TRIBUNNEWS.COM - Legenda Arsenal dan Timnas Prancis, Thierry Henry, menilai ambisi Cristiano Ronaldo mengejar rekor pribadi menjadi salah satu penyebab kurang maksimalnya permainan Portugal saat ditahan imbang RD Kongo 1-1 pada laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Henry menilai Ronaldo terlalu berfokus mencetak gol sehingga beberapa kali mengurangi efektivitas serangan Portugal. Penyerang Al Nassr itu bermain penuh selama 90 menit, tetapi gagal mencatatkan gol maupun assist.
Hasil imbang tersebut terasa semakin disayangkan mengingat Portugal datang ke Piala Dunia 2026 dengan materi pemain yang sedang berada di puncak performa.
A Selecao das Quinas -julukan Portugal- diperkuat empat pemain Paris Saint-Germain yang baru saja menjuarai Liga Champions, yakni Goncalo Ramos, Nuno Mendes, Joao Neves, dan Vitinha.
Bahkan, Joao Neves sempat membawa Portugal unggul lebih dulu sebelum RD Kongo menyamakan kedudukan melalui Yoane Wissa.
Pemain eFootball Zeus Gaming, Puspamba Harma Ibrahim, sebelumnya juga menilai kuartet pemain yang sedang "on fire" tersebut menjadi modal besar Portugal untuk bersaing merebut gelar juara dunia.
"Dengan pemain-pemain yang sekarang lagi on fire seperti Vitinha, Joao Neves, Nuno Mendes dan Bruno Fernandes, saya rasa Portugal layak untuk juara Piala Dunia," kata Ibrahim kepada Tribunnews.
Namun, kehadiran para pemain yang sedang bersinar itu belum mampu membawa Portugal meraih kemenangan pada laga perdana.
Sorotan justru mengarah kepada Cristiano Ronaldo yang dinilai gagal memberikan pengaruh besar di lini depan.
Padahal, Ronaldo tengah memburu rekor sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda, setelah sebelumnya selalu mencatatkan gol pada edisi 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022.
Jika berhasil mencetak gol di turnamen kali ini, Ronaldo juga akan menjadi pemain tertua kedua yang pernah mencetak gol di Piala Dunia, hanya berada di bawah legenda Kamerun, Roger Milla.
Baca juga: Klasemen Grup K Piala Dunia 2026: Kolombia Puncak, 3 Kartu Kuning Bikin Portugal di Bawah RD Kongo
Dalam analisisnya yang dikutip dari Sportbible, Thierry Henry menyoroti satu momen ketika Francisco Conceicao melakukan penetrasi dari sisi kanan.
Alih-alih membuka ruang bagi Bruno Fernandes, Ronaldo justru bergerak ke jalur umpan yang sama sehingga memudahkan pertahanan RD Kongo menutup ruang.
"Tim yang perlu mencetak gol, bukan Ronaldo yang harus mencetak gol," ujar Henry.
Menurut mantan striker Barcelona tersebut, apabila Ronaldo bergerak ke tiang dekat atau masuk ke area enam yard, bek lawan akan dipaksa mengikutinya sehingga Bruno Fernandes memiliki ruang lebih besar untuk menyelesaikan peluang.
"Itulah mengapa saya mengatakan tim yang perlu mencetak gol, bukan Ronaldo. Karena dia ingin mencetak gol sendiri, dia justru menghalangi jalur umpan untuk Bruno Fernandes," jelas Henry.
Bukan hanya saat menghadapi RD Kongo, Ronaldo juga dinilai kurang efektif pada laga uji coba melawan Nigeria. Saat mendapat dua peluang emas yang tinggal berhadapan dengan kiper, penyelesaian akhirnya justru melebar dan melambung di atas mistar.
Padahal, Ronaldo datang ke Piala Dunia dengan modal yang sangat impresif. Sepanjang kariernya, ia telah mengoleksi 973 gol di level klub dan tim nasional, termasuk 143 gol bersama Portugal.
Meski begitu, performanya pada laga pembuka memunculkan kembali perdebatan mengenai perannya di skuad Portugal.
Sejumlah pihak menilai Roberto Martinez perlu menemukan keseimbangan agar permainan Portugal tidak terlalu bergantung kepada sang kapten.
Portugal sendiri masih memiliki peluang besar lolos ke babak gugur karena akan menghadapi Uzbekistan (24/6) dan Kolombia (28/6) pada dua laga sisa fase grup.
Apabila performa lini depan belum membaik, Roberto Martinez berpeluang melakukan perubahan dengan memberi kesempatan kepada Goncalo Ramos sebagai penyerang utama agar pola serangan Portugal menjadi lebih dinamis.
(Tribunnews.com/Ali)