Pendaftaran SPMB SMA Ditutup, Wali Murid Protes Hasil Jurnal SMAN Ngemplak Boyolali
Ryantono Puji Santoso June 18, 2026 08:13 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Munculnya keluhan dari sejumlah calon murid terkait hasil jurnal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah mendapat tanggapan dari pihak sekolah.

Salah satu yang dipersoalkan adalah adanya calon murid pada jalur domisili prestasi dengan nilai 68 yang belum masuk dalam jurnal, sementara calon murid lain melalui jalur prestasi tercatat masuk dengan nilai 53.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN Ngemplak, Teguh Slamet Rahayu, meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan nilai yang muncul di jurnal.

Menurutnya, setiap kasus harus dilihat berdasarkan data dan jalur pendaftaran masing-masing calon murid.

"Lebih jelasnya dilihat data masing-masing calon murid. Ini tadi juga banyak wali dan calon murid yang datang ke sekolah bertanya seperti itu," ujar Teguh saat dihubungi TribunSolo.com, Kamis (18/6/2026).

Ia menegaskan belum bisa memberikan jawaban pasti terkait penyebab perbedaan tersebut sebelum melihat data secara rinci.

"Jadi dilihat dulu data dan permasalahannya seperti apa. Saya tidak berani menjawab dengan jawaban iya atau tidak. Saya sendiri belum tahu permasalahan kondisi riilnya setiap calon murid," katanya.

ILUSTRASI - Calon murid SMK dan SMA saat mengantri verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Ngemplak, Boyolali, Senin (8/6/2026).  Ada beberapa protes dari ortu calon peserta.
ILUSTRASI - Calon murid SMK dan SMA saat mengantri verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Ngemplak, Boyolali, Senin (8/6/2026). Ada beberapa protes dari ortu calon peserta. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Belum Ada Keputusan Final

Teguh juga mengingatkan saat ini proses SPMB masih memasuki masa tenang sehingga belum ada keputusan final terkait diterima atau tidaknya calon peserta didik di SMAN Ngemplak.

"Dan saat ini adalah masa tenang. Jadi belum ada keputusan diterima atau tidak di SMA Negeri Ngemplak. Ini dari jam 15.00 WIB tadi sudah ditutup. Nanti akan ada pengumuman diterima atau tidak diterima," jelasnya.

Menurut Teguh, sepanjang hari pihak sekolah menerima banyak pertanyaan dari wali murid terkait posisi anak mereka dalam jurnal SPMB.

"Seharian ini energinya habis untuk menjelaskan permasalahan tersebut," ucapnya.

Ia menyarankan calon murid maupun wali murid yang merasa ada kejanggalan untuk datang langsung ke sekolah agar dapat dilakukan pengecekan data dan proses verifikasi.

"Jadi lebih baik konfirmasi data ke sekolah. Nanti kita bisa lihat datanya, termasuk verifikasinya di mana. Karena ini menyangkut data pribadi masing-masing calon peserta didik," ujarnya.

Baca juga: Protes SPMB SMK Negeri 1 Puhpelem Wonogiri, Wali Murid Harap Ada Tambahan Rombongan Belajar

Teguh menambahkan, data dalam jurnal SPMB dipengaruhi banyak faktor sehingga tidak bisa disimpulkan hanya berdasarkan nilai akademik.

"Tadi ada juga yang konfirmasi calon murid dari RT yang sama, tapi yang satu diterima dan yang satu tidak diterima. Jadi data jurnal itu dipengaruhi banyak faktor," katanya.

Ia menjelaskan pada jalur domisili misalnya, selain memperhitungkan jarak tempat tinggal calon murid ke sekolah, jalur tersebut juga memperhitungkan nilai prestasi.

Selain itu terdapat faktor lain seperti kuota afirmasi yang belum terpenuhi sehingga berpengaruh pada komposisi penerimaan peserta didik.

"Jalur domisili memperhitungkan jarak, juga nilai prestasi diperhitungkan. Kenapa kok ada domisili prestasi, ternyata kuota afirmasi belum terpenuhi. Nah masing-masing sekolah itu ada perhitungannya. Afirmasi itu ada desil dan jarak," jelasnya.

Karena itu, Teguh meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi hasil SPMB dan tidak hanya berpatokan pada posisi sementara yang muncul dalam jurnal.

"Jadi kita tidak bisa menggeneralisasi penyebab calon murid dari jurnal yang telah diumumkan," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.