TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dalam kurun waktu 4 hari, yakni Minggu (14/6/2026) hingga Kamis (18/6/2026), terdapat dua kasus penemuan jenazah di Kabupaten Kendal.
Kasus pertama, menimpa Lutfiana warga kelurahan Sukodono kecamatan Kendal yang ditemukan meninggal di semak-semak tepi jalan raya Pantura Lingkar Weleri Kendal, Minggu (14/06/2026).
Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaus bergaris warna putih dan merah muda, sweater warna coklat, dan celana panjang jin warna biru dengan kondisi wajah yang sudah sedikit membusuk.
Baca juga: Tangis Haru di Pabrik Rokok HS Magelang, Karyawan Tak Kuasa Saat Namanya Dipanggil Berangkat Umroh
Baca juga: Survei Bank Indonesia: Warga Jateng Masih Yakin Penghasilan dan Lowongan Kerja Aman
Adapun jenazah tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB oleh seorang sopir truk yang melintas.
Kanit Reskrim Polsek Weleri, Ipda Agus Effendi, mengatakan, hasil otopsi sementara yang diterima polisi dari forensik terdapat luka cekikan di leher dan luka lebam di kepala korban.
“Hasil otopsi sementara yang kami terima dari forensik itu ada luka cekikan di leher dan luka lebam di kepala,” katanya, Kamis (18/6/2026).
Effendi menjelaskan korban diduga menjadi korban pembunuhan. Meski begitu, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini.
“Dugaannya korban meninggal karena dibunuh. Tetapi tim gabungan polsek Weleri dan polres Kendal terus melakukan penyelidikan,” sambungnya.
Penemuan Kedua
Selang empat hari berikutnya, yakni Kamis (18/6/2026), seorang warga Kelurahan Pegulon Rt. 013 Rw. 006 Kecamatan Kendal ditemukan meninggal dunia di Alun-alun Kendal, Kamis
Lelaki paruh baya yang diketahui bernama Budi Hariono (51) itu diduga meninggal akibat sakit yang dideritanya.
"Tadi pagi sekitar pukul 08:00 WIH ditemukan orang meninggal dunia di Alun-alun Kendal," kata Kapolsek Kendal Kota, Iptu Sanhaji saat dihubungi.
Dia mengatakan, peristiwa itu diketahui pertama kali oleh kakak korban bernama Sopiah yang mendapatkan kabar mengenai adiknya yang dikabarkan meninggal.
Sopiah lalu bergegas menuju Alun-alun Kendal untuk mengecek kondisi adiknya. Setelah dicek, adik Sopiah ternyata sudah meninggal dunia.
"Kakaknya dapat kabar adiknya meninggal, setelah sampai lokasi ternyata benar itu adik dari Sopiah," tuturnya.
Kapolsek menerangkan, keluarga korban menolak porses autopsi jenazah. Saat dilakukan pemeriksaan, polisi tak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Kepada polisi, Sopiah meminta jenazah korban agar langsung dibawa ke rumah duka.
"Karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan diduga meninggalnya karena sakit,"
"Maka korban menerima dengan kejadian tersebut dan jenazah akan segera dikebumikan sebagaimana mestinya." tandasnya. (ags)