Tahun ini siswa Sekolah Rakyat sudah lebih dari 45.000 seluruh Indonesia jenjang SD, SMP dan SMA. Tahun depan bertambah lagi 60.000 jadi lebih dari 100.000, insyaallah tahun depan 2027, 2028 sudah mendekati 300.000, 2029 sudah di atas 400.000 siswa

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menargetkan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 400 ribu siswa pada 2029 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin dan rentan.

"Tahun ini siswa Sekolah Rakyat sudah lebih dari 45.000 seluruh Indonesia jenjang SD, SMP dan SMA. Tahun depan bertambah lagi 60.000 jadi lebih dari 100.000, insyaallah tahun depan 2027, 2028 sudah mendekati 300.000, 2029 sudah di atas 400.000 siswa," kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara penyerahan lahan seluas 6,3 hektare milik Kementerian Hukum kepada Kementerian Sosial untuk pembangunan Sekolah Rakyat, di Kantor Kemenkum, Jakarta, Kamis

Menurut Saifullah, peningkatan jumlah peserta didik tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah memperluas jangkauan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin, miskin ekstrem, dan kelompok rentan yang berisiko putus sekolah.

Ia menjelaskan penerimaan peserta didik dilakukan melalui mekanisme penjangkauan langsung kepada keluarga sasaran, bukan melalui sistem pendaftaran seperti sekolah pada umumnya.

"Jadi Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan," ujarnya.

Saifullah mengatakan Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan yang tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan keluarga secara menyeluruh.

"Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, dibantu rumahnya supaya lebih layak huni, dicukupi dengan bansos lengkap, dan seluruh keluarganya mendapatkan PBI sebagai penerima manfaat bantuan iuran BPJS Kesehatan," katanya.

Ia menambahkan pemerintah berharap lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Saifullah berharap program tersebut dapat membantu keluarga penerima manfaat keluar dari kemiskinan dan menjadi lebih mandiri.