori berbeda. Kompetisi tersebut diikuti mahasiswa kuliner, pelaku usaha kuliner, hingga chef profesional dari berbagai daerah.

Selain kompetisi, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai sesi demonstrasi memasak yang menghadirkan chef berpengalaman. Berbagai teknik memasak, inovasi produk, hingga tren kuliner terbaru diperagakan secara langsung di area pameran.

Tak hanya itu, EastFood juga menghadirkan master chef pizza asal Italia yang menampilkan kreasi pizza dengan sentuhan bahan dan cita rasa khas Indonesia.

"Kami ingin memperkenalkan kuliner Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Surabaya, karena industri makanan dan minuman tidak bisa dilepaskan dari kekayaan kuliner daerah," ujar Daud.

Ia menambahkan, lebih dari 30 UMKM turut berpartisipasi dalam pameran tahun ini dengan membawa beragam produk unggulan, mulai dari cokelat, sambal, makanan laut olahan, hingga produk berbasis rumput laut.

Pesanan Ekspor dari Malaysia

Daud mengungkapkan, sejumlah UMKM peserta pada penyelenggaraan tahun sebelumnya bahkan berhasil memperoleh pesanan ekspor dari Malaysia setelah mengikuti pameran.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya kembali menghadirkan buyer dari Malaysia pada tahun ini.

"Kami melihat UMKM sudah mulai naik kelas. Tahun lalu ada peserta yang memperoleh pesanan ekspor ke Malaysia, dan tahun ini kami kembali mempertemukan mereka dengan buyer dari Malaysia," katanya.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak hari pertama pameran dibuka.

Tidak sedikit pelaku usaha yang datang untuk mencari bahan baku baru, peralatan produksi, maupun inspirasi pengembangan bisnis. 

Bandingkan Produk Secara Langsung

Salah satunya Rudi Hartoyo (38), pemilik sebuah kafe di Surabaya. Ia mengaku sengaja meluangkan waktu datang ke EastFood karena ingin mencari berbagai jenis sirup untuk melengkapi menu minuman di kafenya.

"Saya memang datang khusus untuk mencari supplier sirup. Sekarang tren minuman terus berubah, jadi saya ingin mencari varian baru yang bisa dikembangkan menjadi menu di kafe," ujarnya.

Menurut Rudi, keunggulan pameran seperti EastFood adalah banyaknya merek dan distributor yang hadir sehingga pelaku usaha bisa membandingkan produk secara langsung.

"Bisa coba tester, lihat kualitasnya, tanya harga, sampai diskusi langsung dengan distributor. Kalau cari sendiri tentu butuh waktu lebih lama," katanya.

Rudi mengaku telah menemukan beberapa produk yang berpotensi digunakan untuk mengembangkan menu minuman berbasis kopi maupun non-kopi di tempat usahanya.

"Saya dapat banyak referensi baru. Bahkan ada beberapa produk yang belum pernah saya temui sebelumnya," ujarnya.

Demo Memasak

Pengunjung lainnya, Siti Nurhayati (42), pelaku usaha rumahan yang menjual risoles dan aneka camilan, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda saat mengikuti sesi demonstrasi memasak.

Ia sengaja datang karena tertarik dengan demo pembuatan risoles yang dibawakan chef profesional.

"Saya memang jualan risoles dari rumah. Tadi saya ikut demo masaknya dari awal sampai selesai," katanya.

COOKING DEMO - Pengunjung menyaksikan sesi cooking demo dalam rangkaian EastFood Indonesia 2026 di Grand City Convex Surabaya, Kamis (18/6/2026). Berbagai demonstrasi memasak dan baking menghadirkan chef profesional untuk berbagi teknik, inovasi produk, serta inspirasi bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM.
COOKING DEMO - Pengunjung menyaksikan sesi cooking demo dalam rangkaian EastFood Indonesia 2026 di Grand City Convex Surabaya, Kamis (18/6/2026). Berbagai demonstrasi memasak dan baking menghadirkan chef profesional untuk berbagi teknik, inovasi produk, serta inspirasi bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM. (Surya.co.id/Fikri Firmansyah)

Menurut Siti, selama ini ia membuat risoles berdasarkan resep yang dipelajari secara mandiri.

Namun melalui demonstrasi tersebut, ia memperoleh banyak pengetahuan baru yang bisa meningkatkan kualitas produknya.

"Saya jadi tahu teknik membuat kulit yang lebih tipis tapi tidak mudah sobek, cara mengolah isian supaya rasanya lebih kuat, sampai teknik penggorengan yang membuat hasilnya lebih renyah," ujarnya.

Ia juga mendapatkan wawasan mengenai tren penyajian risoles modern yang saat ini mulai diminati pasar.

"Banyak ilmu yang saya dapat. Jadi tahu resep dan teknik yang lebih baik untuk menghasilkan risoles yang premium. Nanti ingin saya coba terapkan di rumah supaya kualitas produk saya semakin bagus," katanya.

Bagi Siti, kesempatan belajar langsung dari chef profesional menjadi nilai tambah yang membuat pameran seperti EastFood layak dikunjungi oleh pelaku UMKM kuliner.

"Dengan hadirnya pelaku industri, UMKM, distributor, buyer internasional, dan ribuan pengunjung dari berbagai sektor usaha, EastFood Indonesia 2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan industri makanan dan minuman di Jawa Timur. Lebih dari itu, pameran ini diharapkan menjadi gerbang bagi jutaan UMKM untuk naik kelas, memperluas jaringan bisnis, dan membawa produk lokal menembus pasar global," kata Daud lagi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.