Kisah Kusriyanti, Jukir Lansia Gagalkan Pencurian Uang Rp 3,6 M, Imbalan Rp 100 Ribu Dibagi 4
M Zulkodri June 18, 2026 06:40 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Seorang juru parkir (jukir) bernama Kusriyanti (65) berhasil menggagalkan upaya pencurian uang tunai senilai Rp3,6 miliar.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

Aksi heroiknya tersebut diapresiasi dengan imbalan sebesar Rp 100 ribu, itupun harus dibagi empat.

Wanita paruh baya ini tidak mengambil semua uang tersebut.

Ia membaginya dengan tiga orang lainnya yang ikut membantu menggagalkan aksi pencurian.

"Dikasih Rp 100.000 dibagi empat. Farid, Wawan, Udin, terus saya," imbuh Kusriyanti.

Baca juga: Sosok Agustina Arumsari Wakil Kepala BGN, Larang Pegawainya Punya Dapur MBG, Ekonom Senior

Lantas bagaimana kisah Kusriyanti berhasil menggagalkan upaya pencurian uang tunai senilai Rp 3,6 miliar ini?

Saat ditemui di lokasi kerjanya, Rabu (17/6/2026), ia hanya mengingat bagaimana spontanitas membawanya berteriak kencang ketika melihat seseorang memecahkan kaca mobil dan mengambil bungkusan dari dalam kendaraan.

"Saya melihat ada orang memecah kaca mobil, lalu mengambil bungkusan plastik dari dalam mobil. Saya langsung teriak, pencuri... pencuri...," kata Kusriyati mengenang kejadian yang dia alami, Rabu (17/6/2026).

Teriakan lantang itu seketika memecah suasana siang yang semula biasa saja.

Warga sekitar langsung berdatangan, situasi mendadak ramai, dan para pelaku akhirnya kehilangan kesempatan emas untuk membawa kabur uang miliaran rupiah yang telah mereka ambil.

Kusriyati masih mengingat jelas kepanikan luar biasa yang terjadi saat itu.

Salah seorang pelaku yang berusaha membawa bungkusan berisi uang sempat terseret beberapa meter di aspal ketika hendak menaiki sepeda motor rekannya yang sudah melaju kencang.

"Uangnya sudah diambil, terus mau kabur setelah diteriaki. Pembonceng itu mau bawa uang sambil berusaha menaiki motor sampai terseret," katanya mengurai ketegangan di lapangan.

Akibat insiden tersebut, sebagian ikatan uang sempat tercecer di jalan raya.

Namun, berkat respons cepat dari warga sekitar, seluruh uang milik korban berhasil diamankan kembali tanpa ada yang hilang.

Para pelaku yang panik akhirnya memilih melarikan diri ke arah barat dengan sepeda motor, bahkan nekat melawan arus lalu lintas demi menghindari kepungan massa. 

Dapat Rp 100 Ribu

Di balik aksi berani yang menyelamatkan uang hingga miliaran rupiah itu, kehidupan sehari-hari Kusriyati nyatanya jauh dari kata mewah.

Sebagai seorang juru parkir lansia yang sudah melakoni pekerjaan ini sejak awal tahun 2000-an, wilayah kerjanya kini justru semakin menyusut dan hanya tersisa beberapa meter setelah harus berbagi area dengan juru parkir lain.

"Wilayah parkir saya sekarang cuma beberapa meter. Dibagi sama tukang parkir lain. Saya cuma sepetak ini, seberang kantor bank," katanya berpasrah.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, ibu lima anak itu tidak hanya mengandalkan pendapatan dari sektor parkir yang tidak menentu.

Baca juga: Nasib Tiyo Ardianto Kerap Kritik Pemerintah, Kini Dilaporkan Dugaan Penghinaan Presiden Prabowo

Ia juga nekat berjualan minuman dingin di sela-sela pekerjaannya.

Semua itu dilakukan demi menambah penghasilan keluarga setelah bertahun-tahun berjuang sendirian tanpa pendamping sejak sang suami, Darpin, meninggal dunia.

Menariknya, penghargaan yang diterima Kusriyati atas keberanian besarnya tersebut terbilang sangat sederhana.

Ia mengaku mendapatkan uang tanda terima kasih sebesar Rp 100.000 dari pemilik uang yang nyaris menjadi korban perampokan. Namun, uang seratus ribu itu tidak dinikmatinya seorang diri.

Kusriyati memilih untuk membaginya secara adil kepada tiga orang lain yang turut pasang badan membantu di lokasi saat kejadian, yakni dua rekan sesama juru parkir dan seorang pengemudi ojek daring atau online.

Masing-masing dari mereka mendapatkan bagian sebesar Rp 25.000.

"Dikasih Rp 100 ribu dibagi empat. Farid, Wawan, Udin, terus saya," katanya menceritakan momen tersebut sambil tersenyum tulus. 

Di tengah kisah penyelamatan uang dengan nominal fantastis, justru angka Rp 25.000 yang diterima oleh masing-masing orang menjadi gambaran nyata akan ketulusan para warga kecil yang bergerak spontan tanpa pamrih.

Bagi Kusriyati, keberanian itu bukanlah soal mengejar imbalan materi, melainkan refleks sederhana dari seorang perempuan lansia yang memilih bersuara kelantangan saat melihat aksi kejahatan terjadi tepat di depan matanya.

Korban Sudah Diikuti Sejak Keluar dari Bank

Di sebuah petak parkir kecil di Brebes, Kusriyati kini mungkin sudah kembali menjalani hari-harinya seperti biasa di bawah terik matahari.

Namun bagi banyak orang, teriakan "pencuri" yang keluar dari mulut tuanya telah menjadi pengingat berharga bahwa kepedulian dan keberanian bisa datang dari siapa saja, termasuk dari seorang juru parkir lansia yang hidup dalam jerat kesederhanaan.

Uang tunai senilai Rp 3,6 miliar milik korban selamat setelah seorang tukang parkir wanita lanjut usia bernama Kusmayanti alias Kusriyati berteriak meminta pertolongan saat memergoki para pelaku beraksi di siang bolong.

Peristiwa menegangkan tersebut terjadi di kawasan perbankan Jalan Ahmad Yani, Brebes sekitar pukul 15.00 WIB.

Korban diketahui bernama Kliwon Alwawan, warga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes, yang baru saja mencairkan uang tunai Rp 3,6 miliar dari Bank BCA Kantor Cabang Brebes.

Menurut keterangan resmi dari Kliwon, sejak melangkah keluar dari dalam gedung bank, dirinya sebenarnya sudah merasa curiga karena melihat beberapa pengendara sepeda motor terus menguntit kendaraan yang dikemudikannya dari arah belakang.

Merasa situasi tidak aman dan rawan, korban kemudian berinisiatif membelokkan kendaraannya menuju kantor Bank BTN yang berada tidak jauh dari lokasi awal untuk memastikan situasi lingkungan sekitar.

Namun, saat korban lengah dan masuk ke dalam gedung bank untuk keperluan koordinasi, para pelaku yang sudah mengintai langsung melancarkan aksi cepat mereka.

Salah seorang pelaku mendekati mobil Pajero Sport berwarna hitam milik korban, memecahkan kaca jendela samping, lalu menyambar bungkusan plastik besar berisi uang tunai yang diletakkan di dalam kabin kendaraan.

Beruntung, aksi cepat komplotan penjahat tersebut langsung disadari oleh Kusmayanti yang sedang bertugas mengawasi kendaraan di sekitar lokasi kejadian, hingga teriakan lantangnya sukses menggagalkan rencana perampokan besar tersebut.

(Bangkapos.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.