Harry Kane Bersinar, Inggris Tunjukkan Identitas Baru di Era Thomas Tuchel
Tribun-video June 18, 2026 06:42 PM

- Banyak yang senang melihat timnas Inggris meraih kemenangan meyakinkan 4-2 atas Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Kamis (18/6/2026).

Babak pertama saja sudah diwarnai empat gol, masing-masing dua dari kedua tim. Gol Inggris dicetak oleh Harry Kane melalui titik penalti pada menit ke-12 dan jelang jeda turun minum (42').

Sementara Kroasia langsung membalasnya lewat gol Martin Baturina (36') dan Petar Musa di masa injury time babak pertama (45+5').

Fans fanatik Timnas Inggris di daerah Fakfak, Papua Barat, Ashari mengungkapkan bahwa dia sangat puas dengan penampilan tim asuhan Thomas Tuchel itu.

"Kami sangat puas dengan penampilan timnas Inggris," kata Ashari usai pertandingan kepada Tribun Papua Barat.

Hal yang sama juga dirasakan oleh seorang pendukung Inggris dari Potianak, Alex. Ia mengaku laga perdana The Three Lions mengawali perjalanan Piala Dunia 2026 ini begitu menghibur.

"Pertandingan benar-benar gil dan seru habis. Baru laga pembuka tapi tensinya sudah seperti babak final," ujarnya kepada Tribun Pontianak.

"Jual beli serangan dari babak pertama bikin tidak bisa berkedip," tambahnya.

Ya, komentar positif itu tidak hanya mengalir dari para pendukung timnas Inggris di Tanah Air, sebagian pundit dan mantan pesepak bola dunia juga memberikan pujian atas apa yang dilakukan oleh Tuchel dan anak asuhnya.

Bagi mantan kiper timnas Inggris, Paul Robinson, Tuchel adalah sosok yang tegas dan berani.

Hal itu dia lihat ketika tiga pemain yang ditarik keluar pada menit 70an, yakni Declan Rice, Anthony Gordon, dan Noni Madueke dengan memainkan Morgan Rogers, Marcus Rashford, serta Bukayo Saka.

Bahkan menurutnya dan sudah menjadi pembahasan sejak awal turnamen, kedalaman skuad yang dimiliki timnas Inggris diyakini bisa membuat Tuchel dilema ketika menentukan siapa yang akan bermain sebagai starter.

"Cara dia melakukan pergantian pemain sangat berani dan tegas," puji Paul Robinson, dikutip dari BBC.

"Mereka masuk dan memengaruhi jalannya pertandingan."

"Hal terpenting yang dapat saya ambil dari ini adalah para pemain yang masuk memberikan Thomas Tuchel sakit kepala yang nyata, dan itu adalah hal terpenting bagi seorang manajer," tambahnya.

Mantan pemain Man United dan timnas Inggris, Wayne Rooney juga mengelukan hal yang sama.

Dia girang sekali ketika Saka, Rogers, dan Rashford masuk secara bersamaan.

"Saya sangat menyukai pengganti ini," bebernya.

"Saya suka betapa positifnya sikap Tuchel karena jika Anda hanya duduk diam dan menunggu Kroasia masuk, maka akan terasa menegangkan."

"Itu berani dan menunjukkan bahwa dia berusaha memenangkan pertandingan. Kemudian Djed Spence masuk dan keempat pemain terlibat dalam gol Rashford. Saya pikir itu brilian," jelasnya.

Sejatinya, ada kegugupan yang diperlihatkan anak asuh Tuchel selama 45 menit babak pertama.

Situasi itu berubah pada babak kedua yang membuat permainan lebih mengalir, dan Inggris lebih berani melakukan serangan ke pertahanan Kroasia.

Mereka menciptakan peluang demi peluang yang bisa dikonversikan menjadi gol, bahkan serangan mematikan yang terjadi dalam tempo 85 detik. Itu dianggap sebuah pembantaian bagi Sky Sport.

Tiga penyelamatan dilakukan oleh pertahanan Kroasia, yakni dari peluang O'Reilly, Gordon, dan Ezri Konsa sebelum dua penyelamatan gemilang dari Harry Kane.

"Sebagai perbandingan, sebagian besar tim di Piala Dunia ini bahkan belum pernah melepaskan lima tembakan tepat sasaran secara total," tulis Sky Sports.

Gelandang Inggris, Jude Bellingham mengungkapkan, Tuchel menginginkan anak asuhnya untuk tampil lebih berani dan sesuai jati diri mereka di babak kedua, dan itu berhasil mereka lakukan.

"Tim yang kami inginkan ditunjukkan di babak kedua," kata Jude.

Senada dengan Jude, Harry Kane yang menjadi man of the match dalam pertandingan itu mengungkapkan bahwa dengan keberanian mereka dapat menghancurkan Kroasia.

"Kita melihat itu dari cara kita bermain di babak kedua. Kami bermain habis-habisan dan mereka tidak mampu mengimbanginya," ungkap Kane.

Hasil ini menjadi awal yang baik bagi timnas Inggris.

Tim lain bisa mencetak empat gol ke gawang Curacao, Paraguay, atau bahkan Tunisia, tetapi kalau ke gawang Kroasia itu levelnya sudah berbeda dan intensitas permainan Inggris dapat membuat siapa pun lawannya merasa khawatir.

Kroasia merupakan tim Eropa yang konsisten di Piala Dunia, tahun 2018 mereka finis sebagai runner-up, dan tahun 2022 di Qatar mereka meraih peringkat ketiga. Pada tahap ini, timnas Inggris sukses membuat Luka Modric dan kolega kewalahan.

https://www.tribunnews.com/superskor/7843724/inggris-menang-dengan-menghibur-sentuhan-tuchel-tunjukkan-wajah-baru-harry-kane-cs

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.